TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Gandeng Alpha IVF Malaysia, RS Indriati Solo Baru Hadirkan Layanan Fertilitas Canggih

Direktur RS Indriati bersama Country Director Indonesia untuk Alpha IVF Group, Siska Dewanty Hernando, emlakukan pengguntingan pita untuk menandai diresmikannya sebuah ruangan pelayanan fertilitas baru

WARTAJOGLO, Sukoharjo – Kabar baik bagi pasangan suami istri yang tengah menjalani perjuangan mendapatkan buah hati. 

Rumah Sakit Indriati Solo Baru resmi menghadirkan ruang layanan fertilitas, Sabtu 26 September 2026, melalui kolaborasi dengan Alpha IVF Malaysia.

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya RS Indriati Solo Baru mengembangkan layanan unggulan dengan menggabungkan teknologi reproduksi berbantu, kompetensi tenaga medis, serta pengalaman internasional dalam penanganan infertilitas.

Direktur RS Indriati Solo Baru, dr. Yohanes Benny, MPH, mengatakan kehadiran layanan fertilitas merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu sekaligus mengikuti perkembangan teknologi medis.

“Untuk fertility care yang disiapkan di Rumah Sakit Indriati Solo Baru ini tentu sesuai dengan visi rumah sakit. Kami selalu mengedepankan mutu layanan, khususnya dengan terus berinovasi dan meng-upgrade dari sisi teknologi,” ujarnya.

Menurut Benny, Alpha IVF dipilih sebagai mitra karena memiliki teknologi fertilitas yang terus dikembangkan dan diperbarui. Namun, kolaborasi tersebut tidak hanya menyangkut teknologi.

Kerja sama juga mencakup pertukaran ilmu, pengalaman, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang akan menangani pasien.

“Kami berharap ini bisa menjadi salah satu keunggulan layanan di Rumah Sakit Indriati Solo Baru dan memberikan pilihan bagi pasangan suami istri yang mengalami gangguan dalam proses mendapatkan bayi,” katanya.

Direktur Medis Alpha IVF Jakarta, dr. Seindy Glamour, SpOG, Subsp.FER., mengatakan kolaborasi tersebut dibangun untuk meningkatkan kualitas layanan infertilitas secara menyeluruh.

“Kerja sama ini merupakan sharing untuk ilmu, teknologi, dan juga pelayanan supaya pelayanan IVF, pelayanan infertilitas di Indriati dan pendamping Alpha IVF bisa makin baik dan terutama untuk pasien bisa memberikan hasil yang terbaik,” jelasnya.

Pertukaran pengetahuan dilakukan dalam berbagai aspek, mulai dari medis, teknologi, teknisi hingga pengalaman klinis. 

Dengan demikian, layanan yang diberikan tidak hanya mengandalkan peralatan modern, tetapi juga ditopang tenaga profesional dengan kompetensi yang terus diperbarui.

Salah satu layanan utama yang dikembangkan adalah in vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung.

 Benny mengatakan perkembangan teknologi bayi tabung saat ini telah mengalami kemajuan pesat sehingga rumah sakit perlu terus melakukan pembaruan.

“Teknologi bayi tabung yang dahulu dengan yang sekarang tingkat kemajuannya semakin advanced. Rumah Sakit Indriati Solo Baru selalu meng-upgrade technology ini,” tuturnya.

Kehadiran layanan fertilitas di Solo Baru juga dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat sekaligus pentingnya memberikan ruang pelayanan yang menjaga privasi pasien.

Benny menyebut persoalan infertilitas merupakan perjalanan yang tidak sederhana bagi pasangan. Karena itu, aspek kenyamanan dan kerahasiaan pasien menjadi perhatian dalam pengembangan ruang layanan tersebut.

“Dari sisi pasien, privasi sangat-sangat harus kita perhatikan. Banyak hal yang membuat bingung bagi seorang pasangan suami istri yang ingin mengikuti program bayi tabung,” ujarnya.

Dengan adanya fasilitas tersebut, pasangan dari Solo dan wilayah sekitarnya diharapkan tidak perlu selalu mencari layanan fertilitas hingga ke luar daerah atau luar negeri.

Seindy menambahkan, pengembangan layanan bayi tabung di dalam negeri juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan teknologi agar pelayanan fertilitas semakin mudah diakses masyarakat.

“Kami meningkatkan pelayanan untuk bayi tabung, termasuk meningkatkan kompetensi pelayanan dan teknologi. Kami hadirkan lebih dekat dengan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Solo dan sekitarnya,” jelasnya.

Dalam kolaborasi tersebut, sebagian besar tahapan program dilakukan di RS Indriati Solo Baru. Termasuk proses persiapan dan pematangan sel telur serta pengambilan sperma.

Seindy menjelaskan, tahap awal hingga terbentuknya embrio membutuhkan waktu sekitar 14-15 hari.

“Untuk persiapan sel telur, pengambilan, sampai kemudian menjadi embrio itu sekitar 14-15 hari,” katanya.

Setelah embrio terbentuk, kondisi rahim pasien akan kembali dipersiapkan sebelum dilakukan transfer embrio. 

Tahapan tersebut umumnya membutuhkan waktu tambahan sekitar satu hingga dua bulan, bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Sementara terkait usia, Seindy mengatakan tingkat kesuburan perempuan mulai mengalami penurunan setelah usia 35 tahun. Meski demikian, pasien berusia 40 hingga 42 tahun tetap dapat menjalani evaluasi untuk melihat peluang keberhasilan program.

“Kalau usia 40, 41, 42 akan kita evaluasi apakah masih memiliki peluang atau tidak. Kalau peluangnya kecil, kita akan memberikan alternatif bagaimana memperbaiki angka atau kans bagi pasien,” paparnya.

Selain IVF, layanan fertilitas tersebut juga mencakup persiapan pembekuan sel telur. Proses persiapannya dapat dilakukan di RS Indriati, sementara penyimpanan sel telur dapat dilakukan melalui fasilitas di Jakarta. //Sik

Type above and press Enter to search.