![]() |
| Tiga mahasiswa ISI Surakarta sukses menyelesaikan program AIMS di Malaysia |
WARTAJOGLO, Shah Alam - Semangat “ISI Surakarta Mendunia” kembali bergema di tingkat internasional.
Tiga mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sukses menorehkan prestasi membanggakan melalui partisipasi mereka dalam program Asian International Mobility for Students (AIMS).
Melalui program ini, mereka berhasil menyelesaikan studi selama satu semester dalam Inbound Exchange Program Semester October 2025 di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Resha Ron Sae, Gilbert Gohnarso, dan Firah Aniq Imtinansyah.
Keberhasilan mereka lolos seleksi hingga menuntaskan seluruh rangkaian program menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa ISI Surakarta mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan akademik internasional, sekaligus membawa nama baik almamater ke panggung global.
Dalam pelaksanaannya, para delegasi ISI Surakarta ditempatkan di kampus dan fakultas yang berbeda di lingkungan UiTM Cawangan Selangor, sesuai dengan konsentrasi keilmuan masing-masing.
Resha Ron Sae menempuh studi di Faculty of Film, Theatre and Animation (FiTA) yang berlokasi di Kampus Puncak Perdana.
Sementara itu, Gilbert Gohnarso dan Firah Aniq Imtinansyah memperdalam keilmuan seni rupa dan desain di Faculty of Art & Design, yang berlokasi di Kampus Puncak Alam.
Perbedaan lokasi kampus tidak menjadi hambatan. Ketiganya justru mendapatkan pengalaman akademik yang kaya, dengan tuntutan adaptasi terhadap sistem pembelajaran internasional, budaya akademik yang beragam, serta interaksi intensif dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Pengalaman lintas negara tersebut tidak terlepas dari peran strategis Program AIMS (Asian International Mobility for Students).
AIMS merupakan program pertukaran mahasiswa unggulan yang memfasilitasi mobilitas akademik antar negara di kawasan Asia Tenggara, Jepang, dan Korea Selatan.
Program ini dirancang untuk memperluas wawasan akademik, meningkatkan kompetensi global mahasiswa, serta memperdalam pemahaman lintas budaya.
Melalui AIMS, mahasiswa tidak hanya belajar sesuai bidang keilmuan, tetapi juga ditempa untuk menjadi duta budaya yang mampu menjembatani perbedaan dan membangun jejaring internasional.
Sejalan dengan tujuan tersebut, keikutsertaan mahasiswa ISI Surakarta di UiTM tidak hanya berfokus pada pendalaman materi seni, film, dan desain.
Lebih dari itu, program ini menjadi ruang diplomasi budaya, di mana gagasan kreatif, nilai seni, dan identitas bangsa saling bertemu dalam suasana akademik yang inklusif dan kolaboratif.
Puncak kegiatan akademik ini ditandai dengan upacara penyerahan sertifikat kelulusan yang digelar di Seminar Hall, UiTM Global, Kompleks Antarabangsa, UiTM Shah Alam, pada Jumat, 16 Januari 2026.
Dalam suasana khidmat, ketiganya menerima Certificate of Completion yang ditandatangani oleh Assistant Vice Chancellor (International) UiTM, Assoc. Prof. Datin Dr. Norazida Mohamed.
Sertifikat ini menjadi penanda resmi bahwa Resha, Gilbert, dan Firah telah memenuhi standar akademik internasional yang ditetapkan UiTM.
Meski rangkaian seremoni telah usai, ketiga mahasiswa tersebut masih akan berada di Malaysia untuk menyelesaikan sejumlah urusan administrasi dan kegiatan pasca-program.
Rencana kepulangan ke tanah air dijadwalkan pada akhir Februari atau awal Maret 2026 mendatang.
Gaungkan “ISI Surakarta Mendunia”, Tiga Mahasiswa Ukir Prestasi Akademik di Malaysia https://t.co/n55h3bGqKU
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) January 18, 2026
Pengalaman mengikuti program AIMS meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
“Pengalaman belajar di UiTM memberikan perspektif baru bagi kami dalam berkarya. Ini adalah langkah kami untuk membuktikan bahwa mahasiswa ISI Surakarta siap bersaing secara global, sesuai semangat waktu PKKMB kami: ISI Surakarta Mendunia,” ujar Resha Ron Sae usai menerima sertifikat kelulusan. //Bang
