POPULER

Bekali Alumni dengan Uji Sertifikasi Bidang Keteknikan, Ini yang Diharapkan Fakultas Teknik UTP

Bekali Alumni dengan Uji Sertifikasi Bidang Keteknikan, Ini yang Diharapkan Fakultas Teknik UTP

WARTAJOGLO, Solo - Uji sertifikasi pelaksana pemelihara jalan dan pengawas pekerjaan struktur bangunan Gedung utama (jenjang 6) digelar Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan (UTP) pada hari Selasa 10 Oktober 2023.

Ujian dilakukan secara luring di aula Fakultas Teknik kampus 2 UTP Surakarta, dan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Bina Konstruksi, Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV. 

Dalam pelaksanaannya, pihak Kementerian PUPR dibantu oleh LSP Gatensi Karya Konstruksi sebagai lembaga sertifikasi profesi yang ditunjuk secara resmi.

Salah seorang mahasiswi UTP menjalani uji sertifikasi

Kegiatan uji sertifikasi ini dilaksanakan sejak pagi hari mulai pukul 09.00 hingga sore hari. 

Sebanyak 75 alumni UTP yang berasal dari prodi teknik sipil dan arsitektur yang terbagi menjadi 2 kategori.

Kategori pertama yaitu 12 orang mengikuti uji sertifikasi pelaksana pemeliharaan pekerjaan jalan utama dan 63 orang memilih pengawas pekerjaan struktur bangunan gedung utama. 

Kukuh Kurniawan dosen teknik sipil yang sekaligus sebagai koordinator kegiatan ini mengungkapkan bahwa tujuannya untuk melengkapi lulusan yang akan bekerja di bidang keinsinyuran, baik itu tenaga kerjanya maupun perusahaannya. 

“Mengingat UU Jasa Konstruksi No. 2 Tahun 2017, yang menyatakan bahwa setiap tenaga kerja wajib tersertifikasi. Maka tenaga kerja yang bekerja di bidang keinsinyuran tetapi tidak memiliki sertifikat kompetensi akan dikenakan sanksi, tidak hanya pekerja yang dikenakan sanksi bahkan perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja tidak tersertifikasi maka perusahaan tersebut bisa di kenai sanksi,”jelas Kukuh. 

Lebih lanjut salah satu asesor yang ditemui, Ruslan Hidayat mengatakan bahwa saat ini hampir semua Perusahaan di Indonesia untuk menerima calon pekerja membutuhkan sertifikat keahlian sebagai bukti bahwa orang yang melamar pekerjaan tersebut adalah orang yang kompeten dan kredible. 

“Saya tadi banyak mewawancarai lulusan baru, sebenarnya mereka sudah bagus hanya saja penguasaan di lapangannya yang masih kurang. Menurut hemat saya mereka seharusnya bisa memanfaatkan magang atau PKL di kampusnya. Mereka juga bisa belajar dengan kakak kelasnya cari pengalaman sebagai bekal dasar untuk menguasai kerjaan di lapangan. Namanya cari pengalaman jangan mikir bayarannya dulu,” ujar Ruslan. 

Selan itu Ruslan juga berharap bahwa alumni UTP yang mengikuti sertifikasi ini tidak menekuni satu bidang saja.

Paling tidak sebagai calon pekerja lapangan atau sebagai pengawas bisa menguasai beberapa bidang seperti irigasi, pembangunan jalan atau struktur gedung. 

“Saya bilang ke mereka, jika ingin terjun di dunia sipil atau industri kerja yang lain khususnya di Indonesia, pintar saja tidak cukup. Harus ada pengalaman. Saya juga menginfokan ke anak-anak tadi kalau sudah punya SK yang ada logonya Pancasila itu bisa diakui negara atau minimal yang dari BNSP  bisa digunakan, semisal jika mau terlibat dalam Pembangunan yang ada saat ini seperti IKN (Ibu kota Negara) Nusantara. Minimal level pelaksana, kalau mau level di atas, ya harus 2 tahun setelah lulus,”, imbuhnya. 

Menyinggung soal IKN, ternyata Kukuh pun juga memiliki harapan yang sama, bahwa alumni-alumni teknik sipil UTP dapat berkontribusi dalam pembangunan di dalam negeri, yang dapat dikerjakan oleh anak bangsa. 

“Pembangunan dalam negeri yang sedang gencar saat ini adalah pembangunan IKN, di mana membutuhkan tenaga kerja ahli di bidang konstruksi. Diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal.  lulusan Fakuktas Teknik, yang tersertifikasi siap dan mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja tersebut.”, tandasnya. //Sik 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close