POPULER

Agar Mancing Cepat Dapat Ikan, Ini Jimatnya

Agar Mancing Cepat Dapat Ikan, Ini Jimatnya

WARTAJOGLO - Belakangan aktifitas memancing menjadi kegiatan yang banyak diminati masyarakat. Banyaknya tayangan di televisi yang menampilkan aktifitas hobby yang satu ini, dipandang memberi pengaruh besar pada peningkaatan jumlah peminat kegiatan ini.

Namun lepas dari propaganda media yang mendorong orang untuk ikut memiliki hobby memancing, aktifitas yang satu ini sejatinya memang memberikan kenikmatan tersendiri bagi mereka yang menjalankan. Yang konon rasanya tak mampu diungkap dengan kata-kata.

Kenikmatan tak ternilai yang didapatkan oleh para pemancing, terutama saat umpan mereka mulai dimakan oleh ikan inilah, yang membuat semakin banyak orang yang menyukai kegiatan yang satu ini. 

Sehingga kemudian mereka bersedia dengan sabar menunggu hingga berjam-jam, demi merasakan sensasi luar biasa, saat umpan mulai dimakan ikan.

Dan semakin sering umpan dimakan, maka semakin pula sensasi yang dirasakan. Karena itulah berbagai upaya untuk meramu umpan dilakukan, untuk bisa mendapatkan formula yang tepat dan disukai ikan. 

Untuk bisa mendapatkan ikan dengan mudah, banyak pemancing yang menggunakan jimat

Tujuannya tentu agar bisa semakin mudah mendapatkan ikan, dan bisa semakin sering merasakan nikmatnya sensasi tarik menarik dengan ikan yang terkena kail atau di kalangan pemancing disebut dnegan istilah strike.

Namun tak hanya formula umpan yang tepat, yang bisa memudahkan para pemancing merasakan strike. 

Bagi kalangan tertentu, langkah-langkah yang bersifat metafisik juga kerap ditempuh. Dan hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang memang lebih berorientasi pada kuantitas hasil daripada sebatas sensasi strike. Seperti para nelayan atau mereka yang menggantungkan hidup dengan mencari ikan.

Kekuatan Jimat
Ada beragam cara metafisik yang kerap dilakukan untuk bisa membantu seorang pemancing mendapatkan ikan dnegan mudah. 

Mulai dengan ritual membaca doa dan amalan tertentu saat mulai memancing, sampai dengan menggunakan jimat-jimat khusus, yang dipercaya memiliki pancaran energi penarik ikan.

Pakar tosan aji asal Sidoarjo, Jawa Timur, KRT Eko Wahyudi Reksomulyo, menyebut bahwa ada banyak jenis pusaka yang bisa dimanfaatkan sebagai jimat bagi para pemancing ikan. 

Namun dari sekian jenis pusaka tersebut, jenis fosil getah katilayu selama ini adalah yang paling banyak dikenal. Ini karena konon efek dari getah ini memang bisa langsung dibuktikan secara nyata, saat digunakan untuk memancing.

“Untuk bisa dengan mudah mendapatkan ikan, ada amalan dnegan membaca bacaan basmallah sebanyak mungkin pada saat umpan mulai dilempar. Dengan begitu, ikan pasti akan tertarik untuk memakan umpan. Namun selain itu di kalangan para pemancing ada juga yang percaya bahwa dengan membawa jimat-jimat tertentu, maka ikan bisa didapat dengan mudah. Salah satunya adalah getah katilayu,” ungkap Eko seperti dikutip dari Majalah LIBERTY.

Getah katilayu memang sangat terkenal di kalangan para pemancing. Sebab konon getah ini diyakini memancarkan energi yang bisa membuat ikan tertarik untuk datang dan memakan umpan. Sehingga dengan begitu maka ikan bisa dengan mudah diperoleh.

Getah katilayu sendiri adalah getah dari pohon sejenis pinus yang telah mengeras atau menjadi fosil, karena telah berusia ribuan atau bahkan jutaan tahun. 

