![]() |
| Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Joko Pramono, mengungkap target UNISRI terkait akreditasi |
WARTAJOGLO, Solo – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta terus berusaha mempercepat transformasi mutu menuju pendidikan tinggi berkualitas.
Dalam acara "Buka Puasa UNISRI bersama Media" pada Rabu 4 Maret 2026, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Joko Pramono, mengungkap hal penting terkait akreditasi.
Menurutnya bahwa pencapaian akreditasi "Unggul" pada sejumlah program studi menjadi modal utama universitas untuk meraih predikat tertinggi di tingkat institusi.
Peningkatan kualitas akademik di Unisri terbukti dengan bertambahnya daftar program studi yang berhasil meraih akreditasi Unggul, yang merupakan tingkatan tertinggi dalam sistem akreditasi perguruan tinggi di Indonesia.
Setelah sebelumnya Program Studi PPKN pada FKIP meraih predikat tersebut, kini dua program studi lainnya resmi menyusul, yaitu Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Program Studi Magister Administrasi Publik.
"Ini adalah capaian yang sangat membanggakan bagi kami. Predikat Unggul adalah 'kasta tertinggi'. Saat ini, Program Studi Pertanian juga sedang dalam proses re-akreditasi, dan kami optimis syarat-syarat khususnya terpenuhi untuk juga meraih predikat Unggul," ujar Joko Pramono.
Pencapaian akreditasi Unggul di tingkat program studi bukan sekadar prestasi di atas kertas.
Joko menjelaskan bahwa ini adalah langkah strategis untuk mengajukan Akreditasi Institusi Unggul.
Berdasarkan regulasi, salah satu syarat untuk mendapatkan akreditasi institusi yang Unggul adalah minimal 15% dari total program studi yang ada harus sudah berpredikat Unggul.
"Mengapa Akreditasi Institusi Unggul ini sangat krusial? Karena ini adalah syarat utama jika universitas ingin membuka Program Studi Kedokteran. Kami sedang mempersiapkan segalanya agar modal akreditasi prodi-prodi ini bisa membawa institusi secara keseluruhan menjadi Unggul," tegasnya.
Keberhasilan meraih akreditasi ini, menurut Joko, tidak lepas dari implementasi budaya kerja SUPER (Smart, Unity, Power, Ethic, Responsible).
Budaya ini menuntut seluruh elemen kampus untuk bekerja cerdas dan bertanggung jawab dalam menjaga kualitas pelayanan akademik.
Selain itu, Unisri juga terus memacu kualitas SDM dengan mendorong dosen-dosen untuk segera menyelesaikan studi doktoral (S3).
Sinergi antara SDM yang berkualitas, budaya kerja yang solid, dan dukungan publikasi ilmiah mahasiswa—yang kini bisa menjadi pengganti skripsi—menjadi ekosistem yang mendukung percepatan akreditasi ini.
Bidik Akreditasi Institusi Unggul, Akankah UNISRI Buka Prodi Kedokteran..? https://t.co/z2ZOHchiVE
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) March 4, 2026
Menutup pemaparannya, Joko Pramono mengajak rekan-rekan media untuk terus mendukung Unisri dalam menyebarkan informasi mengenai keunggulan dan prestasi ini kepada masyarakat luas, khususnya menjelang penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
"Dukungan informasi dari media sangat penting agar masyarakat mengetahui bahwa Unisri terus berkomitmen menjaga kualitas dan terus berinovasi untuk mencapai standar pendidikan tertinggi di Indonesia," pungkasnya. //Sik
