![]() |
| Polda Jateng memberikan pelayanan kesehatan gratis dan menyalurkan paket sembako dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal |
WARTAJOGLO, Tegal – Polda Jawa Tengah terus menunjukkan dukungan terhadap program pemerintah untuk mengeliminasi tuberkulosis (TB).
Hal ini diwujudkan melalui deklarasi gerakan “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru”, yang digelar pada Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Selasa 23 Juni 2026.
Deklarasi tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam kegiatan bakti kesehatan yang dipimpin Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR.
Tak hanya mendeklarasikan gerakan peduli TB, pada kesempatan itu Polda Jateng juga meluncurkan inovasi TOSS Presisi Berantas TB Paru Kota Tegal.
Hal ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya percepatan eliminasi penyakit yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 bertema “Polri Untuk Masyarakat”, di mana Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Sebelum deklarasi dilakukan, Kapolda Jateng bersama Wakil Menteri Kesehatan meninjau berbagai layanan kesehatan gratis yang disediakan untuk masyarakat.
Salah satu layanan yang mendapat perhatian khusus adalah skrining dan penyuluhan tuberkulosis yang menjadi bagian dari upaya deteksi dini serta edukasi kepada masyarakat.
Ratusan warga memanfaatkan layanan tersebut bersama berbagai pemeriksaan kesehatan lainnya.
Berdasarkan data Biddokkes Polda Jateng, sebanyak 975 warga mengikuti pengobatan umum dan program cek kesehatan gratis.
Selain itu, 139 warga mendapatkan pelayanan spesialis penyakit dalam, 96 pasien menjalani pemeriksaan saraf, serta 865 warga menerima obat-obatan gratis.
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi langkah Polda Jateng yang turut mengambil peran dalam mendukung program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tuberkulosis.
"Kami atas nama Kementerian Kesehatan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Polri, khususnya Polda Jawa Tengah, atas pelaksanaan bakti kesehatan ini. Kehadiran Polri melalui pelayanan kesehatan seperti ini sangat membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujarnya.
Menurut Benjamin, keberhasilan penanggulangan TB tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.
Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk institusi Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Selain fokus pada penanganan TB, kegiatan bakti kesehatan juga menghadirkan berbagai layanan sosial lainnya, seperti pelayanan ibu hamil, penanganan stunting, donor darah, pemeriksaan gigi, fisioterapi, hingga khitan massal.
Polda Jateng juga menyalurkan 1.128 paket sembako serta bantuan alat kesehatan berupa kursi roda dan alat bantu berjalan bagi warga yang membutuhkan.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, gerakan Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru menjadi bagian dari komitmen Polri untuk hadir memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
"Semangat Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema 'Polri Untuk Masyarakat' kami wujudkan melalui pelayanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Harapan kami, sinergi yang telah terbangun bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat ini dapat terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera," kata Artanto. //Sik
