TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Breaking News

Bertemu di Waduk Gajah Mungkur, Ini yang Dilakukan para Pensiunan RSUD Dr. Moewardi Solo

WARTAJOGLO, Wonogiri - Raut muka ceria tersirat di wajah para anggota Paguyuban Pensiunan RSUD Dr Moewardi Surakarta saat mereka tiba di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri.

Perjalanan melelahkan dari Kota Solo dengan bus mini seperti terhapus karena melihat pemandangan indah di kawasan waduk ini.

Lebih dari itu, keceriaan yang mereka rasakan bukan hanya karena menyaksikan keindahan alam Waduk Gajah Mungkur, melainkan karena bisa bertemu dengan rekan-rekan mereka yang tersebar di berbagai kota.

Drs. H. Taryono saat memberikan sambutan dalam acara pertemuan Paguyuban Pensiunan RSUD Dr Moewardi di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri

Ya, siang itu tepatnya Rabu 9 November 2022 Paguyuban Pensiunan RSUD Dr. Moewardi menggelar pertemuan.

Pertemuan ini sejatinya adalah agenda rutin yang digelar tiap 2 bulan sekali. Namun pertemuan dengan balutan wisata baru dilakukan lagi setelah beberapa bulan hanya digelar di rumah makan.

"Pada intinya ini adalah ajang silaturahmi dari para anggota paguyuban. Jadi acara yang digelar tentunya bersifat santai. Karena yang penting kita semua bahagia," jelas Drs. H. Taryono, selaku ketua paguyuban.

Suasana santai memang begitu terlihat dalam acara tersebut, di mana selain saling bersenda gurau, beberapa anggota juga bergantian menyanyi dengan iringan sebuah organ tunggal.

Para anggota paguyuban ini sendiri berasal dari berbagai divisi di RSUD Dr. Moewardi, yang selanjutnya disatukan dalam satu wadah untuk terus menjalin silaturahmi.

Meski demikian, di RSUD Dr. Moewardi juga memiliki banyak paguyuban yang dibedakan berdasarkan divisi. Ada paguyuban perawat, paguyuban farmasi dan yang lainya.

"Di RSUD Dr Moewardi ada banyak paguyuban. Tapi yang lain sifatnya seperti komunitas. Jadi tidak formal. Beda dengan Paguyuban Pensiunan ini, yang SK nya secara resmi dikeluarkan oleh Bupati." lanjut Taryono.

Terkait pemilihan kawasan Waduk Gajah Mungkur sebagai tempat pertemuan, Taryono menyebut bahwa hal itu sudah menjadi keputusan bersama.

Namun salah satu alasan pemilihan itu tak lepas dari kondisi umur para anggota yang tak lagi muda. Sehingga tidak memungkinkan bila menggelar acara di tempat-tempat yang menuntut mereka harus naik turun gunung.

"Sebelumnya kita telah melakukan survey selama beberapa waktu, hingga kemudian dipastikan memilih tempat ini. Sebab kalau kita memilih di kawasan pegunungan seperti Tawangmangu atau yang lain, para anggota sepertinya akan mengalami kesulitan saat harus naik turun. Makanya akhirnya kita putuskan di sini. Toh pemandangannya juga gak kalah indah," tandas Taryono. //Bang