POPULER

Proses Kreatif di Balik Terciptanya Poster, Diulas Habis dengan Ahlinya di Acara <i>Ngesus</i>

Proses Kreatif di Balik Terciptanya Poster, Diulas Habis dengan Ahlinya di Acara Ngesus


Diundang sebagai pembicara di acara Ngesus, Basnendar Herry Prilosadoso menjelaskan panjang lebar tentang berbagai hal di balik terciptanya poster

WARTAJOGLO, Solo - Poster merupakan salah satu media ynag efektif untuk mengedukaai masyarakat, dalam berbagai hal. Termasuk salah satunya terkait pandemi wabah corona. 

Dari sebuah poster yang dibuat dengan sangat menarik, maayarakat bisa dengan mudah memahami informasi-informasi penting yang terkandung di dalamnya. Baik itu terkait dengan wabah itu sendiri, maupun langkah-langkah pencegahan sesuai dengan protokol kesehatan. 

Meski terkesan sederhana, tentunya bukan hal mudah untuk membuat poster yang menarik. Tak cukup hanya pintar menggambar, tentunya juga memahami konsep-konsep tertentu agar poster yang dibuat benar-benar menarik perhatian orang. Serta orang yang melihat bisa dengan cepat memahami maknanya. 

Hal-hal terkait proses kreatif dari terciptanya sebuah poster ini dibahas dalam sebuah program acara bertajuk 'Ngesus', Ngerumpi Seputar Solo. Yang ditayangkan secara Live Streaming di FB milik Yayok Aryoseno, yang juga merupakan host di acara ini. 

Sebagai pembicara dalam acara yang tayang pada Jumat (26/6) kemarin adalah Basnendar Herry Prilosadoso, founder dari Komunikotavisual. Sebuah organisasi independen yang selama ini kerap menggelar beragam acara edukatif di Kota Solo. 

Salah satu bentuk aksi yang dilakukan oleh Komunikotavisual dalam rangka pencegahan wabah corona adalah pembuatan 100 poster, yang tiap hari diupload satu persatu di berbagai aplikasi media sosial. 

Lewat tampilan visual maupun narasi di dalamnya, beragam desain poster karya Basnendar, mencoba melihat tingkah polah dan bagaimana respon masyarakat. Tentunya dengan semangat optimisme untuk mengajak selalu berbagi, bersatu, dan peduli untuk saling menjaga diri dan sesama.

Yayok Aryoseno, sebagai host pun cukup pintar membawakan acara. Dikemas dengan logat campuran bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, membuat acara talkshow ini terasa begitu santai, tapi tetap serius. 

Dan pada acara talkshow tersebut, Basnendar menjabarkan banyak hal seputar proses dari pencarian ide dan gagasan, sampai eksekusi desain poster. Hingga bisa dinikmati di media sosial maupun media lainnya. 

Dosen FSRD ISI Surakarta ini juga menjelaskan bahwa kondisi WFH dan situasi turunannya, menjadikan ide dan kreativitas lebih maksimal. Dan memicu untuk melihat kondisi dari awal sampai masa transisi akibat virus Covid-19.

Acara Ngesus sendiri tayang tiap hari Jumat jam 7 malam. Di mana tiap minggu akan dibahas berbagai topik yang berbeda. Tentunya tetap seputar Kota Solo. 

"Tujuan dari kampanye ini agar masyarakat bisa lebih mengetahui dan mengedukasi dalam mencegah wabah pandemi melalui beragam konten poster yang bersifat persuasif, mengedukasi tanpa menggurui, dan menyampaikan informasi dengan sudut pandang yang lain," ujar Basnendar usai acara talkshow. //bang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel