POPULER

Secercah Berkah dari Sumbangan untuk Warga Pemulung di Tengah Pandemi

Secercah Berkah dari Sumbangan untuk Warga Pemulung di Tengah Pandemi


Ratusan paket sembako disumbangkan untuk warga pemulung yang tinggal di kawasan TPA Putri Cempo


WARTAJOGLO, Solo - Krisis akibat pandemi memang telah memukul seluruh sendi-sendi perekonomian masyarakat. Termasuk para pemulung yang tinggal di komplek TPA Putri Cempo Kota Surakarta.

Seperti halnya kelompok pekerja lain yang harus berhenti beraktifitas. Para pemulung inipun terpaksa banyak yang harus berhenti bekerja, karena efek harga plastik yang turun drastis.

"Kalau dalam kondisi normal, harga plastik per kilo bisa Rp. 1000 sampai Rp. 2000.tapi sekarang harganya jatuh hanya jadi sekitar Rp. 300 atau Rp. 500.makanya kita juga bingung. Mau tetap mulung, hasilnya gak sesuai dengan tenaga kita. Tapi kalau tidak mulung, ya malah gak bisa makan," jelas Trimin, Ketua RW 39, Kampung Jatirejo yang berada di kawasan TPA Putri Cempo, saat ditemui Wartajoglo pada Jumat (7/5) siang.

Menyjkapi kondisi ini gabungan dari Paguyuban Plastik Solo, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) KPD Yogya-Solo, dan Kantor Bea Cukai Surakarta, mengadakan bhakti sosial di kawasan ini. Lembaga-lembaga ini merasa terpanggil karena mereka memiliki kaitan erat dengan aktifitas para pemulung. Di mana mereka adalah pihak yang selama ini menampung hasil kerja para pemulung, yang berupa bahan plastik.

Seorang warga sedang menerima paket sembako dari perwakilan Kantor Bea Cukai Surakarta

Didy Tjahjadi, Ketua ADUPI wilayah Yovya- Somo mengatakan bahwa pihaknya juga merasakan beban berat akibat krisis pandemi ini. Di mana dampaknya beberapa pabrik mereka juga harus tutup untuk menekan biaya produksi. Apalagi imbas harga minyak bumi ynag turun, juga membuat harga plastik jatuh. Sehingga saat ini konsumen lebih banyak memilih untuk membeli plastik yang kualitas terbaik, daripada yang daur ulang. Toh harganya juga murah.

"Tapi tentu kita tahu bahwa kondisi para pemulung jauh lebih menyedihkan. Karena itulah kita putuskan untuk menggelar bhakti sosial di sini. Guna mengurangi beban saudara-saudara kita di tengah krisis," jelasnya di sela-sela penyerahan bantuan sembako ke warga pemulung.

Setidaknya ada 1000 paket sembako yang akan dibagikan di tiga tempat berbeda, yang salah satunya kawasan Putri Cempo. Bantuan itu merupakan hasil patungan dari berbagai pihak ynag tergabung dalam tiga lembaga tersebut.

"Dalam paket ini ada minyak, gula, mie instan, masker dan yang lainnya. Mungkin nilainya tidak seberapa. Tapi jangan dilihat nilainya. Sebab yang terpenting adalah niat kita untuk berbagi dengan sesama," lanjut Didy.

Sementara Aries Baroto, Kasie Penindakan dari Kantor Bea Cukai Surakarta menjelaskan bahwa keterlibatan lembaganya dalam kegiatan ini karena ada keterkaitan masalah. Di mana menurut rencana, ke depan akan ada penerapan cukai untuk plastik.

"Ke depan memang ada wacana penerapan cukai untuk plastik. Karena itu kami merasa terpanggil untuk peduli dengan nasib saudara-saudara kita yang setiap hari bergulat dengan plastik. Dan kebetulan sedang kurang beruntung," ujarnya. //sik

Iklan Atas Artikel


 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel