POPULER

Jalani Upacara Adat, Henry Indraguna dan Sang Istri Mendapat Marga Suku Batak

Jalani Upacara Adat, Henry Indraguna dan Sang Istri Mendapat Marga Suku Batak

WARTAJOGLO, Jakarta - Satu lembaran sejarah kembali ditorehkan pengacara kondang Henry Indraguna dalam hidupnya. Di mana dia bersama sang istri menjalani sebuah upacara sakral adat Batak, untuk menerima pemberian marga dari masyarakat Suku Batak Karo. 

Pemberian marga yang dilakukan di Balai Zeqita Berastagi, Sumatera Utara pada Kamis 8 April 2021 itu terbilang istimewa. Pasalnya Henry dan sang istri bukan berasal dari keturunan Batak. Sehingga untuk itu keduanya harus menjalani serangkaian prosesi adat, sesuai dengan tradisi masyarakat setempat.

Henry Indraguna dapat marga Purba
Henry Indraguna dan istri saat menjalani prosesi pemberian marga
Sebelum mendapat marga yang akan merubah susunan namanya, pada 2018 lalu Henry juga pernah mendapat gelar Kanjeng Pangeran dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Sehingga kemudian dia mendapat nama baru KP. Henry Pradoto Nagoro.

Sedangkan proses pemberian marga dilakukan dengan cara menunjuk salah satu keluarga keturunan Batak sebagai perwakilan. Untuk kemudian mengangkat Henry dan istrinya sebagai bagian dari keluarga mereka. Hal ini dilakukan karena Henry dan sang istri tidak memiliki darah keturunan Batak. 

Henry secara pribadi terkesan dengan marga Purba, karena perjalanan hidup dan pertemanan dengan seseorang teman bermarga Purba semasa mudanya.

"Setelah diangkat dan diberi marga Purba, saya dianggap sebagai bagian dari keturunan sah dan berhak menyandang salah satu marga Purba di Batak Karo. Saya sangat bangga sekali," ujar Henry dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4) siang. 

Henry Indraguna Purba
Henry dan sang istri menunjukkan piagam pemberian marga yang diterimanya
Tokoh adat telah memutuskan pemberian marga kepada Henry, melalui Jenda Muli Purba.  Sehingga kini Henry berhak menyandang nama Henry Indraguna Purba.

"Sejak saat ini Henry Indraguna telah menjadi warga Karo yang bermarga Purba, bere-bere Tarigan. Setelah menjadi warga Karo, Henry Indraguna dapat menjaga nilai-nilai budaya Karo dalam kehidupan sehari-hari," ujar Pemberi Marga, Jenda Muli Purba. Yang didampingi Kalimbubu, Indra Sakti Tarigan Sibero dan Anak Beru, Wimpi Sembiring.

Sementara untuk sang istri mendapat pemberian marga Tarigan, yang akan disematkan di belakang namanya.

"Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk mendapatkan gelar, sebelum pemberian gelar seharusnya diberi marga terlebih dahulu. Dan proses ini adalah sesuatu yang sangat terhormat di adat batak," tuturnya," ujar pemandu acara saat pemberian marga di lokasi upacara.


Dijelaskan pula, bahwa pemberian marga adat Batak merupakan sesuatu yang besar, sakral, dan biasanya bakal diadakan pesta. Ada pesta yang besar dan ada yang kecil, tergantung orangnya.

"Setelah mendapat gelar, ada konsekuensi yang harus dilakukan. Jika ada pesta, orang ini harus menghadirinya. Dia harus siap menghadirinya, mewakili marga yang sudah didapat," lanjut pemandu acara.  

Dan atas semua proses pemberian marga tersebut, Henry sangat bangga dan terharu.

"Saya mengucapkan terimakasih atas semua proses ini. Dan Sumut telah menjadi rumah kedua bagi saya," pungkas Henry dengan penuh suka cita. //Bang

Iklan Atas Artikel


 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel