TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Sebut Keraton Surakarta sebagai Paku Bumi, Menbud Fadli Zon Dorong Pengembangan Potensi Lewat Revitalisasi

Menbud RI Fadli Zon duduk satu meja dengan Panembahan Agung Tedjowulan, Gusti Moeng dan Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi dalam acara halal bihalal Keraton Surakarta Hadiningrat

WARTAJOGLO, Solo - Dalam suasana hangat Idul Fitri, Keraton Surakarta Hadiningrat menggelar acara halal bihalal pada Kamis, 26 Maret 2026. 

Bertempat di Sasana Handrawina, acara ini dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, serta para kerabat, sentana dalem, dan abdi dalem.

Tampak pula Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi dan Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Wandansari atau Gusti Moeng.

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, halal bihalal kali ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus menyerukan persatuan demi masa depan keraton.

Hal itu disampaikan Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Surakarta Hadiningrat, Panembahan Agung Tedjowulan saat memberi sambutan.

Ia menekankan bahwa Idul Fitri harus dimaknai sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bersama.

“Idul Fitri adalah momentum yang sangat baik bagi kita untuk kembali ke fitrah. Oleh karena itulah, saya terus-menerus mengajak kita semua untuk meletakkan ego masing-masing dan mengedepankan kepentingan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di atas kepentingan pribadi atau golongan dan kelompok,” tegasnya.

Menurutnya, persatuan internal menjadi kunci utama agar keraton tetap kokoh sebagai simbol budaya Jawa di tengah perubahan zaman.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kembali keharmonisan di lingkungan keraton.

“Idul Fitri juga momentum yang sangat baik bagi Keluarga Besar Keraton Surakarta Hadiningrat untuk kembali rukun, akur, dan kompak. Saling berjabat tangan dan merangkul demi kebaikan bersama dan kemajuan keraton,” lanjutnya.

Karenanya ia mengajak seluruh pihak untuk membuka lembaran baru melalui saling memaafkan.

“Marilah kita saling memaafkan. Dengan demikian, kita dapat menata diri dan keluarga besar, serta lingkungan sekitar dan masyarakat pada umumnya, untuk kemaslahatan bersama,” ungkapnya.

Kehadiran pemerintah dalam acara ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan keraton tidak hanya bergantung pada internal, tetapi juga kolaborasi lintas pihak.

Menbud RI Fadli Zon (dua dari kanan) bersama Gusti Moeng (tengah) meninjau kawasan Keraton Kilen

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa suasana rukun dan persatuan merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan agenda besar pelestarian budaya, khususnya revitalisasi Keraton Surakarta.

“Bagaimanapun, Keraton Kasunanan Hadiningrat ini merupakan paku bumi kebudayaan Jawa. Banyak peristiwa sejarah, peristiwa budaya, dan bangunan peradaban Jawa ada di sini,” jelasnya.

Melalui Kementerian Kebudayaan, pemerintah saat ini tengah menggencarkan program revitalisasi keraton, istana, dan museum di seluruh Indonesia. 

Keraton Surakarta menjadi salah satu prioritas utama, terlebih setelah keberhasilan revitalisasi Panggung Songgobuwono.

Sebagai situs Cagar Budaya Tingkat Nasional sejak 2017, keberadaan keraton juga dilindungi undang-undang, sehingga tanggung jawab pelestariannya menjadi kewajiban bersama.

“Kita mempunyai kewajiban bersama untuk bagaimana Keraton Kasunanan Hadiningrat ini sebagai cagar budaya bisa kembali kita revitalisasi semaksimal mungkin,” tegas Fadli.

Berbekal pengalaman mengunjungi berbagai istana dunia seperti Topkapi Palace di Turki hingga Istana Versailles di Prancis, Fadli Zon optimistis Keraton Surakarta memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya kelas dunia.

Dengan pengelolaan profesional, narasi sejarah yang kuat, serta dukungan teknologi digital, keraton diyakini mampu menarik minat wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi berbasis budaya, termasuk sektor kuliner dan merchandise lokal.

Namun, ia mengingatkan bahwa visi besar tersebut hanya dapat terwujud jika seluruh pihak mampu bekerja bersama dalam suasana yang harmonis.

“Tentu ini bisa kita wujudkan kalau kita bekerja bersama-sama. Mungkin harus ada ke depannya pengelolaan yang profesional, manajemen yang baik,” pungkasnya.

Usai berhalal bihalal, Fadli Zon didampingi Gusti Moeng meninjau kawasan Keraton Kilen yang masuk dalam rencana revitalisasi. //Sik

Type above and press Enter to search.