POPULER

Tambah 3 Guru Besar, UMS Kukuhkan Posisi sebagai Perguruan Tinggi dengan SDM Berkualitas

Tambah 3 Guru Besar, UMS Kukuhkan Posisi sebagai Perguruan Tinggi dengan SDM Berkualitas

WARTAJOGLO, Solo – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berupaya meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di wilayah Solo raya.

Hal itu dilakukan dengan terus melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang salah satunya adalah tenaga pengajar berstatus guru besar.

Dan untuk itu, 3 orang guru besar akan dikukuhkan pada Senin 27 November 2023 di Auditorium Moh Djazman, Kampus I UMS.

Dengan penambahan 3 orang guru besar ini, maka UMS secara total memiliki 39 orang profesor yang siap meningkatkan kualitas perkuliahan bagi para mahasiswa.

Prof. Sabar Narimo memberikan penjelasan terkait pengangkatan dirinya sebagai guru besar bersama Prof Waluyo Adi Siswanto (dua dari kanan) dan Prof. Sri Lestari (paling kanan)

Adapun 3 orang guru besar yang akan dikukuhkan adalah Prof., Dr., Sabar Narimo, M.Pd., sebagai Guru Besar Ilmu Strategi Pembelajaran, Prof., Ir., Dr., Waluyo Adi Siswanto sebagai guru besar bidang Ilmu Teknik Mesin, dan Prof., Dr., Sri Lestari, M.Si., sebagai Guru Besar bidang Psikologi Umum.

Di hadapan awak media, Prof., Anam Sutopo., selaku Sekretaris Rektor UMS mengatakan bahwa bertambahnya tiga guru besar dapat memperkuat posisi UMS, sebagai perguruan tinggi ternama yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

“Ini merupakan salah satu akselerasi yang dilakukan oleh Pak Rektor, Prof., Dr., Sofyan Anif, M.Si., dalam mewujudkan UMS menjadi World Class University,” ujar Anam.

Sementara itu, sebagai Guru Besar Ilmu Strategi Pembelajaran Prof., Dr., Sabar Narimo, M.Pd., menyampaikan bahwa kondisi di sekolah saat ini mengalami berbagai persoalan. Terutama dalam menyikapi krisis moral pada anak didik. 

Maka dalam Hasta Laku, konsep budaya Jawa yang mencakup nilai-nilai etika dan perilaku, itu yang dijunjung tinggi.

”Nilai tersebut seperti gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pekewuh, pangerten, andhap ashor, tepo seliro. Melalui integrasi nilai Hasthalaku, pendidikan dapat menjadi lebih relevan, efektif, dan bermakna bagi siswa, membantu mereka tidak hanya dalam pencapaian akademis tetapi juga dalam pengembangan pribadi dan sosial,” ungkapnya.

Selanjutnya selaku Guru Besar bidang Ilmu Teknik Mesin, Prof., Ir., Dr., Waluyo Adi Siswanto, menyampaikan secara singkat isi orasi ilmiah yang akan disampaikan pada Pengukuhan Guru Besar nanti.

“Dalam Ilmu Teknik Mesin itu luas, saya fokus pada komputasi mekanika. Tujuan dari pemaparan nanti akan lebih ke simulasi dan optimisasi. Mengingat kita sedang berada di akhir revolusi 4.0 dan mulai masuk ke Civil Society 5.0 dengan ditandai penggunaan teknologi yang semakin canggih dan digitalisasi,” paparnya.

Kemudian, dalam kesempatan yang sama Guru Besar ke-39 UMS, Prof., Dr., Sri Lestari, M.Si., mengungkapkan dalam pidatonya nanti akan membahas keberfungsian dari keluarga. 

Hal itu melihat kondisi keluarga sekarang yang belum mengoptimalkan keberfungsian keluarga sehingga banyak kasus yang muncul, seperti perundungan, kekerasan, depresi, bunuh diri, dan lain sebagainya.

“Saya mengajak keluarga-keluarga untuk menguatkan kembali fungsi keluarga, agar anak dapat tumbuh dengan optimal, dan anak menjalani hari dengan bahagia. Dengan demikian, akan menciptakan generasi sejahtera dan empatik. Sehingga keluarga tidak hanya berfungsi untuk menyiapkan makan pagi, tetapi mendidik generasi,” pungkasnya. //Her

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close