POPULER

Wafatnya Ustad Ahmad Sukina dan Konsistensi Sikap MTA dalam Dakwah

Wafatnya Ustad Ahmad Sukina dan Konsistensi Sikap MTA dalam Dakwah

WARTAJOGLO, Solo - Kabar duka datang dari Kota Solo. Di mana salah satu tokoh masyarakat yang juga tokoh agama di kota itu meninggal dunia. Dia adalah pimpinan pusat Majlis Tafsir Al Quran (MTA), Drs. H. Ahmad Sukina. 

Ahmad Sukina meninggal Kamis (25/2) pukul 03.47 wib pagi pada usia 73 tahun karena sakit. Dia dikabarkan sempat dirawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta setelah tiba-tiba tidak sadarkan diri sehari sebelumnya, karena gejala stroke.
 

Kantor pusat MTA
Karangan bunga tanda duka cita berjajar di depan kantor pusat MTA Kota Solo

Hal ini disampaikan Muhammad Fathin Habibullah sang anak, setelah mendapat keterangan dari tim dokter yang merawat ayahnya. Pihak keluarga sendiri tidak menyangka kalau almarhum Ahmad Sukino terkena stroke. Karena sejauh ini semua terlihat baik-baik saja.
 
"Sebelumnya sempat mengisi pengajian secara daring dan bercengkrama dengan keluarga. Lalu beberapa waktu kemudian tidak sadarkan diri dan kita bawa ke rumah sakit. Namun, meski tim dokter sudah berjuang keras, ayahanda tetap tidak tertselamatkan," jelasnya.
 
Ahmad Sukina sendiri wafat meninggalkan satu orang istri bernama Rahayu Utami, serta 8 orang anak dan 19 orang cucu. Yang tentunya ke depan akan menjadi generasi penerus untuk mengembangkan MTA.
 
Wafatnya Ahmad Sukina tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para pengikutnya. Sebab selama ini tiap kali menggelar pengajian, ribuan orang selalu hadir untuk mengikutinya.
 
Sebelum dimakamkan di pemakaman Islam Kaliboto, Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, jenazahnya sempat singgah sebentar di kantor pusat MTA, kawasan Jl. Ronggowarsito, Surakarta. Namun jenazah tidak dibawa masuk. masih dalam posisi di dalam mobil ambulance, jenazah disholatkan di tengah jalan. Yang diikuti oleh seluruh warga yang MTA yang hadir di tempat itu

Sholat jenasah Ahmad Sukina
Jenazah Ahmad Sukina saat disholatkan di tengah jalan oleh para pengikutnya. Foto: ist

Ucapan duka cita pun langsung berdatangan dari para tokoh nasional. selain melalui media sosial, banyak juga yang berkirim karangan bunga. Ini terlihat dari puluhan karangan bunga yang berjejer di halaman kantor pusat organisasi itu.

Selain tampak karangan bunga atas nama Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, tampak juga nama Wakil Ketua MPR RI, Yang juga politisi Partai Keadilan Sosial (PKS), Hidayat Nur Wahid. Ada juga nama Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Tak hanya tokoh-tokoh pejabat, beberapa nama pengusaha juga ikut mengirimkan karangan bunga sebagai tanda duka cita. Salah satunya adalah H. Puspo Wardoyo yang dikenal sebagai owner Wong Solo Group. 

Karangan bunga bernuansa ungu kiriman Puspo Wardoyo ini tampak terpasang di sisi barat halaman kantor pusat MTA. Karangan bunga ini berdampingan dengan kiriman Ketua Senat Akademika UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono. 

Karangan bunga Wong Solo
Karangan bunga ucapan duka cita dari owner Wong Solo Group, H Puspo Wardoyo

Almarhum Ahmad Sukina sendiri memimpin MTA sejak 1992, setelah wafatnya ustad Thufail Saputra, yang menjadi pendiri dan telah memimpin MTA selama kurang lebih 20 tahun. Dan di bawah kepemimpinan Ahmad Sukina, MTA berkembang dengan pesat. Hingga memiliki banyak cabang di berbagai wilayah di Indonesia. 

Dikutip dari situs resmi MTA, disebutkan bahwa organisasi ini kerap mengirimkan ribuan santri ke seluruh wilayah Indonesia untuk berdakwah. Hingga sampai saat ini organisasi ini sudah memiliki 132 perwakilan dan 471 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Begitu berpengaruhnya sosok Ahmad Sukina dengan jutaan massa pengikutnya, membuatnya kerap didatangi para tokoh politik untuk meminta dukungan. Namun demikian, sampai saat ini MTA tetap kukuh pada pendirian untuk tidak terikat dengan partai politik apapun. 

Karena sejak didirikan di Kota Surakarta pada 19 September 1972, MTA memproklamirkan diri sebagai yayasan yang bergerak di bidang Dakwah Islamiyah, sosial dan pendidikan. Jadi tidak mau berafiliasi dengan organisasi ataupun kegiatan politik apapun. Semoga konsistensi sikap ini tetap dipertahankan sepeninggal almarhum Ahmad Sukina. //Sik

Iklan Atas Artikel


 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel