POPULER

Rencana <i>Go Public</i> MakanKu. Helmy Yahya Siap Bantu Tingkatkan <i>Branding</i>

Rencana Go Public MakanKu. Helmy Yahya Siap Bantu Tingkatkan Branding

WARTAJOGLO, Solo - Suasana berbeda terlihat di kantor produk makanan inovatif Makanku, di Jalan Slamet Riyadi 300 Kota Surakarta, pada Minggu (28/3) malam. Pasalnya malam itu ada seorang tamu istimewa yang datang. Sehingga kantor yang bila malam biasanya terlihat sepi itu, tiba-tiba tampak ramai. 

Adalah Helmy Yahya, seorang selebritis yang juga dikenal sebagai raja kuis, karena memproduksi berbagai macam kuis di televisi, yang datang ke kantor tersebut. Dia sengaja datang ke tempat itu sebagai tindak lanjut dari perjumpaannya dengan H.Puspo Wardoyo, owner Makanku. Yang sebelumnya diundang dalam acara podcast di channel Youtube miliknya. 

Helmi Yahya
Helmy Yahya melihat-lihat produk Makanku

Bagi Helmy sosok Puspo Wardoyo dan bisnisnya sangat menarik. Karena dengan mempertahankan makanan tradisional, Puspo bisa mengembangkan bisnis hingga ke luar negeri lewat brand Wong Solo. Karena itulah dalam podcast nya, Helmi mengulik panjang lebar tentang kiprah bisnis Wong Solo Group.

"Ini adalah hal yang menarik. Sebab di tengah serbuan beragam produk makanan dari luar yang saat ini begitu menguasai pasar, ternyata Wong Solo Group bisa berkembang hingga ke luar negeri. Bahkan saat ini ada satu produk inovatif yang diberi nama Makanku, yang harus didorong untuk bisa bersaing dengan produk-produk dari luar," jelasnya.

Dengan jalinan kerjasama Helmy dan Kemenparekraf, membuatnya yakin bisa membantu mendorong pengembangan produk Makanku. Karena bagi Helmi saat ini yang kurang dari produk ini adalah branding

"Produk Makanku ini sebenarnya sudah sempurna. Hanya saja permasalahan utamanya hanya ada pada branding. Di mana tak banyak yang tahu kalau ternyata produk ini memiliki hingga 100 varian menu. Karena itulah ke depan saya juga akan bantu untuk membrandingnya. Agar ke depan produk Makanku semakin mendunia," lanjut mantan Direktur Utama TVRI itu.

Puspo Wardoyo
Puspo Wardoyo didampingi Helmy Yahya menjelaskan keunggulan produk Makanku

Branding memang sangat diperlukan oleh sebuah produk agar bisa semakin berkembang di masyarakat. Terlebih sempat tersiar kabar kalau perusahaan ini akan go public. Yang tentu segalanya harus dipersiapkan agar bisa meyakinkan masyarakat untuk berinvestasi dengan membeli sahamnya.

"Dari bisik-bisik, beliau (Puspo Wardoyo) punya cita-cita go public. Jadi doakan saja. Karena hal ini akan jadi kebanggaan kita semua, dan warga Kota Solo khususnya. Di mana ada perusahaan dari kota ini yang segera IPO (Initial Public Offering/Penawaran Saham Perdana). Jadi jangan perusahaan dari luar saja yang bisa IPO, tapi dari dalam negeri juga bisa. Dan kita harus bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri," tandas adik artis dan juga diplomat Tantowi Yahya ini.

Sementara dari Puspo Wardoyo sendiri, dirinya yakin kalau produk Makanku akan bisa diterima dengan mudah di masyarakat. Terlebih perusahaan ini berhasil memenangkan tender untuk penyediaan konsumsi bagi jamaah haji asal Indonesia. 

"Saat ini pihak Arab Saudi semakin ketat. Untuk konsumsi yang boleh disajikan hanya MRE (meal ready to eat). Dan sejauh ini hanya Makanku yang sudah siap. Jadi kita sudah siap menyajikan beragam menu untuk seluruh jamaah haji Indonesia sesuai zonasinya," jelas Puspo Wardoyo.

Tak hanya itu, jaminan kualitas premium yang selalu dijaga oleh Makanku, tentu akan jadi keistimewaan tersendiri yang membuat produk ini layak dipilih. Sebab selain menggunakan teknologi modern, proses produksi Makanku juga tetap memasukkan unsur manual, untuk menguatkan citarasa tradisional yang memang jadi andalan.

"Dalam produksi kita tetap menggunakan sentuhan-sentuhan tradisional. Misalnya bawang tetap ditumis agar harum. Lalu dengan cara ini juga maka tekstur dari makanan akan tetap terjaga. Misalnya telur tetap bulat utuh, sayuran juga tetap terasa seratnya. Jadi orang akan tetap merasakan citarasa yang tak beda dengan saat memasak sendiri," pungkasnya. //Bang

Iklan Atas Artikel


 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel