POPULER

Bos Wong Solo Grup Ungkap rahasia di Balik Berdirinya Kali Pepe Land

Bos Wong Solo Grup Ungkap rahasia di Balik Berdirinya Kali Pepe Land

WARTAJOGLO, Boyolali - Memanfaatkan kawasan bantaran sungai untuk kegiatan yang bersifat produktif, saat ini tengah menjadi tren di kota-kota besar Eropa.

Di mana banyak bantaran sungai yang sebelumnya tak terurus disulap menjadi kawasan yang bersih dan indah. Sehingga kemudian dijadikan tempat wisata, kegiatan ekonomi ataupun seni budaya.

Hal itu pula yang menginspirasi seorang pengusaha kuliner asal Kota Solo, H. Puspo Wardoyo, yang menyulap kawasan Kali Pepe di wilayah Gagak Sipat, Ngemplak, Kabupaten Boyolali dan Gawanan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi destinasi wisata baru, yang disebut Kali Pepe Land.

Aksi Puspo Wardoyo terbilang nekat. Sebab untuk menciptakan kawasan ini dirinya harus rela merogoh kocek pribadi hingga bermilyar-milyar rupiah, tanpa harus berpikir untuk mencari keuntungan dari sana.

"Saya berangkat dari rasa senang dengan keindahan alam. Terlebih saat ini Kota Solo belum memiliki destinasi wisata yang di dalamnya terintegrasi berbagai wahana. Karena itulah saya kemudian terpikir untuk menciptakan destinasi wisata tersebut. Di mana semua orang bisa menikmatinya tanpa harus bayar," jelas Puspo saat ditemui di kawasan Kali Pepe Land, pada Rabu 20 Juli 2022.

Kali Pepe Land memang telah mengubah kawasan Kali Pepe yang sebelumnya begitu kumuh dan kotor, menjadi kawasan yang sangat indah, asri, dan tentunya nyaman sebagai tempat jalan-jalan.

H. Puspo Wardoyo, owner Wong Solo Grup yang juga penggagas Kali Pepe Land

Untuk itu Puspo rela mendatangkan puluhan pohon pule berukuran besar untuk menyulap kawasan Kali Pepe yang gersang menjadi sebuah hutan yang rindang.

"Kawasan ini sebelumnya gersang. Lalu saya sulap jadi seperti hutan. Saya sengaja datangkan pohon-pohon pule dari Jawa Timur, agar bisa menyulap kawasan ini jadi hutan dengan cepat," lanjut owner Wong Solo Grup itu.

Di Kali Pepe Land para pengunjung bisa menikmati sejuk dan indahnya suasana di tepi sungai yang asri sembari menikmati berbagai sajian kuliner yang disediakan di sana.

Ya, sebagai pengusaha kuliner, Puspo juga menyiapkan kedai-kedai yang menawarkan beragam jenis makanan. Sehingga bisa menjadi obyek wisata kuliner bagi para pengunjung.

"Semua orang bebas masuk ke sini, gratis. Paling cuma bayar parkir aja. Lalu mereka bisa bebas jalan-jalan, nongkrong sambil mencicipi berbagai macam makanan. Tapi untuk makanan tetap beli. Lalu makannya bisa bebas pilih tempat yang dirasa paling nyaman," ujar pria yang memiliki ratusan gerai ayam bakar di seluruh Indonesia dan luar negeri itu.

Dengan apa yang telah dilakukan, sebuah perubahan ekonomi secara signifikan terjadi pada warga di sekitar Kali Pepe Land.

Sebab dengan dibangunnya sebuah jembatan yang menghubungkan wilayah Gagak Sipat dengan Gawanan, maka warga bisa berlalu lalang dengan mudah.

Jembatan itu sendiri dibangun dengan dana pribadi Puspo Wardoyo, guna membantu warga agar mudah dalam beraktifitas di sekitar wilayah itu.

Selain itu di tiap hari libur, kawasan Kali Pepe Land dibuka untuk kegiatan pasar tumpah, yang menampung ratusan para pelaku UMKM di sekitarnya.

"Kali Pepe Land ini tak hanya menyediakan tempat wisata, tapi juga telah memberi penghidupan kepada warga di sekitarnya. Untuk saat ini setidaknya ada 150 orang yang menjadi karyawan saya untuk mengelola kawasan ini, yang berasal dari warga di sekitar Kali Pepe. Belum lagi pas hari libur, ratusan pelaku UMKM saya fasilitasi untuk membuka usaha di sini. Hal ini saya lakukan karena saya ingin ekonomi masyarakat termasuk sektor UMKM bisa bangkit," ungkapnya.

Meski telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, proses pembangunan kawasan ini masih terus dilakukan.

Masih ada banyak titik yang sedang digarap untuk benar-benar mengubah kawasan ini menjadi sebuah destinasi wisata keluarga yang lengkap.

"Saya ingin nantinya warga Solo tak perlu lagi jauh-jauh ke Yogya atau tempat lain. Cukup datang ke sini karena di sini akan ada semuanya. Nantinya akn ada wahana arung jeram, flying fox, kolam ikan, bahkan penginapan. Tak cuma saya juga akan merevitalisasi sebuah jembatan lori bersejarah yang dibangun pada abad 18. Jadi saat ini mungkin bisa saya katakan kalau Kali Pepe Land ini baru 30 persen. Jadi kemungkinan 2 tahun ke depan semuanya akan tuntas," beber Puspo Wardoyo.

Karena itulah, Puspo Wardoyo berharap ada dukungan dari semua pihak untuk langkah yang dilakukannya.

Hal ini penting karena untuk bisa mewujudkan sebuah kawasan seperti Kali Pepe Land hanya bisa dilakukan oleh sektor swasta.

"Pemerintah mungkin tidak akan pernah terpikir untuk membuat seperti ini. Karena mungkin tidak ada anggarannya. Makanya diperlukan kolaborasi dengan pihak swasta. Apalagi yang saya lakukan juga sejalan dengan program pemerintah untuk merevitalisasi kawasan bantaran sungai, tanpa merusak ekosistem yang ada," tandas Puspo.

Ke depan, kawasan Kali Pepe Land juga bisa menjadi obyek wisata edukatif, di mana masyarakat bisa berwisata sambil belajar terkait berbagai wahana yang ada di kawasan ini. Sehingga nantinya juga akan cocok untuk kunjungan wisata bagi para pelajar. //Bang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel