POPULER

Menggugah Empati dan Optimisme dalam Aksi 'From Jogja with Love'

Menggugah Empati dan Optimisme dalam Aksi 'From Jogja with Love'


Puluhan hotel menyalakan lampu dengan membentuk gambar hati. Yang dilakukan sebagai bentuk solidaritas untuk menggugah empati, di tengah lesunya dunia perhotelan akibat wabah corona.

WARTAJOGLO, Yogyakarta - Tak bisa dipungkiri bahwa merebaknya wabah corona telah memukul sendi-sendk perekonomian. Salah satunya sektir pariwisata dan perhotelan. Sebab di tengah kebijakan social distancing, tempat-tempat wisata harus ditutup smapai batas yang belim jelas. Sehingga berimbas pada turunnya tamu di hotel.

Akibatnya tak sedikit hotel yang terpaksa harus mengurangi jumlah pegawai, atau bahkan tidak lagi beroperasi. Karena tidak bisa menutupi biaya operasional sehari-hari.

Namun demikian, bukan berarti kondisi ini membuat para pelaku sektir perhotelan putus asa. Untuk mneunjukkan bahwa mereka masih tetap eksis, pada Sabtu (4/4) malam kemarin, mereka menvvelar sebuah aksi.


Bertajuk 'From Jogja with Love' para General Manager hotel di Yogyakarta bersepakat untuk melakukan aksi solidaritas. Di mana mereka menyalakan lampu dk beberapa kamar atau lampu hiasan pada masing-masing hotel pada pukul 19.00 hinvva 21.00. Sehingga cahaya lampu itu membentuk gambar hati.

Gambar hati sendiri dipandang sebagai simbol empati, semangat kebersamaan, dan harapan agar pariwisata Yogyakarta dapat segera kembali menapaki babak baru yang semakin gemilang.

"Jogja itu unik dan otentik, sehingga ini yang mengilhami kami sebagai salah satu komponen dunia pariwisata untuk melakukan sebuah gerakan bersama yang vokal dan positif, dengan harapan untuk mengakselerasi optimisme para pelaku dan pegiat pariwisata, utamanya dari dunia perhotelan dan menggairahkan kembali roda pariwisata Jogja," tutur Novi Soesanto, koordinator aksi yang juga mewakili seluruh hotel di Yogyakarta, dalam rilis yang dibagikan.

Aksi yang diparakrasai secara spontan itu melibatkan sedikitnya 58 hotel, atau sekitar seperempat dari 200-an hotel di Yogyakarta. Aksi seperti ini sebenarnya telah dilakukan sejumlah hotel di kota dan negara lain, tetapi, pihak yang terlibat mengklaim, "From Jogja with Love" berbeda dari lainnya karena dilakukan secara serempak.

"Yogyakarta sedang rehat dari hingar bingar wisatawan. Namun dengan terangnya tanda cinta ini, kami para pelaku industri perhotelan Yogyakarta akan terus berusaha segera menjadikan kota ini dirindu kembali dan meraih canda tawa seperti sediakala," lanjut Novi Soesanto.

Yogyakarta sendiri selama ini dikenal dengan daya tarik wisata sejarah, simbol keagungan budaya Jawa dan menjadi kota yang unik. Yang selalu dirindukan untuk dikunjungi wisatawan domestik hingga mancanegara.

Karena itu, semua berharap kondisinya bisa kembali  normal. Sehingga dunia perhitelan dan pariwisata Yogyakarta bisa kembali menggeliat. Sebab dua dunia ini merupakan sebuah kesatuan sinergitas dan telah menjadi nafas sektor  mata pencaharian utama dari kebanyakan masyarakat Yogyakarta. //lis

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel