Dinda Kirana (tengah) ungkap tantangan berat memerankan sosok Ariana dalam sinetron Wajah Cinta yang Lain

WARTAJOGLO, Jakarta - Sinetron "Wajah Cinta yang Lain" menjadi salah satu tayangan favorit SCTV berkat alur cerita yang sarat plot twist, pengkhianatan, hingga aksi balas dendam yang menegangkan. 

Di balik kesuksesan tersebut, para pemain mengaku harus menghadapi tantangan besar untuk menghidupkan karakter yang penuh emosi dan memiliki lapisan cerita yang kompleks.

Hal itu diungkapkan dalam wawancara virtual bersama empat pemeran utama, yakni Dinda Kirana, Andri Mashadi, Oka Antara, dan Ibrahim Risyad, Kamis (9/7/2026).

Dalam sinetron garapan sutradara Epoy S. Pradipta itu, Dinda Kirana memerankan Asti Paramita, seorang perempuan yang awalnya menjalani kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna bersama suaminya, Bima Arjuna (Andri Mashadi).

Kebahagiaan Asti berubah menjadi mimpi buruk ketika di tengah kehamilan anak pertamanya, ia memergoki sang suami berselingkuh tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka. 

Pengkhianatan tersebut menjadi awal dari serangkaian tragedi yang mengubah hidupnya.

Tak hanya kehilangan keluarga yang diimpikannya, Asti juga menjadi korban percobaan pembunuhan hingga wajahnya rusak akibat siraman air keras.

Berhasil selamat dari maut, Asti bangkit dengan identitas baru bernama Ariana, sosok misterius yang kembali untuk menuntaskan dendam terhadap orang-orang yang telah menghancurkan hidupnya.

Namun, menurut Dinda Kirana, Ariana bukanlah karakter dengan kepribadian ganda, melainkan "pelindung" yang diciptakan Asti agar mampu bertahan menghadapi luka mendalam.

"Awalnya Asti perempuan yang sangat baik, setia, dan pekerja keras. Sampai akhirnya dia mengalami pengkhianatan dan luka yang sangat parah, sehingga dia memaksa dirinya menjadi seseorang yang lain untuk bertahan hidup, yaitu Ariana," ujar Dinda.

Dinda mengakui peran tersebut menjadi salah satu tantangan terbesarnya selama berkarier di dunia sinetron.

Pasalnya, ia tidak memainkan dua karakter yang berbeda, melainkan satu karakter dengan emosi dan dinamika yang terus berubah sesuai lawan main yang dihadapinya.

"Aku bukan memainkan dua karakter yang berbeda, tapi satu karakter yang punya banyak layer. Lukanya banyak. Jadi ketika berhadapan dengan satu karakter, emosinya berbeda. Bertemu David berbeda, dengan Mirza berbeda lagi, dan dengan Bima juga berbeda. Itu yang membuat karakter ini sangat menantang," ungkapnya.

Menurut Dinda, perubahan emosi yang terus terjadi dari satu adegan ke adegan lain membuatnya harus mampu menjaga konsistensi karakter agar penonton tetap merasakan perjalanan batin Asti maupun Ariana.

Meski demikian, ia justru menikmati tantangan tersebut karena merasa Wajah Cinta yang Lain menghadirkan warna baru dalam dunia sinetron Indonesia.

"Menurutku ini sinetron yang memberikan warna baru. Temanya lebih ke revenge atau balas dendam, bagaimana seseorang bangkit dan melawan balik setelah mengalami pengkhianatan. Itu yang membuatku senang meskipun setiap hari sangat menantang," katanya.

Dinda juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya membangun karakter Asti dan Ariana tidak lepas dari dukungan para pemain lain serta seluruh tim produksi.

Menurutnya, chemistry yang terjalin selama proses syuting membuat setiap adegan emosional terasa lebih natural.

"Kolaborasi antara para pemain, tim produksi, dan semua yang terlibat menurutku sangat baik. Justru aspek-aspek yang tidak terlihat itu memberikan dampak paling besar dalam membangun karakter," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap tokoh yang hadir dalam kehidupan Asti memiliki peran berbeda dalam membangkitkan luka masa lalunya.

Karakter Bima menjadi sumber utama pengkhianatan yang memicu keinginan balas dendam Asti. 

Sementara tokoh-tokoh lain menghadirkan konflik emosional yang berbeda sehingga membuat perjalanan karakter Ariana semakin kompleks.

Tak heran jika sepanjang cerita penonton akan disuguhkan permainan emosi yang terus berubah, mulai dari rasa cinta, kehilangan, kemarahan, hingga obsesi membalas dendam. //Bang