![]() |
| Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo hadirkan prodi Teknologi Rekayasa Multimedia |
WARTAJOGLO, Sukoharjo — Momentum Hari Kartini tahun 2026 menjadi titik bersejarah bagi dunia pendidikan vokasi di Indonesia.
Tepat pada 21 April 2026, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Dikti Saintek) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan Nomor 416/B/O/2026 tentang izin operasional Program Studi Sarjana Terapan (S.Tr) Teknologi Rekayasa Multimedia (TRM) kepada Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo.
Keputusan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan penanda lahirnya inovasi baru dalam dunia pendidikan khususnya di wilayah Solo Raya, yang menggabungkan teknologi kreatif dengan sektor kesehatan yang terus bergerak menuju era digital.
Hadirnya Prodi TRM di Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo membawa keunggulan yang tidak dimiliki program studi lain. Program ini menjadi satu-satunya di Solo Raya yang menawarkan jenjang Sarjana Terapan di bidang Teknologi Rekayasa Multimedia.
Lebih dari itu, keunikan utamanya terletak pada peminatan Multimedia Medis—sebuah pendekatan yang masih sangat jarang, bahkan bisa dikatakan pertama di Indonesia.
Peminatan ini membuka ruang pembelajaran yang futuristik, mulai dari visualisasi anatomi berbasis 3D, pengembangan simulasi medis menggunakan Virtual Reality (VR), hingga rekayasa antarmuka untuk alat kesehatan.
Tak hanya fokus pada dunia medis, program ini juga mengakomodasi pengembangan konten digital untuk edukasi kesehatan, pemberdayaan UMKM, hingga industri kreator konten yang kini berkembang pesat di era digital.
Penetapan izin operasional yang bertepatan dengan Hari Kartini bukanlah kebetulan semata. Momentum ini diharapkan menjadi simbol semangat emansipasi dan inovasi, sebagaimana nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini.
Ketua tim perizinan Prodi TRM, Bambang Eka Purnama, menegaskan bahwa makna di balik tanggal tersebut sangat mendalam.
“Penerbitan SK izin operasional ini di Hari Kartini melambangkan semangat emansipasi intelektual. Kami ingin prodi ini melahirkan ‘Kartini dan Khasmir’ modern yang mampu menguasai teknologi rekayasa multimedia untuk kemanusiaan, khususnya dalam mendukung kemandirian teknologi kesehatan di Indonesia,” ujarnya.
![]() |
| Bambang Eka Purnama saat menjelaskan terkait prodi Teknologi Rekayasa Multimedia |
Kehadiran Prodi TRM menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan tenaga profesional yang mampu menjembatani dunia teknologi dan kesehatan.
Transformasi digital di sektor medis menuntut keahlian baru yang tidak hanya teknis, tetapi juga kreatif dan inovatif.
Lulusan program ini diproyeksikan mampu mengisi berbagai posisi strategis, seperti Medical Multimedia Developer, UX Designer untuk aplikasi kesehatan, 3D Medical Animator/Modeler, Technopreneur di bidang konten digital, Jurnalis, Musisi, Broadcaster, hingga konten kreator.
Dengan spektrum karier yang luas, lulusan TRM diharapkan menjadi motor penggerak inovasi di industri kreatif sekaligus sektor kesehatan berbasis teknologi.
Jadi Pionir, Prodi Teknologi Rekayasa Multimedia Hadirkan Inovasi dalam Pendidikan Kesehatan di Poltekkes Bhakti Mulia https://t.co/zU3YwaUHMw
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) May 5, 2026
Resminya izin operasional tersebut, langsung ditindaklanjuti Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo dengan membuka penerimaan mahasiswa baru untuk angkatan pertama Prodi TRM.
Langkah ini sekaligus menegaskan kesungguhan kampus ini dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi global. //Kls

