POPULER

Pasar Tumpah dan Upaya Pemberdayaan UMKM di Kali Pepe Land

Pasar Tumpah dan Upaya Pemberdayaan UMKM di Kali Pepe Land

WARTAJOGLO, Karanganyar - Pasar tumpah menjadi salah satu trend di masyarakat yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan sebuah kawasan.

Dan agaknya hal ini pula yang dilihat oleh pengelola obyek wisata Kali Pepe Land, seiring dengan perkembangannya sebagai sebuah obyek wisata baru di wilayah Solo raya.

Program Pasar Tumpah sengaja diciptakan sebagai upaya menjalin kolaborasi dengan para pelaku UMKM untuk sama-sama berkembang membangkitkan perekonomian.

Pasar Tumpah sendiri digelar di tiap hari Minggu dan libur di sepanjang kawasan obyek wisata yang menonjolkan nuansa indahnya bantaran Kali Pepe ini.

Yang menarik, dalam penyelenggaraan Pasar Tumpah ini, pihak pengelola Kali Pepe Land tidak  memungut biaya sepeser pun dari pedagang dan pelaku UMKM.

"Di sini tujuan kita adalah untuk berkembang bersama. Jadi kita ingin perkembangan Kali Pepe Land ini juga bisa berdampak pada masyarakat di sekitarnya dalam hal ini para pelaku UMKM," jelas Muhammad Ghurda, Manager Area Kali Pepe Land saat ditemui pada Minggu 21 Agustus 2022.

Suasana Pasar Tumpah di Kali Pepe Land

Meski demikian pihaknya juga menerapkan aturan untuk bisa menciptakan situasi Pasar Tumpah yang tertib. Sehingga bisa membuat pengunjung selalu merasa nyaman.

"Untuk pemerataan dan pertimbangan kenyamanan pengunjung, kita terapkan sistem rolling. Artinya dari ratusan yang telah mendaftar, maka mereka akan bergiliran untuk bisa berjualan di sini," lanjut Ghurda.

Sektor UMKM memang menjadi bidikan pengelola Kali Pepe Land, karena pihaknya ingin sektor ini kembali berkembang usai terjangan pandemi. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dilansir dari situs Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sebagai salah satu pilar perekonomian Indonesia, UMKM memiliki peran yang signifikan dalam pembangunan nasional.

Hal ini karena UMKM memiliki kontribusi besar terhadap PDB yaitu 61,97% dari total PDB nasional atau setara dengan Rp. 8.500 triliun pada tahun 2020.

UMKM juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar yaitu 97%, dari daya serap dunia usaha pada tahun 2020. 

Jumlah UMKM yang banyak berbanding lurus dengan banyaknya lapangan pekerjaan di Indonesia, sehingga UMKM memiliki andil besar dalam penyerapan tenaga kerja.

UMKM juga menyerap kredit terbesar pada tahun 2018 sebesar kurang lebih Rp. 1 triliun

Hal ini tentu sejalan dengan tekat dari penggagas Kali Pepe Land, H. Puspo Wardoyo. Di mana menurutnya kawasan tersebut didirikan dengan semangat dari rakyat dan untuk rakyat.

"Kawasan Kali Pepe ini kan milik rakyat. Karena itulah begitu kita kelola, maka semuanya kita gunakan untuk kepentingan rakyat banyak. Orang bisa bebas masuk ke sini untuk berlibur gratis. Para pelaku UMKM juga bisa berjualan gratis di sini. Jadi semua ini dari rakyat dan untuk rakyat," jelas Puspo Wardoyo dalam sebuah kesempatan.

Kawasan Kali Pepe Land sendiri saat ini masih terus melakukan pengembangan. Yang mana ke depan akan segera hadir berbagai sarana dan prasarana penunjang, terutama berbagai wahana hiburan.

"Saat ini kita masih soft launching. Dan ini baru sekitar 40 persen. Sebab nanti akan ada banyak wahana hiburan yang dibuat untuk melengkapi kawasan ini sebagai tempat wisata keluarga. Akan ada berbagai wahana hiburan termasuk penginapan serta pabrik, yang bisa digunakan untuk study tour," imbuh owner Wong Solo Group ini.

Dan yang tak kalah menarik, Kali pepe Land juga akan memosisikan diri seperti Taman Hiburan rakyat (THR) di mana secara berkala akan ada live music yang diisi oleh berbagai kelompok musik dari berbagai genre.

"Kami mengundang kelompok-kelompok musik dari berbagai genre, baik itu pop, campursari, rock ataupun dangdut untuk tampil di sini memberikan hiburan kepada para pengunjung. Sehingga nantinya Kali Pepe Land akan berubah menjadi seperti THR yang bisa menyajikan hiburan menarik untuk masyarakat," pungkasnya.//Bang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel