TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Ungkap Cerita di Balik Lagu “Masalahnya”, Felicia The Icon Indonesia: Relate dengan Aku

Dari kiri ke kanan: Felicia, Vedra dan Dwi Santoso saat hadir dalam wawancara secara virtual

WARTAJOGLO, Jakarta - Bukan sekadar lagu kemenangan, “Masalahnya” menjadi titik awal perjalanan baru bagi Felicia setelah berhasil menorehkan prestasi sebagai juara pertama ajang pencarian bakat The Icon Indonesia.

Lagu yang mengantarkan Felicia menuju panggung profesional itu kini menjadi karya perdana yang memperkenalkan warna musiknya kepada publik. 

Di bawah naungan Trinity Optima Production, Felicia The Icon Indonesia siap membawa karakter vokal pop R&B yang menjadi ciri khasnya melalui lagu ciptaan Iqbal Siregar, Dennis Ligia, dan Faishal M. Fasha tersebut.

Bagi Felicia, “Masalahnya” memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar lagu kompetisi. Ia merasa ada kedekatan emosional antara cerita dalam lagu tersebut dengan situasi yang dialaminya maupun lingkungan di sekitarnya.

“Saya yakin ini lagu unik dan ada relate dengan kondisi yang ada,” ujar Felicia saat wawancara bersama Vedra The Icon Indonesia, Selasa 11 Agustus 2026.

Felicia mengungkapkan, rasa keterhubungan itu semakin terasa ketika ia membawakan lagu tersebut secara langsung.

“Saat bawain live dapat chemistry dan relate dengan aku. Relatenya dengan kondisi teman-teman aku, jadi aku bisa menyerap lagu tersebut,” katanya.

Bagi penyanyi muda berusia 14 tahun itu, kemampuan memahami cerita di balik sebuah lagu menjadi modal penting untuk menyampaikan pesan kepada pendengar. 

Dengan begitu, “Masalahnya” tidak hanya terdengar sebagai sebuah lagu, tetapi juga menghadirkan emosi yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

Kehadiran “Masalahnya” sebagai lagu kemenangan Felicia ternyata telah melalui proses panjang. Trinity Optima Production sudah mempersiapkan materi lagu untuk para finalis sejak mereka masih berada di tahap awal kompetisi.

Chief of A&R Trinity Optima Production, Dwi Santoso, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamati karakter vokal para peserta sejak babak Top 20, termasuk Felicia dan Vedra.

“Waktu pertama kali ketemu mereka masih Top 20. Aku interview mereka satu per satu. Kebetulan ada Vedra sama Chia juga. Dari awal interview memang secara karakter mereka sudah punya ciri khas masing-masing,” ujar Dwi.

Dari pengamatan tersebut, Trinity melihat Felicia memiliki karakter kuat di jalur pop R&B. Sementara Vedra lebih cocok dengan lagu bernuansa power ballad yang membutuhkan penghayatan mendalam.

“Kalau Felicia memang banget sama pop R&B. Kalau Vedra lebih ke power ballad yang lebih pakai penjiwaan. Jadi dari pertama kita sudah tahu lagu yang cocok buat mereka seperti apa,” jelas Dwi.

Menurut Dwi, proses pemilihan lagu tidak dilakukan secara terburu-buru. Trinity bahkan mengumpulkan puluhan lagu sebelum akhirnya menentukan karya yang paling sesuai dengan karakter masing-masing finalis.

“Kita sudah mengumpulkan lagu dari awal. Nanti makin di-shortlist setelah finalisnya semakin jelas. Karena timeline-nya juga harus cepat, kita harus sudah siap,” ungkapnya.

Selain lagu yang tepat, Trinity melihat kekuatan Felicia bukan hanya terletak pada kemampuan bernyanyi, tetapi juga mental yang ia tunjukkan selama mengikuti kompetisi.

Dwi menilai Felicia dan Vedra memiliki kualitas yang sama kuat meski dengan karakter musik yang berbeda.

“Juara satu, juara dua menurut aku sama saja. Skill-nya sudah sama, cuma beda karakter,” katanya.

Ia mengikuti perjalanan keduanya sejak masih menjadi peserta yang belum banyak dikenal hingga akhirnya mampu bertahan melewati tekanan besar sebuah kompetisi nasional.

“Mereka hebat banget karena aku mengikuti dari belum siapa-siapa sampai mengikuti kompetisi dan pressure-nya. Mental mereka kuat banget,” ujar Dwi.

Menurutnya, pencapaian Felicia dan Vedra menjadi sesuatu yang luar biasa mengingat usia mereka yang masih sangat muda. 

Felicia baru berusia 14 tahun, sementara Vedra berusia 16 tahun saat mengikuti The Icon Indonesia.

“Anak umur 14 sampai 16 tahun bisa mengikuti kompetisi sepanjang itu dengan tekanan yang besar, menurut aku itu luar biasa,” tambahnya.

Kini, “Masalahnya” menjadi pintu pembuka bagi Felicia untuk membangun karier di industri musik Tanah Air. 

Lagu tersebut bukan hanya menjadi simbol kemenangan, tetapi juga menjadi representasi dari karakter dan perjalanan seorang penyanyi muda yang berani menunjukkan dirinya.

Dengan dukungan Trinity Optima Production, Felicia berharap dapat terus berkembang dan menghadirkan karya-karya yang mampu diterima masyarakat. //Her

Type above and press Enter to search.