POPULER

Ini Kunci Sukses Bisnis Sandiaga Uno dan Puspo Wardoyo, di Tengah Pandemi

Ini Kunci Sukses Bisnis Sandiaga Uno dan Puspo Wardoyo, di Tengah Pandemi

WARTAJOGLO, Solo - Masa pandemi telah memberi pukulan tersendiri pada berbagai dunia usaha. Banyak tempat usaha yang harus gulung tikar, karena harus menghentikan aktifitas produksi, demi mencegah penyebaran virus corona. 

Berbagai upayapun dilakukan oleh para pelaku usaha agar tetap bisa bertahan di tengah situasi yang sulit. Namun tentu hal itu bukan perkara mudah. Sebab dibutuhkan kecakapan tersendiri yang didasarkan pada pengalaman hidup, untuk bisa lepas dari krisis.

Hal inilah yang mendorong para mahasiswa IAIN Surakarta, terutama dari UKMI Nurul Ilmi. Untuk menggelar webinar nasional kewirausahaan, dengan tema ‘New Normal New Creative Bussiness Idea’, pada Senin (2/11) siang.

Dan tak tanggung-tanggung, dalam webinar ini mereka menghadirkan tokoh pengusaha yang pernah menjadi calon wakil presiden, Sandiaga Uno. Serta pengusaha sukses sarat pengalaman yang juga owner Wong Solo Group, Puspo Wardoyo.

Dipandu oleh moderator Faris Isnawan melalui Zoom Meeting, Baik Puspo Wardoyo maupun Sandiaga Uno membeberkan beragam tips bisnis agar bisa bertahan di tengah pandemi. Puspo Wardoyo sendiri yang mendapat kesempatan pertama lebih banyak menekankan pada penerapan syariat Islam dalam bisnisnya. Di mana dengan penerapan syariat yang kuat, maka kesuksesan bisa dengan mudah diraih.

“Syariat agama akan bisa membentuk akhlak. Nah dengan akhlak yang baik inilah, maka seorang pengusaha akan bisa meraih sukses. Dia tidak akan berbuat curang, dia akan jujur dan tidak akan berbuat maksiat. Sebab maksiat inilah yang bisa membuat siapapun jatuh, termasuk pengusaha. Dan tentunya jangan lupa bersedekah. Sebisa mungkin 30 persen dari yang kita dapatkan, kita alokasikan untuk sedekah. Saya jamin Anda akan sukses,” jelas Puspo Wardoyo.

Puspo Wardoyo menekankan agar pantang menyerah dalam bisnis
Sedangkan terkait situasi pandemi yang banyak memukul duinia usaha, Puspo mengatakan bahwa pihaknya juga sempat mengalami pukulan itu. Hal ini terjadi di awal-awal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mewajibkan semua restoran tutup. Namun untunglah beberapa waktu sebelum masa pandemi datang, Wong Solo Group sudah menciptakan produk inovatif yang diberi label MakanKu. Yang selanjutnya dijadikan andalan di tengah situasi, yang tidak memungkinkan orang untuk makan di restoran.

“Kami sempat terpuruk di awal pandemi. Tapi dengan segala keyakinan dan pengalaman yang ada, kami bisa tetap bertahan. Salah satunya dengan peningkatan penjualan nasi kotak yang jumlahnya cukup signifikan. Dan satu hal yang juga menjadi gebrakan adalah kita munculkan produk inovatif MakanKu,” lanjut pengusaha 64 tahun ini.

MakanKu memang menjadi produk andalan Wong Solo Group, karena dipandang sesuai dengan situasi pandemi saat ini. Dengan produk ini maka orang tidak perlu repot harus masak atau bahkan keluar rumah untuk makan di restoran. Sehingga terhindar dari penularan virus corona.

“Dengan teknologi yang ada, maka orang cukup diam di rumah dan memasak sendiri dengan pemanas yang sudah tersedia di dalam kemasan. Sehingga tidak perlu khawatir kontak dengan orang luar yang dikhawatirkan membawa virus corona,” ungkap pria yang mengaku suka memasak sejak masih remaja ini. 

Tak hanya bercerita tentang pengalaman bisnisnya, Puspo Wardoyo juga memberikan tips sukses untuk para peserta webinar yang berarsal dari seluruh Indonesia itu. Salah satunya adalah semangat pantang menyerah. 

“Dalam bisnis jangan pernah menyerah. Intinya kita harus fokus dan tekun. Karena itu pilihlah bidang yang memang kita sukai. Dan jalani itu dengan sungguh-sungguh. Kalau misalnya kesulitan dalam perjalanan, jalinlah kerjasama dengan pihak lain yang lebih sukses. Karena dalam agama (Islam) ada seruan agar kita senantiasa menjalin kerjasama dalam kebaikan. Yang tentunya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Dalam hal ini kesuksesan dalam bisnis,” tegasnya.

Peluang di Era Digital

Sementara itu, sejalan dengan apa yang disampaikan Puspo Wardoyo, Sandiaga Uno juga menegaskan agar perlunya semangat pantang menyerah dalam bisnis. Bagi Sandy, pebisnis tidak boleh menengok ke belakang, tetapi harus selalu menatap ke depan. Karena itu tidak boleh ada rasa takut mengalami kegagalan. 

Sandiaga Uno mengingatkan besarnya peluang bisnis di era digital
“Kegagalan itu bukan hambatan. Kegagalan-kegagalan yang kita alami adalah anak tangga untuk meraih kesuksesan. Sebab dari kegagalan-kegagalan itu kita akan dapat banyak pengalaman. Yang membuat kita bisa dengan mudah mengantisipasi serangkaian masalah, yang mungkin akan kita hadapi di depan,” jelasnya. 

Karena itulah Sandy menekankan agar seorang pelaku usaha haruslah memiliki skill entrepreneurship. Yang bisa membuatnya adaptif dengan berbagai perubahan situasi. Sehingga tentunya bisa melakukan kreatifitas maupun inovasi untuk tetap bisa bertahan, di tengah situasi seperti pandemi saat ini. 

“Era digital ini sebenarnya peluang bagi mereka yang kreatif dan inovatif, terutama dalam memanfaatkan media sosial. Jadi jangan hanya gunakan media sosialmu untuk eksis, tapi gunakanlah untuk bisnis. Karena mereka yang menguasai kemampuan itu, akan memiliki peluang lebih besar untuk sukses. Terlebih di situasi pandemi saat ini. Bisnis-bisnis online akan lebih mendominasi pasar daripada yang konvensional,” sambung mantan wakil Gubernur DKI Jakarta ini. 

Sandy juga mengingatkan bahwa saat ini pola-pola bisnis dengan berkompetisi secara langsung sudah tidak terlalu efektif. Justru kesuksesan bisa dengan mudah diraih dengan cara berkolaborasi. Karena itulah, para pelaku usaha harus menjalin jaringan kerjasama dengan pihak lain, agar memudahkan dalam memajukan bisnis yang dikembangkannya.

“Modal utama dari seorang pebisnis itu adalah ide-ide kreatif. Yang untuk mewujudkannya bisa dengan menjalin kolaborasi. Dengan begitu kita akan bisa selalu mendapatkan solusi dari berbagai masalah yang kita hadapi. Intinya, sebagai anak muda jadilah bagian dari solusi untuk negeri ini, bukan malah menjadi bagian dari masalah yang harus dihadapi,” pungkasnya. //sik 

Video Terkait:

Iklan Atas Artikel


 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel