POPULER

 Tantangan Berat Shita Marino untuk Bangun Chemistry di Sinetron <i>Keajaiban Cinta</i>

Tantangan Berat Shita Marino untuk Bangun Chemistry di Sinetron Keajaiban Cinta

WARTAJOGLO, Jakarta - Comebacknya Aliando Syarief ke layar kaca menjadikan sinetron Keajaiban Cinta mencuri perhatian tersendiri bagi para penggemarnya. Terlebih jalan cerita dari sinetron terbaru SCTV yang tayang tiap hari pukul 21.30 wib ini terbilang menarik. Sehingga tentu tak salah bila sinetron produksi Sinemart ini layak dijadikan pilihan.

Sinetron Keajaiban Cinta sendiri bercerita tentang jalinan asmara antara Darwin (Aliando Syarief) dan Tiana (Shita Marino) yang berasal dari dua keluarga yang saling bermusuhan. tentu saja dengan latar belakang konflik keluarga yang begitu kuat ini, menjadikan jalinan cinta Darwin dan Tiana menjadi penuh dinamika. Sebab untuk mempertahankan hubungan itu, mereka harus berjuang secara sembunyi-sembunyi.

Jalinan chemistry yang begitu apik antara Aliando dan Shita menjadikan cerita di sinetron ini terasa begitu hidup. Sehingga tak jarang dari hubungan yang ditampilkan bisa memicu rasa baper bagi para penggemar kedua pemain.

Keajaiban Cinta
Shita Marino (kiri) mengaku butuh hingga empat episode untuk bisa menemukan chemistry dengan Aliando Syarief (kanan)

Yang menarik, untuk bisa mendapatkan chemistry itu tidak mudah. Ada proses cukup panjang yang harus dilalui keduanya, hingga benar-benar bisa menemukan chemistry di antara keduanya. 

"Aku merasa baru bisa menemukan chemistry itu setelah melalui empat episode. Jadi sebelumnya terasa begitu berat, hingga harus benar-benar kerja keras. Tapi setelah empat episode berlalu, semua berjalan dengan lancar dan aku bisa dengan mudah menjalani semua peran yang diberikan," jelas Shita Marino saat menghadiri press tour virtual sinetron Keajaiban Cinta, pada Kamis (3/6) siang.

Sosok Aliando yang cenderung pendiam memang cukup menyulitkan bagi Shita untuk bisa segera menjalin chemistry yang baik. Sampai suatu saat ada kesempatan jeda sebelum take gambar, yang selanjutnya dimanfaatkan oleh keduanya untuk ngobrol

Dari ngobrol secara pribadi inilah akhirnya keduanya bisa saling memahami karakter masing-masing. Sehingga selanjutnya bisa saling menyesuaikan dan bisa dengan cepat menemukan chemistry.

"Ali itu orangnya cenderung ingin didengarkan dulu keluh kesahnya. Dari situlah selanjutnya kita bisa semakin akrab. Sehingga proses syuting bisa berjalan sesuai yang diharapkan," tambah adik kandung aktris Putri Marino itu. 

Karakter yang cenderung pendiam ini juga yang membuat Aliando terkesan enggan untuk membongkar banyak hal di balik proses dirinya menjalani syuting, hingga membangun chemistry dengan Shita.

Entah kenapa demikian, tentu hanya Aliando sendiri yang tahu. Yang pasti vakum cukup lama di dunia sinetron tentu bukan tidak mungkin telah memberi pengaruh tersendiri pada perubahan sikapnya.

"Setelah lama gak syuting sinetron memang cukup membuat aku harus benar-benar beradaptasi. Makanya banyak teman yang bertanya, "Kamu serius mau main sinetron lagi?" Tentunya kujawab ya. Karena memang hal inilah yang harus dijalani saat ini," aku Aliando.

Keajaiban Cinta
Suasana di lokasi syuting sinetron Keajaiban Cinta

Tak hanya itu, Aliando juga sempat kaget karena harus menjalani test swab seminggu sekali. Hal ini lantaran dia comeback saat masa pandemi sedang melanda. Sehingga otomatis harus mematuhi aturan itu sebagai bagian dari penegakkan protokol kesehatan. 

"Jujur aku sempat kaget karena ada kegiatan rutin berupa test swab seminggu sekali. Tapi bagaimana lagi. Semua demi penegakkan protokol kesehatan," ujar pemain sinetron Ganteng-Ganteng Serigala ini.

Terkait karakter dari tokoh yang dimainkan, baik Aliando maupun Shita tidak merasa kesulitan. Apalagi Aliando sendiri selama ini selalu berperan sebagai sosok protagonis. Jadi ketika harus memerankan sosok Darwin, dia bisa menjalaninya dengan baik.

Namun demikian Aliando mengaku bahwa saat bertemu produser produser dari Sinemart, dia sempat ditawari beberapa karakter, termasuk jadi orang jahat. Tapi pada akhirnya justru karakter protagonis tetap diberikan kepadanya.

Sementara Shita justru mengaku ingin mendapatkan peran sebagai sosok yang mengalami gangguan mental, tapi dari luar tidak tampak.  Jadi dalam aktingnya, dia akan beraktifitas biasa saja, namun di saat-saat tertentu tiba-tiba perilakunya bisa berubah. 

"Dengan karakter yang seperti itu tentu akan ada banyak kejutan dan tantangan dalam berakting," ucap Shita.

Di penghujung acara, Aliando dan Shita mengajak para awak media melihat situasi di lokasi syuting, yang berada di kawasan Cibubur. Tampak Aliando memboncengkan Shita menggunakan sebuah skuter matic menuju ke sebuah tempat, di mana para kru dan pemain sedang berkumpul, dan bersiap melakukan pengambilan gambar. //bang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel