TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Dari Puisi hingga Audiovisual, Expo Seni 2026 ISI Surakarta Tampilkan Karya Para Mahasiswa Juara

Seremoni pembukaan EXPO Seni 2026 ISI Surakarta 

WARTAJOGLO, Solo – Seni tidak berhenti ketika sebuah karya selesai. Di tangan mahasiswa, proses berkarya menjadi ruang untuk belajar, berkompetisi, meraih prestasi, sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat.

Semangat itu terasa dalam Expo Seni 2026 ISI Surakarta yang digelar 23–24 September 2026 di Pendapa GPH Joyokusumo dan Teater Besar Kampus Kentingan. 

Mengusung tema “Transformasi Seni, Menggerakan Peradaban” dengan tagline “Gema Karya Prestasi Mahasiswa”, kegiatan ini menampilkan beragam karya mahasiswa yang telah menorehkan prestasi di tingkat regional, nasional hingga internasional.

Expo tersebut sekaligus menjadi ruang experiential learning, sehingga pengunjung tidak hanya melihat hasil akhir karya, tetapi juga dapat menangkap proses kreatif dan perjalanan mahasiswa di balik pencapaiannya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan ISI Surakarta, Dr. Drs. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum., mengatakan karya yang ditampilkan bukan sekadar hasil akhir, melainkan buah dari proses panjang dan persaingan yang ketat.

“Ini bukan sekadar pameran biasa. Yang ditampilkan adalah mahakarya pilihan yang telah lolos sensor kompetisi, baik Peksimida maupun Peksiminas,” ujarnya.

Menurutnya, karya-karya tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan prestasi mahasiswa sekaligus menjadi “etalase emas prestasi ISI Surakarta.”

Beragam karya hadir dalam expo, mulai dari puisi, monolog, tari, karawitan, pencak silat hingga karya audiovisual. Keragaman itu memperlihatkan bagaimana tradisi dan kreativitas kontemporer dapat berjalan beriringan di tangan generasi muda.

Ketua kegiatan, Esha Karwinarno, S.Sn., M.M., menilai antusiasme dan komitmen sivitas akademika menjadi kekuatan utama terselenggaranya Expo Seni 2026.

“Expo ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa karya yang mereka lahirkan tidak hanya berhenti di lingkungan kampus. Karya-karya tersebut harus mampu hadir, diapresiasi, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi menjadi bukti bahwa proses pembelajaran seni dapat menghasilkan karya yang memiliki daya saing sekaligus relevansi di tengah masyarakat. //Bang

Type above and press Enter to search.