![]() |
| Jajaran panitia Benning x Padelions 2026. Dari kiri ke kanan: dr.Krisra Sanjaya,founder Bening, lalu project Officer Padelions |
WARTAJOGLO, Solo – Bertanding untuk menjadi juara, tetapi sekaligus membawa manfaat bagi sesama.
Semangat itulah yang diusung dalam Benning x Padelions 2026, turnamen padel yang digelar Lions Club Solo Bengawan dengan dukungan Benning Clinic.
Turnamen yang berlangsung 2-4 Oktober 2026 di Zing Padel Solo tersebut menjadi salah satu gelaran padel terbesar di Solo dengan melibatkan 440 peserta dari berbagai kota.
Tak hanya menawarkan persaingan di lapangan, Padelions juga menyiapkan hadiah uang tunai hingga Rp100 juta serta berbagai doorprize, termasuk dua unit sepeda motor listrik dan paket hadiah dari Benning Clinic maupun sejumlah partner.
Melalui tema “Play with Purpose, Serve for Humanity”, Lions Club Solo Bengawan ingin menjadikan Padelions sebagai ajang olahraga yang memiliki dampak sosial.
Dana yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan kemanusiaan Lions Club Solo Bengawan.
“Di setiap permainan kita memiliki purpose. Intinya, dalam turnamen kita ini bersama dengan charity,” ujar Amalia Ong, Presiden Lions Club Solo Bengawan pada Senin 29 September 2026.
Konsep tersebut membuat Padelions tidak berhenti sebagai kompetisi olahraga. Lapangan padel justru menjadi ruang pertemuan antara komunitas, dunia usaha dan masyarakat.
Bagi Lions Club Solo Bengawan, olahraga menjadi cara untuk mengenalkan bahwa aktivitas yang menyenangkan sekaligus dapat membawa nilai sosial.
“Melalui kegiatan-kegiatan yang kita bisa lakukan tiap hari pun, kita bisa sisipkan nilai sosialnya,” kata Amalia.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari kiprah Lions Club Solo Bengawan yang telah 35 tahun mengabdi di Kota Solo dengan motto We Serve.
Dan Padelions diharapkan menjadi contoh bahwa sebuah event olahraga bisa memiliki tujuan yang lebih besar.
Peserta memang datang untuk mengejar kemenangan, tetapi energi yang tercipta dari pertandingan kemudian diteruskan menjadi manfaat bagi masyarakat.
Dukungan Benning Clinic terhadap Padelions juga lahir dari kesamaan visi untuk memberikan dampak positif bagi Kota Solo.
Founder Benning Clinic, dr. Kristian Sanjaya, mengatakan pihaknya sejak awal tidak melihat Padelions semata sebagai ruang untuk berjualan atau mempromosikan layanan.
Justru, kehadiran peserta dari berbagai kota menjadi salah satu alasan Benning Clinic tertarik mendukung kegiatan tersebut.
“Ini bisa membuat Solo itu naik namanya,” ujarnya.
Menurut dia, event seperti Padelions dapat ikut memperkuat posisi Solo sebagai kota yang mampu menjadi tempat berlangsungnya kegiatan yang menarik masyarakat dari luar daerah.
Padelions 2026 dipersiapkan selama sekitar tiga bulan. Antusiasme terhadap event ini bahkan membuat panitia harus menutup sejumlah peluang sponsor yang masuk karena kapasitas kerja sama telah terpenuhi.
Aland Adhi, Project Officer Padelions, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu penyelenggaraan.
Bukan Sekedar Turnamen, Benning x Padelions 2026 Bawa Misi kemanusiaan https://t.co/oDOAuYYzQe
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) September 29, 2026
“Tujuan utama bikin event ini enggak cuma event besar, event yang pulang bawa piala, pulang bawa uang, atau pulang bawa doorprize. Tapi lebih pada impact setelahnya,” ujarnya.
Karena itu, Padelions diharapkan bisa berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Bahkan tidak menutup kemungkinan konsep serupa dikembangkan melalui cabang olahraga lain. //Sik
