TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Hilang Misterius Selama 10 Bulan, Tukirah Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Petugas melakukan proses identifikasi di lokasi penemuan kerangka Tukirah

WARTAJOGLO, Wonogiri - Misteri yang menyelimuti hilangnya Tukirah (69), seorang warga Dusun Tinasat, Desa Gesing, Kecamatan Kismantoro, akhirnya terungkap setelah hampir sepuluh bulan tak ada kabar. 

Pada Senin pagi, 1 Desember 2025, sekitar pukul 06.00 WIB, warga digegerkan oleh penemuan kerangka manusia di area perkebunan RPH Tinasat yang kemudian dipastikan merupakan jasad almarhumah Tukirah. 

Kronologi penemuan dimulai ketika seorang warga bernama Gunawan (35) sedang mencari pakan ternak di kawasan tersebut. 

Saat melintas, ia melihat adanya tulang belulang yang diduga kerangka manusia. Gunawan lantas memanggil rekannya, Jaimin (64), untuk memastikan temuan tersebut.

Yang selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT Fachul Hasan, dan diteruskan secara berjenjang kepada Pemerintah Desa serta Polsek Kismantoro. 

Menurut catatan Polsek Kismantoro, Tukirah sebelumnya telah dilaporkan hilang pada 31 Januari 2025, dan upaya pencarian yang dilakukan kala itu belum membuahkan hasil.

Di lokasi penemuan, petugas gabungan dari Polres Wonogiri, tim Inafis, dan Puskesmas Kismantoro segera melakukan olah TKP. 

Proses identifikasi kerangka diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang yang identik dengan korban, di antaranya sandal warna kuning merek Melly dan pakaian pendek warna hitam yang sesuai dengan pakaian terakhir yang dikenakan almarhumah. 

Keluarga korban, yang diwakili oleh saksi bernama Mesni, membenarkan kecocokan barang-barang tersebut. 

Dokter Puskesmas Kismantoro, dr. Muhammad Nasir, setelah melakukan pengecekan medis, memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindak pidana yang ditemukan pada kerangka tersebut. 

“Kami memastikan bahwa penyebab kematian tidak berkaitan dengan tindak pidana. Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan barang-barang yang ditemukan dan kecocokan keterangan keluarga,” jelas dr. Nasir dalam laporan kepada penyidik. 

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo, menyampaikan apresiasi atas kecepatan warga dalam melapor. 

“Polres Wonogiri berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat dan responsif pada setiap laporan masyarakat. Kami juga mengimbau warga untuk segera melapor jika mengetahui adanya hal mencurigakan atau kehilangan anggota keluarga,” tegasnya.

Setelah serangkaian pemeriksaan dan proses identifikasi, kerangka Tukirah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. 

Keluarga telah membuat surat pernyataan menerima musibah ini dengan ikhlas dan menolak proses autopsi. //Kls

Type above and press Enter to search.