POPULER

Ngeri, Kota-Kota di Kawasan Ini Terancam Hilang Akibat Krisis Iklim

Ngeri, Kota-Kota di Kawasan Ini Terancam Hilang Akibat Krisis Iklim

WARTAJOGLO, Jakarta - Krisis iklim bisa memicu turunnya permukaan tanah dan air laut semakin naik.

Bila hal ini terjadi, maka akan banyak kota yang terancam hilang karena tenggelam. Dan kondisi ini sudah mulai terlihat di kawasan Pantai Utara Jawa.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Deputi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Mochamad Saleh Nugrahadi saat bertemu awak media pada Senin 17 Juli 2023.

"Kalau kita tidak atasi (krisis iklim), tentunya banyak kota kita yang akan hilang," kata Saleh.

Krisis iklim bisa memicu meningkatnya permukaan laut

Terkait kondisi di Pantai Utara Pulau jawa, Saleh menyebut bahwa garis pantai semakin mendekat, yang berarti bahwa ada penurunan permukaan tanah.

"Yang sekarang terjadi di pantai utara Pulau Jawa, bagaimana di kota-kota pesisir, garis pantai semakin mendekat. Kenapa mendekat? Karena banyak hal, entah itu abrasi atau memang tanahnya turun sementara air lautnya naik," ujar Saleh.

Lebih lanjut, Saleh mengatakan kondisi tersebut tentu akan diikuti oleh dampak yang tak diinginkan lainnya misalnya semakin berkurangnya ruang hidup.

"Di Indonesia, kita kan negara kepulauan dan kebetulan memang kota-kota yang padat itu berada di pesisir. Dampaknya, tentunya dengan banyak pulau yang hilang, otomatis habitat hilang, ruang hidup makin berkurang," imbuhnya.

Selain kota atau pulau yang terancam hilang, Saleh mengatakan krisis iklim juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Sebagai contoh, perubahan suhu, curah hujan, dan kelembaban akan menyebabkan peningkatan pertumbuhan nyamuk Anopheles yang merupakan penyebar penyakit malaria.

"Kemudian kalau kemarau berkepanjangan juga jadi banyak debut, bisa menyebabkan penyakit ISPA," tutur Saleh.

Di samping itu, Saleh menambahkan krisis iklim juga akan membawa dampak buruk pada ketersediaan air, pangan, hingga keanekaragaman hayati.

Oleh karenanya, pemerintah melakukan berbagai upaya termasuk membuat regulasi dalam rangka mengendalikan perubahan iklim dan memastikan regulasi tersebut terimplementasi dengan baik di semua lini.

"Selain itu, kita juga melakukan monitoring dan evaluasi, (regulasi) ini jalan semua atau tidak. Ini memang sesuatu yang tidak mudah karena menyangkut banyak pihak." ujar Saleh Nugrahadi. //Lis

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close