TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

“Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Refleksi Kejujuran Perasaan dalam Karya Terbaru Ifan Seventeen

Ifan Seventeen merilis single terbaru berjudul "Jangan Paksa Rindu"

WARTAJOGLO, Jakarta - Ifan Seventeen kembali menyapa penikmat musik Tanah Air lewat single terbarunya berjudul “Jangan Paksa Rindu (Beda)”. 

Lagu ini mengangkat kisah yang dekat dengan banyak pasangan: hubungan yang perlahan berubah, ketika kebersamaan masih terjaga, namun perasaan tak lagi sama seperti dulu.

Diciptakan oleh Ifan bersama Opik Kurdi, lagu ini mengajak pendengar untuk menengok kembali hal-hal sederhana dalam sebuah hubungan. 

Mulai dari kapan terakhir berbincang dari hati ke hati, saling menatap tanpa beban, hingga mengucapkan cinta dengan tulus. 

Dari momen-momen kecil itulah muncul kesadaran bahwa jarak tidak selalu soal fisik, melainkan perasaan yang pelan-pelan menjauh.

“Jangan Paksa Rindu (Beda)” menggambarkan situasi ketika salah satu atau bahkan kedua pihak sudah tidak lagi mampu melanjutkan hubungan, namun masih bertahan karena kebiasaan dan rasa takut kehilangan. 

Lagu ini menegaskan bahwa rindu dan cinta tidak bisa dipaksakan. Ketika hati sudah lelah dan perasaan berubah, memaksa hanya akan melukai lebih dalam.

Alih-alih mempertahankan hubungan dengan setengah hati, lagu ini justru menghadirkan sikap yang tenang dan jujur. 

Merelakan bukan berarti melupakan, melainkan menyimpan kisah yang pernah ada, lalu menutup ruang di hati agar dapat melangkah ke depan dengan lebih utuh.

Ifan Seventeen menjelaskan bahwa lagu ini merepresentasikan banyak pasangan di kehidupan nyata yang tanpa sadar mengkhianati perasaan mereka sendiri.

“Lagu ini tentang banyak pasangan di luar sana yang sebenarnya sudah berada di titik saling mengkhianati perasaan sendiri. Mereka berbohong pada diri mereka masing-masing, tetap bertahan meski sudah sangat tidak nyaman, karena takut keluar dari zona aman,” ujar Ifan Seventeen.

Secara musikal, “Jangan Paksa Rindu (Beda)” hadir dengan aransemen yang sederhana dan emosional. 

Karakter vokal Ifan yang hangat dan penuh penghayatan membuat cerita dalam lagu ini terasa dekat, seolah menjadi cermin bagi pengalaman banyak orang. 

Nuansa sendu yang dibangun tidak berlebihan, justru memperkuat pesan kejujuran dan penerimaan dalam liriknya.

Single ini menjadi bagian dari album terbaru Ifan Seventeen bertajuk Resonance. Album ini membawa Ifan kembali ke fase-fase emosional yang lekat dengan perjalanan musikalnya bersama Seventeen. 

Kata Resonance berasal dari istilah resonansi, yakni getaran suara yang merambat melalui udara. 

Judul ini dipilih karena Ifan ingin setiap lagu dalam album tersebut menghadirkan getaran emosi yang bertahan lama, bahkan setelah lagu selesai didengarkan.

Melalui album Resonance, pendengar tidak hanya diajak menikmati musik, tetapi juga merasakan emosi yang menetap dan menangkap pesan yang tersimpan di setiap lagu. 

Album ini menyuguhkan perjalanan emosional yang utuh, tentang refleksi, penerimaan, kehilangan, harapan, hingga kedewasaan, yang dirangkai dalam sepuluh lagu dengan karakter cerita berbeda-beda.

Album Resonance berisi 10 lagu, yaitu: 1001 Cara, Jangan Paksa Rindu (Beda), Kidung Hawa, Tangisan Di Bawah Hujan, Anomali, Sungguh Sempurna, Menjadi Bintang, Lelaki Hebat, Apa Kabar dan Sakit Hati.

Kesepuluh lagu tersebut saling melengkapi dan membentuk satu benang merah emosional, menjadikan Resonance sebagai album yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan. 

Single “Jangan Paksa Rindu (Beda)” beserta album Resonance resmi dirilis pada 9 Januari 2026 dan telah tersedia di seluruh platform digital streaming.

Karier bermusik Ifan Seventeen sendiri dimulai pada tahun 2008, ketika ia bergabung sebagai vokalis grup band Seventeen melalui proses audisi dan seleksi, menggantikan vokalis sebelumnya. 

Saat itu, Seventeen telah dikenal luas di industri musik Indonesia. Sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu, Ifan turut melahirkan berbagai karya populer seperti Lelaki Hebat, Selalu Mengalah, Jaga Selalu Hatimu, Jalan Terbaik, Menemukanmu, Ayah, hingga Kemarin.

Perjalanan bermusiknya tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun 2018, Ifan harus menghadapi kehilangan besar setelah seluruh rekan band-nya menjadi korban musibah tsunami. 

Meski demikian, Ifan memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan bermusiknya dan terus berkarya hingga kini, mempertahankan eksistensinya di industri musik Indonesia. //Lis

Type above and press Enter to search.