POPULER

Menyerap Nilai-Nilai Bimo Suci dalam Pembentukan Jati Diri

Menyerap Nilai-Nilai Bimo Suci dalam Pembentukan Jati Diri

WARTAJOGLO, Sukoharjo - Acara Tahun 2021 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memasuki usia yang ke-45. Dan di acara Dies Natalis tahun ini, ada yang berbeda dengan dengan UNS. Sebab ini adalah Dies Natalis pertama setelah UNS ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Ada banyak kegiatan yang digelar dalam rangka acara Dies Natalis tersebut. Salah satunya adalah pergelaran wayang kulit secara virtual, dengan lakon Bimo Suci, yang dibawakan oleh dalang kondang Ki H. Ir. Warseno Slenk, M.Si. 

Lakon ini sengaja dipilih bukan tanpa alasan. Prof. Djoko Suhardjanto selaku ketua panitia Dies Natalis menyebut, bahwa lakon ini mewakili sosok para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, untuk pencarian jati diri. Sehingga ke depan bisa menjadi teladan untuk terlahirnya mahasiswa yang berkarakter, dan mampu membawa bangsa ini menjadi lebih maju.

Wayang Bimo Suci
Djoko Suhardjanto (kiri) menyerahkan wayang tokoh Bima kepada Ki Warseno Slenk

"Lakon Bimo Suci sengaja dipilih karena mewakili situasi yang terjadi di tengah mahasiswa. Di mana mereka sedang menempuh pendidikan sebagai bagian dari upaya untuk mencari jati diri. Dan tema ini muncul melalui sebuah proses diskusi di antara kami dan Ki Warseno," ungkap Djoko saat ditemui di lokasi acara pergelaran wayang kulit, Bangsal Seni Krangan, Makamhaji, Sukoharjo, Sabtu (20/3) malam.

Lebih dalam, Ki Warseno Slenk menjelaskan bahwa lakon Bimo Suci mengandung pesan mendalam, agar manusia tidak lupa diri. Selain itu tentunya harus senantiasa menjalin kerjasama dan kebersamaan dengan orang lain, agar bisa menggapai tujuan dengan mudah.

"Lakon Bimo Suci mengandung pesan bahwa bagi siapa saja yang sudah berguru dan berilmu, maka dia harus mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya sesuai dengan sangkan paraning dumadi. Bimo Suci juga mengajarkan bahwa kita bisa berhasil saat selalu menjalin komunikasi dan sinergi dengan hati dan pikiran yang bening, tanpa diembel-embeli pamrih. Intinya bahwa semua harus dilakukan dengan kebersamaan," jelasnya. 

BACA JUGA: Wayang Orang di Tengah Pusaran Jaman

Kolaborasi secara virtual dengan UNS disebut Warseno baru pertama kali ini dilakukan. Dan dia menyebut bahwa ini adalah bagian dari inovasi di tengah masa pandemi. Yang diharapkan bisa membantu menyebarkan nilai-nilai pewayangan ke jangkauan yang lebih luas. 

"Dengan pagelaran virtual ini kita harapkan nilai-nilai pewayangan bisa diserap lebih banyak orang. Sehingga tak hanya di tingkat nasional, tapi juga seluruh dunia. Dan dengan pagelaran ini menunjukkan bahwa situasinya sudah lebih terbuka. Sehingga bisa memberi peluang bagi para dalang dan seniman untuk berkarya lagi, setelah tiarap di masa pandemi," tandasnya. 

Selain menampilkan pagelaran wayang kulit, dalam acara itu juga ditampilkan serangkaian performa seni para mahasiswa UNS, yang mewakili fakultas masing-masing. Tentunya juga secara virtual. Yang selanjutnya dilakukan polling untuk mengetahui penampilan fakultas mana yang terbaik. 

Waldjinah menerima penghargaan dari UNS
Waldjinah menerima penghargaan dari UNS
Dan di sela-sela penampilan para mahasiswa itu, ditayangkan pula prosesi penyerahan penghargaan Widyatama Parasamya Anugraha Budhaya dari Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, kepada seniman keroncong legendaris, H. Waldjinah. Yang terpilih karena kiprahnya sebagai maestro seni keroncong di Indonesia.

Sebagai seorang seniman, ini adalah penghargaan yang ke sekian kalinya bagi Waldjinah. Namun tentu penghargaan dari UNS ini dirasa istimewa. Sebab di usianya yang semakin renta, kiprahnya sebagai seniman keroncong masih diapresiasi dengan tinggi.

Waldjinah sendiri terpaksa menerima penghargaan itu di rumahnya. Karena kondisi fisiknya sedang tidak memungkinkan untuk meninggalkan rumah. Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi. Dan proses penyerahan penghargaan itu ditayangkan sebelum pergelaran wayang kulit dimulai. //bang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel