TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Gelar Pelatihan Coding dan AI untuk Guru, Ketua YASMI: Teknologi Jangan Jadi Momok

Dr. Nidaan Hasana sedang memberikan materi tentang AI untuk para anggota FKAM

WARTAJOGLO, Sukoharjo - Di era pendidikan yang serba cepat, guru sering kali berada di posisi yang paling berat. 

Tugas mengajar semakin menantang, beban administrasi menumpuk, sementara tuntutan kurikulum terus berkembang. 

Di tengah tekanan itu, coding dan AI hadir bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai alat bantu cerdas yang dapat mengubah cara guru bekerja.

Untuk itulah Yayasan Smart Madani Indonesia (YASMI) menggelar Training of Trainer (TOT) "Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)" pada Sabtu 29 November 2025.

Bertempat di aula Grha Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), Pabelan, Sukoharjo, acara ini diikuti oleh para anggota FKAM.

"Ini adalah pelatihan awal, di mana mereka yang mengikuti pelatihan ini nantinya diharapkan bisa memberikan pelatihan untuk para guru," jelas Ketua Yasmin, Dr. Muhammad Kalono, SH, MH, saat ditemui di sela-sela acara.

Kalono juga menegaskan bahwa pentingnya bagi setiap guru untuk melek teknologi.

"Sekarang semua guru harus memahami coding dan kecerdasan artifisial atau yang umum disebut AI," ujarnya.

Kalono sangat menyadari tantangan yang dihadapi para guru, terutama yang sudah sepuh, ditambah lagi dengan beban kerja yang didominasi oleh urusan administratif. 

"Guru ini pekerjaan administratifnya 70% dan itu sangat memakan waktu," ungkapnya.

Dr. Muhammad Kalono, Ketua YASMI

Di sinilah peran teknologi dipertaruhkan. Dengan pengenalan AI dan coding yang disajikan secara simpel dan mudah, Kalono berharap teknologi bisa menjadi asisten pribadi yang signifikan dalam meringankan tumpukan pekerjaan administratif guru.

"Teknologi jangan menjadi momok, tetapi harus menjadi hal yang menyenangkan dan menggembirakan untuk meringankan para guru," tegasnya.

Hari pertama pelatihan ini menghadirkan praktisi AI terkemuka di bidang pendidikan, Dr. Nidaan Hasana, S.T., M.Si.

Dalam wawancara singkat, Dr. Nidaan menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang komprehensif, dimulai dari pondasi dasar. 

"Nanti kan kita akan memberikan pengertian dulu apa itu coding, kemudian apa itu AI," jelasnya.

Namun, pelatihan ini jauh dari sekadar teori. Dengan komposisi 70% praktik dan 30% teori, peserta langsung diajak menyelami dunia aplikasi.

"Nanti di akhir sesi kita akan praktik untuk coding-nya juga, kemudian kita juga akan menggunakan AI generatif-nya juga," kata Nidaan.

Pendekatan ini dipilih untuk memastikan para pendidik, yang latar belakang keahliannya beragam, dapat memahami dan merasakan langsung manfaat praktis teknologi tersebut. 

"Karena ini masih awalan. Jadi kita akan mengajarkan dari yang pemula dulu," tambahnya.

Motivasi utama di balik pelatihan intensif ini adalah mengatasi krisis waktu akibat beban administrasi.

"Kita punya tantangan di pendidikan khususnya para guru, itu tentang akselerasi dan juga automasi," ujar Dr. Nidaan. 

Ia menyoroti budaya lama yang masih membelenggu, di mana guru terbebani oleh pekerjaan administrasi yang banyak dan itu memakan waktu yang lama juga.

"Maka perlu dibutuhkan AI untuk memudahkan mereka dan kecepatan hasil mereka, sehingga pembelajaran akan lebih banyak dibandingkan dengan administrasinya," tegas Dr. Nidaan. 

Ini akan memungkinkan fokus guru kembali sepenuhnya pada interaksi dan kualitas pengajaran.

Pelatihan ini terbuka lebar bagi guru-guru negeri maupun swasta, dari Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama.

Meskipun penguasaan teknologi memerlukan waktu yang berbeda-beda, YASMI berkomitmen penuh untuk mendukung semua.

Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap dunia pendidikan, pelatihan TOT AI dan Coding ini diselenggarakan secara gratis bagi para guru.

Gerakan ini tidak berhenti di hari pertama. Acara akan dilanjutkan pada hari Kamis 4 Desember 2025 dengan kehadiran narasumber lain, yakni Dr. Dwi Joko dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan founder EasyPATHs, Ronaldo Yolanda Putra, S.E., M.M.

"Kami berharap ini merupakan gerakan, yakni gerakan membersamai guru untuk belajar AI dan coding," pungkas Kalono. //Sik

Type above and press Enter to search.