TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Breaking News

Menagih Janji BBWSBS untuk Revitalisasi Bantaran Sungai Kalianyar

WARTAJOGLO, Solo - Pengembangan kawasan bantaran sungai untuk obyek wisata Taman Bendung Tirtonadi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) pada 2019 silam disebut setengah hati.

Pasalnya, pengembangan ini hanya menyentuh ke bagian sisi barat Jembatan Gilingan. Sementara di sisi timur jembatan, kondisinya masih kumuh dengan banyaknya bangunan rumah warga yang berdiri di bibir sungai.

Pihak BBWSBS sendiri pernah berjanji untuk melakukan penataan di kawasan yang masuk wilayah Kampung Cinderejo Lor tersebut. Namun hingga beberapa tahun berlalu, hal itu belum terwujud.

Hal ini disampaikan oleh Daryanto, Ketua RT 01 RW 05, Cinderejo Lor, yang tinggal di kawasan tersebut.

Kawasan pemukiman di bantaran Kalianyar wilayah Cinderejo Lor

"Dulu pihak BBWSBS sudah memasang patok, sebagai penanda batas sempadan sungai. Karena saat itu kataya mau dibuat plengsengan (talud). Tapi entah kapan akan dilakukan, sampai sekarang juga belum ada tanda-tanda akan dibangun," jelasnya saat ditemui di tepian Kalianyar, yang berada di sisi timur Jembatan Gilingan.

Daryanto sendiri mengatakan bahwa kalau misal nanti akan dilakukan penataan, warga berharap sekalian dikembangkan menjadi obyek wisata yang terintegrasi dengan Bendung Tirtonadi.

Di Bendung Tirtonadi sendiri, rencananya akan dikembangkan wisata air berupa perahu kano yang bisa dipakai warga untuk menyusuri kawasan Kalipepe dan Kalianyar. 

Karena itulah, bila nanti wisata itu sudah terwujud, Daryanto berharap ada pengembangan juga hingga ke kawasan Kalianyar yang berada di timur Jembatan Gilingan.

"Kalau misal nanti tempat ini dikembangkan dan ditata dengan baik, maka wisatawan bisa naik perahu dari Bendung Tirtonadi menuju ke Masjid Syekh Zayyed. Begitu pula sebaliknya," pungkas Daryanto. //Bang

Type above and press Enter to search.

close