KRT Eko Wahyudi Reksomulyo
KRT Eko Wahyudi Reksomulyo

Di kalangan pecinta batu mulia, getah ini juga disebut dnegan nama batu Amber atau Barnsteen.
Batu ini disebut-sebut sebagai zat tertua yang pernah dipakai oleh manusia sebagai perhiasan. 

Sebab selain memiliki keindahan bentuk, batu ini terbilang cukup mudah dibentuk karena relatif lunak. Dan hal itu tak lepas dari bahan pembentuknya yang berasal dari sejenis getah.

Getah-getah ini terkumpul sedikit demi sedikit dan kemudian menyatu dengan berbagai mineral di dalam tanah, hingga kemudian mengeras seperti batu. 

Bahkan tak jarang di dalamnya juga terdapat beberapa jenis binatang atau tanaman yang terjebak dan ikut mengeras, yang membentuk motif inklusi tersendiri pada batu ini. Sehingga meningkatkan nilai dan keindahannya.

Di dalam getah katilayu juga terkandung sejenis minyak yang disebut aetherisch atau juga disebut minyak barnsteen, yang membuatnya mengeluarkan aroma khas. 

Aroma yang bersifat terapi inilah yang diyakini mampu menarik perhatian ikan untuk memakan umpan. Sebab aroma ini diyakini mampu meningkatkan mood siapapun yang menghirupnya, termasuk ikan.

Karena itulah, banyak orang mencampurkan ramuan umpan yang dibuatnya dengan bongkahan batu getah katilayu.

Tentunya dengan harapan bisa membuat umpan tersebut memiliki daya pikat luar biasa pada ikan yang diincar.

Namun sayangya tidak semua orang berhasil melakukan hal ini. Sebab bisa jadi getah katilayu yang digunakan bukanlah getah yang asli. Sehingga daya pikat yang berasal dari energi maupun aroma benda tersebut tidak didapatkan.

Hal ini masuk akal, karena untuk mendapatkan getah katilayu yang benar-benar asli memang bukan perkara mudah.

Wujudnya yang merupakan fosil dari getah, tentu membuat benda ini tidak bisa ditemukan dalam jumlah besar. Atau kalaupun ada, umumnya masih berupa getah baru yang belum menjadi fosil. Sehingga tentu khasiatnya tidak akan sesuai yang diharapkan.

Mustika lain yang juga dipercaya mampu menarik ikan adalah mustika batu jalasutra. Energi pengasihan yang terpancar dari batu ini diyakini mampu membuat ikan datang, sehingga bisa dengan mudah ditangkap. 

“Katilayu memang diyakini paling ampuh untuk memancing. Namun selain itu batu jalasutra juga tidak kalah kekuatannya. Karena energi pengasihan batu ini menurut saya cukup kuat untuk bisa memikat datangnya ikan,” ungkap pimpinan perguruan silat Bhakti Persada Mojokerto ini. 

Selain jenis mustika, jimat lain yang bisa digunakan adalah pusaka cacing kanil. Pusaka berupa logam sebesar tubuh cacing dan berbentuk mirip cacing ini diyakini memiliki pancaran energi kerejekian. 

Sehingga dengan membawa pusaka ini, maka rejeki berupa perolehan ikan yang banyak bisa didapatkan.

Daya Tarik
Wujud pusaka yang mirip cacing diyakini mengandung makna simbolis sebagai pemancing rejeki. Sehingga tentu akan sangat tepat bila kemudian benar-benar dimanfaatkan untuk memancing ikan. 

“Cacing kanil ini kan bentuknya mirip cacing umpan ikan. Sehingga dengan angsar (pancaran energi) kerejekian yang terkandung di dalamnya, maka ikan yang dipancing bisa dnegan mudah didapat,” jelas Eko.

Lalu ada pula jenis pusaka Greteh yang berbentuk mirip mata tombak yang tersusun dari wujud dua ekor ikan yang menyatu. Pusaka yang juga disebut dnegan istilah ikan manten ini juga diyakini ampuh untuk dijadikan jimat bagi mereka yang hobby memancing atau berprofesi sebagai pencari ikan.

