TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Breaking News

Dukung Pertanian Berkelanjutan, FP UTP dan LSP-PO Gelar Uji Kompetensi Pertanian Organik

WARTAJOGLO, Solo - Fakultas Pertanian Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian-Pertanian Organik (LSP-PO) menggelar Kegiatan Uji Kompetensi Pertanian Organik.

Kegiatan yang diadakan di kampus 1 dan Fakultas Pertanian UTP pada Jumat 7 Juni 2024 tersebut, merupakan bentuk upaya mendukung perkembangan pertanian berkelanjutan, dan memperkuat kompetensi dosen mahasiswa pertanian UTP, serta kelompok tani binaan FP UTP dalam mengelola sistem pertanian organik.

Fakultas Pertanian Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian-Pertanian Organik (LSP-PO) menggelar Kegiatan Uji Kompetensi Pertanian Organik

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UTP, Prof. Winarti yang didampingi oleh Wakil Rektor 1 Dr. Ir. Suswadi, M.Si dan Dekan FP Ir. Agus Budiono, MP. 

Jumlah peserta total ada 23 orang yang terbagi menjadi 14 mahasiswa, 3 dosen dan 6 petani.  

Uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan para peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menerapkan praktik-praktik pertanian organik, yang berstandar nasional dan internasional.

Kegiatan yang diadakan selama satu hari ini dibagi menjadi dua sesi yaitu uji tes tertulis dan uji parktik lapangan. 

Uji Tes Tertulis untuk mengukur pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip dasar pertanian organik, manajemen tanah, pengendalian hama terpadu, dan regulasi pertanian organik. 

Sedangkan untuk ujian praktik lapangan peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam melakukan berbagai kegiatan pertanian organik, seperti pembuatan kompos, atau pemanfaatan pestisida alami. serta pengelolaan air secara organik. 

Setelah itu mereka mempresentasikan hasil dari uji praktik ke asesor. 

Suswadi yang ditemui di sela-sela uji asesor menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi para pelaku pertanian organik khususnya dosen dan mahasiswa. 

"Dengan memiliki sertifikat kompetensi, khususnya mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi dari BNSP akan mendapatkan sertifikat pendamping ijazah dan itu dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi lulusan sehingga kita harapkan mahasiswa yang mendapat sertifikat bisa memperoleh pekerjaan yang lebih sesuai dengan bidangnya, khususnya di bidang pertanian,” ucapnya. 

Sedangkan menurut I Nyoman Oka Tridjaja, P.hD Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong pertanian berkelanjutan di Indonesia. 

Pertanian organik tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan konsumen, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. 

Melalui uji kompetensi ini, diharapkan akan lahir lebih banyak calon-calon petani hebat yang mampu menerapkan teknologi dan metode pertanian organik secara profesional.

“Pentingnya uji kompetensi pertanian organik ini melihat bagaimana SDM kita khususnya di bidang organik bisa bersaing di tingkat regional maupun internasional. Kalau tidak punya barang organik yang asli dari Indonesia, para buyer dari luar negeri nanti pasti akan tanya, apakah produk ini diproduksi oleh SDM yang berkompeten atau belum," jelas Oka.

Oleh karena itu kompetensi ini sangat penting di semua aspek pekerjaan. Karena misi besar misi besar dari pertanian organik untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran terutama karena tekanan penduduk yang besar, pembabatan hutan, perluasan kebun.

Yang mana akibatnya menimbulkan emisi gas yang tinggi, dan menimbulkan perubahan iklim seperti yang kita rasakan ini, suhu makin tinggi yang menyebabkan panas. 

Oka juga menambahkan bahwa ada beberapa indikator SDM yang kompeten di bidang pertanian organik yaitu harus memahami atau memiliki pengetahuan yang cukup, skill yang memadai, sikap kerja yang relevan dengan pekerjaan, serta harus inovatif, inspiratif dan berintegritas untuk menyongsong Indonesia emas 2045 yang akan datang.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti Uji kompetensi ini Dimar Prabawati menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan ini. 

"Uji kompetensi ini sangat membantu saya sebagai mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang pertanian organik. Saya jadi lebih percaya diri dalam mengelola lahan dan berharap nantinya bisa menghasilkan produk organik yang berkualitas tinggi," ungkapnya. //Ril

Type above and press Enter to search.

close