UNISRI menggelar pelatihan untuk dosen muda

WARTAJOGLO, Solo - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus berupaya meningkatkan mutu SDM-nya. 

Salah satunya melalui Pelatihan dan Pendampingan Teknik Instruksional Dosen Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang digelar pada 2–3 Februari 2026 di Sahid Jaya Hotel, Solo.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 dosen muda UNISRI dengan masa tugas di bawah lima tahun. 

Pelatihan tersebut dirancang sebagai upaya strategis untuk membekali para dosen dengan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

Ketua Panitia, M. Hery Yuli Setiawan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan dosen muda dalam menyusun dan menerapkan teknik instruksional berbasis OBE.

“Dosen muda UNISRI perlu dibekali kemampuan mengembangkan kurikulum dan strategi pembelajaran yang inovatif, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di UNISRI,” ujar Hery.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan materi yang bersifat konseptual dan fundamental.

Hal ini dimulai dari landasan sistem dan regulasi perguruan tinggi, pengembangan kurikulum perguruan tinggi dan MBKM, pendidikan orang dewasa, teori belajar dan motivasi, hingga model-model pembelajaran inovatif serta pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Sementara itu, hari kedua difokuskan pada aspek praktis, seperti desain instruksional, evaluasi proses dan hasil pembelajaran, pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran, serta keterampilan dasar mengajar yang dilanjutkan dengan presentasi, review revisi, refleksi, dan evaluasi.

Perwakilan Yayasan Nuroso Bambang Wasisto, SE, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci kemajuan UNISRI.

“UNISRI harus terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian agar mampu menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., menekankan peran strategis dosen dalam menentukan mutu lulusan perguruan tinggi.

“Dosen adalah kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga kemampuan dan kompetensi mereka harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Menurut Prof. Sutoyo, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada tahun 2025. 

Ia berharap penguatan kompetensi dosen tidak hanya berhenti pada tenaga pendidik, tetapi juga menyentuh tenaga kependidikan.

“SDM dosen adalah cerminan UNISRI. Kami berharap lembaga penjamin mutu tidak hanya menyasar kegiatan dosen, tetapi juga tendik, agar tidak terjadi kesenjangan,” katanya. //Sik