Nama Greteh sendiri diambil dari bentuk dapurnya. Sedangkan pamornya berwujud Kelengan yang umumnya memiliki tangguh Majapahit. 

Dan di jaman itu, pusaka yang satu ini memang banyak dimiliki oleh para nelayan. Namun di luar itu, banyak juga yang menyimpannya karena memiliki energi kerejekian.

Lalu ada pula pusaka yang disebut tombak Combih yang biasa dimiliki para nelayan sebagai jimat. 

Tombak Combih sangat dikenal oleh para nelayan jaman dulu, khususnya masyarakat madura.Tombak combi yang terkenal sangat ampuh adalah tombak Combih buatan Empu Keleng dari Madura.

Saat itu Empu Keleng bukanlah empu yang terkenal. Pusaka yang dibuatnya terbilang biasa saja. Suatu ketika dia meditasi mendekatkan diri pada Tuhan memohon petunjuk dan karunia supaya dapat membuat pusaka yang ampuh. Dia melakukan meditasinya di tengah laut.

Setelah meditasi dia melihat ke bawah, dan kemudian mendapat ilham untuk membuat pusaka yang mirip dengan ikan Combih di lautan Madura. Ikan combi sendiri adalah jenis ikan yang mirip tengiri. Bentuknya panjang meruncing.

Tombak Combih

Selama beberapa waktu lamanya sang empu membuat pusaka itu. Dan setelah jadi pusaka tersebut dipakainya saat melaut. Anehnya setiap kali melaut ikan-ikan datang sendiri dan masuk ke dalam jalanya. 

Sejak saat itu Empu Keleng terkenal sebagai Empu Sekati pembuat tombak Combih yang melegenda. Sehingga kemudian banyak empu lain yang membuat tombak dengan dapur combi sebagai sarana mencari ikan.

Namun selain jimat yang berupa pusaka, banyak pula jimat-jimat baru yang diciptakan sendiri. Yang mana di dalamnya diikuti dengan serangkaian prosesi ritual khusus, agar jimat tersebut benar-benar memancarkan energi seperti yang diharapkan.

Untuk hal yang satu ini, Eko menyebut ada beberapa jenis yang umum ditemukan di masyarakat. Di antaranya adalah dengan menuliskan rajjah berupa kata bismillah dengan huruf Arab gundul, di atas lempengan tembaga sebanyak tujuh kali. 

Rajjah ini harus dibuat dalam keadaan suci. Artinya si pembuat sebelumnya harus bersuci terlebih dulu serta membaca doa-doa tertentu saat menuliskannya. Disarankan dalam menulisnya menggunakan paku emas, agar pancaran energi yang diciptakan bisa sangat besar.

Bila sudah selesai, lempengan tembaga itu bisa ditempelkan pada alat pancing atau jaring yang digunakan untuk mencari ikan. Dengan begitu, pancaran energi dari rajjah ini akan menarik ikan untuk datang. Sehingga bisa dengan mudah ditangkap.

Bentuk jimat lain yang bisa dibuat adalah berupa ikan kecil dari bahan kuningan. Selanjutnya dengan sebuah ritual khusus, benda itu bisa diisi dengan energi ataupun khadam khusus, yang diperuntukkan agar bisa menarik ikan.

Bahan logam kuningan sendiri dipilih karena bahan ini diyakini bisa menjadi media yang sangat bagus, saat dirituali.

Sehingga energi yang diisikan bisa dengan mudah terserap dan tersimpan dalam waktu yang lama. Dengan demikian energi itu tidak mudah hilang atau berpindah.

“Pada intinya beberapa jenis pusaka yang memiliki angsar pengasihan atau kerejekian bisa dimanfaatkan untuk memancing ikan. Namun terkadang benda-benda dengan bentuk-bentuk simbolik tertentu, seperti bentuk ikan atau cacing, akan lebih dipercaya secara sugesti. Dan hal itu biasanya akan semakin menguatkan pancaran energinya. Sehingga apa yang diharapkan (mendapat ikan) bisa lebih mudah terwujud,” pungkas pria yang juga kepala sebuah SMP di Pasuruan ini. //Bang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel