POPULER

Di Balik Proses Syuting Sinetron <i>Badai Pasti Berlalu</i>. Nonton Drakor Demi Dalami Peran Hingga Disengat Ubur-Ubur

Di Balik Proses Syuting Sinetron Badai Pasti Berlalu. Nonton Drakor Demi Dalami Peran Hingga Disengat Ubur-Ubur

WARTAJOGLO, Jakarta - Episode perdana sinetron Badai Pasti Berlalu sudah tayang di layar SCTV pada Senin (24/5) lalu. Dan sambutan luar biasa pun datang dari masyarakat yang penasaran dengan kisah fenomenal ini. Sehingga penayangan perdananya menjadi salah satu trending topic di media sosial. 

Berlatar pemandangan indah di Labuan Bajo, sinetron Badai Pasti Berlalu memang menjadi andalan baru SCTV untuk memberikan hiburan berkualitas kepada para pemirsa setianya. Sebab selain menyajikan jalan cerita yang menarik, latar belakang pemandangan alam yang indah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat sinetron.

Pemain Badai Pasti Berlalu
Para pemain Badai Pasti Berlalu saat menghadiri press tour secara daring

Badai Pasti Berlalu sendiri telah menjadi salah satu cerita fenomenal. Sebab kisah yang disadur dari novel karya Marga T itu sudah pernah dibuat filmnya di tahun 1977. Lalu versi barunya juga dirilis 30 tahun kemudian di tahun 2007, dengan menampilkan bintang-bintang kenamaan seperti Vino G Bastian, Wingky Wiryawan serta Slamet Rahardjo.

Dan kini kisah cinta antara Leo, Helmi dan Sisca ini diangkat kembali dalam format sinetron. Yang tentunya memancing rasa penasaran mereka yang sudah pernah menyaksikan versi film maupun novelnya. 

Disutradarai oleh Indrayanto Kurniawan, kisah Badai pasti Berlalu versi sinetron tentunya dibuat dengan berbagai penyesuaian. Terutama dengan mengedepankan aspek kekinian. 

Karena itulah, para bintang yang bermain di dalam sinetron inipun mengaku butuh banyak referensi untuk bisa melakukan pendalaman karakter. Salah satunya adalah Immanuel Caesar Hito yang mengaku sampai harus sering menonton drama Korea, untuk bisa melakukan penjiwaan pada peran yang diterimanya.

"Di film ini saya berperan sebagai Helmi yang memiliki dnedam pribadi pada keluarga Sisca, karena kematian adiknya. Untuk itu saya harus benar-benar mendalami skenario yang ada serta banyak nonton film termasuk drakor (drama Korea) agar bisa benar-benar mendalami karakter seorang pendendam," ungkapnya dalam acara press tour yang dilakukan secara daring pada Kamis (27/5) siang.

Sementara Michele Ziudith yang berperan sebagai Sisca mengaku bahwa untuk bisa mendalami karakter yang diperankannya, dia banyak melakukan komunikasi dengan para pemain dan sutradara. Dengan begitu dia benar-benar bisa memainkan peran sesuai dnegan yang diharapkan.

"Saya merasa bahwa pendalaman itu bisa tercipta dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Jadi lama-lama kita bisa menguasai peran yang kita jalankan. Tapi tentu untuk itu kita perlu untuk selalu menjalin komunikasi dengan pemain lain serta sutradara," akunya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Stefan William yang berperan sebagai Dokter Leo. Untuk itu dia harus banyak belajar tentang ilmu kedokteran serta memahami berbagai aktifitas di dunia kedokteran. Dengan begitu dia tidak lagi mengalami kesulitan saat harus menjalani peran yang diterimanya.

Tak hanya upaya pendalaman peran, pengalaman menjalani syuting di Labuan bajo juga diakui para pemain meninggalkan banyak kesan yang sulit terlupakan. Stefan misalnya. Dia mengaku bahwa baru sekarang bisa melihat secara langsung komodo yang menjadi binatang khas di sana secara langsung dari jarak dekat. 

Tak hanya itu, Michelle justru harus merasakan pengalaman yang cukup pahit tapi menyenangkan baginya. Sebab, dengan harus tidur dan beraktifitas di atas kapal, dia kerap mengalami kesulitan mendapatkan sinyal telepon seluler. Dan untuk itu dia harus pergi ke perkampungan nelayan yang jaraknya cukup jauh.

"Di sana sinyalnya kurang baguis. Jadi kadang kita harus membawa kapal ke kawasan pemukiman nelayan untuk dapat sinyal. Dan jaraknya juga cukup jauh. Hal lain yang juga tak terlupakan adalah saat pengambilan gambar di bawah air. Saya sempat tersengat ubur-ubur dan sampai sekarang lukanya juga masih membekas," kenangnya.

Beragam suka duka yang dialami para pemain ini menjadi penyuntik semangat tersendiri, untuk menyajikan hasil karya terbaik. Sehingga seluruh proses syuting berjalan lancar. 

"Pada intinya semua pemain bermain secara profesional, dan semua aktingnya bagus. Sehingga sejauh ini tidak ada kendala saat proses syuting," ujar Stefan William.

Hal yang sama juga diakui oleh Michelle dan Cesar Hito yang mengaku begitu terbantu dengan kemampuan para pemain yang lain. Dengan begitu mereka bisa dengan mudah menemukan chemistry dan membuat cerita yang dimainkan jadi lebih hidup.

"Semoga sinetron Badai Pasti Berlalu ini meraih kesuksesan yang luar biasa," harap Hito yang juga menjadi harapan hidupnya di ulang tahunnya yang ke-28 pada hari ini (27/5). //Bang

Iklan Atas Artikel


 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel