| Seorang peziarah memasuki gerbang komplek makam Sunan Pandanaran di Klaten |
WARTAJOGLO, Jakarta – Jawa Tengah dan Uzbekistan membuka peluang besar dalam mengembangkan wisata religi lintas negara.
Kedua wilayah yang sama-sama memiliki warisan spiritual Islam bersejarah itu, tengah menjajaki kerja sama yang diharapkan dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menyampaikan bahwa wisata religi bisa menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan kedua negara.
“Di Uzbekistan ada makam tokoh muslim Imam Bukhari. Artinya wisata religi di Jawa Tengah dan di Uzbekistan mungkin nanti bisa dikoneksikan,” katanya saat menghadiri perayaan *34th Anniversary of The Independence of The Republic of Uzbekistan* di Jakarta Selatan, Rabu malam 1 Oktober 2025.
Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu pusat wisata religi di Indonesia, mulai dari Makam Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus di Kudus, hingga Sunan Muria di Colo.
Setiap tahun, ribuan peziarah datang untuk mengenang perjalanan dakwah para wali.
Sementara Uzbekistan menyimpan situs bersejarah penting bagi dunia Islam, salah satunya Kompleks Memorial Imam Bukhari di Samarkand, seorang ulama besar penyusun kitab hadis Shahih Bukhari yang mendunia.
Situs ini bahkan tengah dikembangkan menjadi pusat spiritual dan pendidikan internasional.
Kesamaan ini, menurut Sumarno, membuka peluang kolaborasi wisata religi yang saling terhubung.
“Kedua wilayah punya potensi yang sama-sama kuat. Jika terkoneksi, bukan tidak mungkin lahir paket wisata religi internasional antara Jateng dan Uzbekistan,” ujarnya.
Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, mengungkapkan bahwa pemerintahnya kini sedang membangun *Pusat Peradaban Islam di Tashkent. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi pusat rujukan dunia Muslim.
“Kami yakin, situs-situs ini akan menjadi magnet spiritual yang menarik wisatawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia,” katanya.
Pada 2024, jumlah wisatawan asing yang datang ke Uzbekistan telah menembus 10 juta orang. Dengan dibukanya jalur kerja sama wisata religi bersama Indonesia, angka ini diyakini akan terus meningkat.
Selain wisata religi, kedua pihak juga tengah menjajaki peluang wisata halal yang kini menjadi tren global.
Jawa Tengah dengan destinasi seperti Masjid Agung Demak, makam para wali, hingga pondok pesantren, memiliki modal besar untuk dikembangkan dalam jejaring pariwisata Muslim.
“Jika wisata religi dan halal ini terhubung dengan Uzbekistan, maka Jateng berpotensi menjadi salah satu pintu gerbang wisata religi dunia Muslim,” kata Sumarno.
Meski masih dalam tahap penjajakan, baik Jateng maupun Uzbekistan optimistis hubungan ini segera ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian resmi.
Jateng dan Uzbekistan Siap Koneksikan Wisata Religi Dunia Muslim https://t.co/E7uzZ9OuLO
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) October 1, 2025
Apalagi kedua daerah dipersatukan oleh kesamaan agama, sejarah, dan budaya.
“Wisata religi bukan sekadar ziarah, tapi juga penguatan persaudaraan umat Islam lintas negara,” pungkas Sumarno. //Sik