POPULER

 Dialog Kebangsaan bersama Mahfud MD, Kapolda Jateng Ajak Warga Jaga Kondusivitas Wilayah dan Toleransi

Dialog Kebangsaan bersama Mahfud MD, Kapolda Jateng Ajak Warga Jaga Kondusivitas Wilayah dan Toleransi

WARTAJOGLO, Solo –  Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi mengajak semua warga Jateng untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dan toleransi dalam rangka mengawal proses Pemilu 2024 agar berlangsung tertib dan kondusif. 

Hal itu disebut Kapolda Jateng Irjen Luthfi saat menghadiri kegiatan Dialog Kebangsaan bersama Prof. Dr. H. M. Mahfud MD selaku Menkopolhukam RI, Selasa (17/10/2023) di Kota Surakarta. 

Selain Kapolda Jateng hadir pula Pj. Gubernur Jateng Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Kabinda Jateng Brigjen TNI Andi Sulaiman, Deputi VI Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Janedri M. Gaffar. 

Suasana dialog kebangsaan bersama Prof Mahfud MD

Hadir pula di sana Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsma Ridha Hermawan, Danrem 074 Kolonel Inf. Ali Akhwan, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf. Eko Hardianto, anggota Bawaslu RI Puadi, Titi Anggraini selaku Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi/Perludem, Perwakilan Bawaslu/KPU Provinsi Jateng dan Perwakilan BEM se-Solo Raya. 

“Kegiatan ini sengaja digelar dalam rangka mencipatkan Pemilu yang aman, damai, tertib terselenggara dengan jujur dan adil serta sukses menuju Indonesia maju,” kata Kapolda Jateng.  

Polda Jateng sendiri sudah menggelar berbagai kegiatan dalam rangka persiapan operasi pengamanan Pemilu 2024 dan rangkaiannya yang terangkum dalam Operasi Mantap Brata Candi 2023 – 2024. Apel gelar pasukan untuk ini rencananya digelar besok di Lapangan Parade Kodam IV Diponegoro. 

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Satake Bayu Setianto menambahkan, operasi Mantap Brata 2023/2024 itu merupakan kegiatan operasi untuk menjamin Pemilu dapat berlangsung dengan aman dan lancar.  

“Salah satunya dengan upaya cooling system untuk meminimalisir isu-isu provokatif berlatar belakang SARA baik terjadi di tengah-tengah masyarakat maupun di ruang siber,” tambahnya. 

Pada operasi itu, sebutnya, kepolisian mengutamakan tindakan preemtif dan preventif alias mengedepankan upaya persuasif daripada represif. 

 “Perbedaan pendapat dan pilihan pimpinan merupakan hal biasa dalam setiap Pemilu namun hal tersebut, jangan sampai menimbulkan polemik dengan cara tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa,” lanjutnya.  

Sementara, Pj. Gubernur Jateng Komjen Pol (P) Nana Sudjana mengemukakan ada tiga poin penting yang perlu dilakukan untuk menyukseskan perhelatan Pemilu 2024. Tiga poin penting itu adalah menjaga kondusivitas, penguatan toleransi, dan mengawal proses demokratisasi.

"Seluruh komponen masyarakat perlu bersatu dan berkolaborasi dalam menyukseskan semua tahapan Pemilu hingga terpilih pemimpin yang mampu membawa Indonesia ke arah kemajuan," kata Nana seraya menambahkan pentingnya peran tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. //Hum

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close