![]() |
| Mariatul Qibti Ikram (tengah) terpilih jadi Duta Perpustakaan ISI Surakarta 2026 |
WARTAJOGLO, Solo – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, UPA Perpustakaan ISI Surakarta menggelar Grand Final Pemilihan Duta Perpustakaan dan Sahabat Perpustakaan Tahun 2026.
Acara berlangsung meriah di Ruang Mini Cinema, Gedung Laboratorium Multi Matra, SBSN Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Selasa 23 Juni 2026.
Dari tujuh finalis yang tampil membawakan gagasan dan program kerja terkait penguatan literasi kampus, mahasiswa Program Studi Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan, Mariatul Qibti Ikram (241121027), berhasil meraih gelar Duta Perpustakaan ISI Surakarta 2026.
Sementara posisi Wakil I Duta Perpustakaan diraih Isnaini Puspa Kumalasari dari Program Studi Seni Karawitan.
Wakil II diraih Ramauli Dini Ester Simangunsong dari Program Studi Seni Kriya, sedangkan Wakil III menjadi milik Siti Indriyani dari Program Studi Fotografi.
Adapun tiga nominator lainnya adalah Rama Catur Ardianto dan Putri Rosabay dari Program Studi Destinasi Pariwisata, serta Fauzan Alifi dari Program Studi Senjata Tradisional Keris.
Acara yang disaksikan para dosen dan perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong budaya literasi di lingkungan kampus seni.
Sebelum memasuki babak penentuan, para finalis terlebih dahulu menampilkan video pendek berisi gagasan kreatif mengenai literasi informasi dan budaya baca di perpustakaan.
Selanjutnya mereka mengikuti sesi presentasi program kerja serta menjawab berbagai pertanyaan dari dewan juri.
Dua juri yang terlibat dalam pemilihan ini yakni Amirul Ulum, S.Sos., M.IP., Sekretaris Jenderal Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia, serta Bramantyo Arif Febrianto, S.Sn., M.Sn. dari Kabramantyan Art & Culture Center.
Para juri menilai seluruh finalis memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya literasi dan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung layanan perpustakaan modern.
Selain itu, mereka juga mendorong agar para pemenang dapat menjadi ujung tombak kampanye literasi informasi sekaligus membantu mengembangkan media sosial perpustakaan agar semakin dekat dengan mahasiswa.
Bahkan, para juri mengusulkan agar Perpustakaan ISI Surakarta ke depan memiliki studio mini untuk memproduksi podcast literasi sebagai sarana edukasi yang lebih menarik bagi generasi muda.
Penutupan acara dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta, Dr. Drs. H. M. Arif Jati Purnomo, M.Sn.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sekaligus menyampaikan pesan penting mengenai peran strategis Duta Perpustakaan.
“Duta Perpustakaan harus menjadi sosok yang unggul secara akademis, berwawasan luas, menjadi role model bagi mahasiswa, serta memiliki karakter yang kuat. Kalian adalah semacam brand ambassador perpustakaan yang akan menginspirasi teman-teman mahasiswa untuk mencintai pengetahuan,” ujarnya.
Menurut Arif, tugas Duta Perpustakaan tidak hanya mengenakan selempang dan menerima penghargaan.
Lebih dari itu, mereka harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat literasi ke seluruh lingkungan kampus.
“Duta harus menjadi sumber gagasan inovatif mengenai penguatan literasi, pemanfaatan teknologi informasi, hingga strategi peningkatan minat baca. Selain itu, mereka juga menjadi jembatan yang mengenalkan layanan perpustakaan baik secara langsung maupun melalui media sosial,” katanya.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa ke depan para Duta Perpustakaan akan mendapatkan pengakuan dalam bentuk poin akademik, atau satuan kredit semester (SKS) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap pengembangan kampus.
“Duta Perpustakaan yang kalian peroleh bukan sekadar selempang atau penghargaan. Yang terpenting adalah terus belajar, tetap rendah hati, dan menjadi agen perubahan yang membawa virus-virus literasi positif di lingkungan kampus kita,” tegasnya.
Kepala UPA Perpustakaan ISI Surakarta, M. Ali Nurhasan Islamy, S.Sos., M.A., mengatakan pemilihan Duta Perpustakaan dan Sahabat Perpustakaan merupakan salah satu upaya untuk melibatkan mahasiswa secara aktif dalam pengembangan perpustakaan kampus.
Menurutnya, literasi informasi bukan hanya tugas pustakawan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.
Terpilih Jadi Duta Perpustakaan ISI Surakarta 2026, Mariatul Qibti Ikram Siap Sebarkan Virus Literasi di Kampus https://t.co/OvgzgSmVbb
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) June 25, 2026
“Sosialisasi layanan dan literasi informasi diharapkan dapat dilakukan oleh siapa saja, baik pustakawan maupun pemustaka. Karena itu kami mendorong budaya literasi, kreativitas, dan partisipasi mahasiswa melalui Pemilihan Duta Perpustakaan dan Sahabat Perpustakaan,” jelas Ali.
Ia menambahkan, para Duta Perpustakaan nantinya akan mendapatkan berbagai kesempatan pengembangan diri, mulai dari keterlibatan dalam kegiatan perpustakaan hingga berbagai pelatihan keterampilan.
“Ada banyak manfaat yang akan diperoleh para duta, mulai dari akses informasi perpustakaan yang lebih luas, keterlibatan dalam kegiatan kampus, hingga kesempatan mengikuti berbagai pelatihan seperti Public Speaking, Canva, Mendeley, dan Content Digital,” ujarnya. //Bang
