POPULER

Panas..! Jawab Tudingan Miring Soal Keuangan, Mantan Menkeu Pasoepati Ungkap Borok Sang Presiden

Panas..! Jawab Tudingan Miring Soal Keuangan, Mantan Menkeu Pasoepati Ungkap Borok Sang Presiden

WARTAJOGLO, Solo - Buntut pengunduran diri Milia Jatmiati SH sebagai Menteri Keuangan DPP Pasoepati, jajaran pengurus kelompok suporter sepak bola dari Kota Solo itupun bergolak. Sebab dalam pengunduran dirinya, Lia sapaan Milia menyebut bahwa dirinya kecewa dengan kinerja Presiden Pasoepati, yang dinilai tidak sesuai dengan janji kampanyenya.

Seolah tak ingin disalahkan, Presiden Pasoepati dan wakilnya pun membantah apa yang disampaikan Lia. Dia menyebut bahwa justru Lia sengaja dinonaktifkan karena bermasalah dalam pengelolaan keuangan Pasoepati.

Milia Jamiati
Milia Jamiati, mantan Menteri Keuangan Pasoepati

Mendengar penjelasan itu, tentu saja wanita 44 tahun ini tidak bisa terima. Karena itu diapun lantas membuka seluruh laporan keuangan dari Pasoepati, yang justru tak jarang harus ditalangi dengan dana pribadinya. 

"Saya memandang bahwa Presiden Pasoepati tidak sportif dan tidak bijak. Karena penonaktifan saya dilakukan secara lisan tanpa surat resmi. Itupun setelah saya mencoba meminta pertanggungjawaban rincian pengeluaran keuangan yang digunakan Presiden Pasoepati. Yang dikeluarkan melalui beberapa kali transfer ke salah satu rekening bank," jelas Lia dalam keterangannya tertulisnya.

Lia juga menyoal pertanggung jawaban pengeluaran uang senilai Rp. 5 juta yang pernah dikeluarkan oleh DPP Pasoepati lama. Yang langsung digunakan oleh Presiden Pasoepati tanpa adanya nota pengeluaran kepada dirinya.

"Yang juga saya sesalkan adalah upaya memblow up laporan keuangan rapat DPP tanggal 23 Agustus 2021, yang memang belum lengkap. Padahal saya sudah membuat laporan lengkapnya pada 8 September 2021 pagi, sebelum presiden menggelar konferensi pers," lanjut Lia.

Ditambahkan bahwa selama menjabat Menteri Keuangan Pasoepati dirinya hanya menerima uang pemasukan selama bulan Januari - Maret 2021. Padahal pengeluaran uang untuk kegiatan DPP Pasoepati dari bulan Januari sampai dengan Maret 2021 sudah mencapai Rp. 38.957.300,-. Dan semuanya memakai dana talangan yang dikeluarkan dari kantong pribadinya. 

Sebagai bentuk jawaban atas tudingan yang di lontarkan mantan petingginya di Pasoepati, dalam releasenya Milia juga melampirkan rincian pengeluaran keuangan dari mulai bulan Januari hingga Juli 2021 dengan total pengeluaran sebesar Rp. 52.463.590,-. Pemasukan sebesar Rp 43.500.000,- sudah termasuk uang dari DPP Pasoepati lama sebesar Rp. 5 juta. Sehingga jika di jumlahkan minus Rp 9.851.590,-

"Seluruh laporan keuangan sudah saya serahkan ke DPP Pasoepati dan Ketua Majelis Pasoepati. Laporan keuangan lengkap saya serahkan ke Wapres Pasoepati. Tak terkecuali bukti nota dan transfer juga saya sertakan dalam laporan pengeluaran tersebut," pungkasnya. //Bang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel