TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Ironi 20 Tahun Pengakuan UNESCO pada Keris, Paguyuban Bratasura: Terancam Dilupakan

Daryono, Ketua Paguyuban Bratasura memotong nasi tumpeng dalam acara wilujengan untuk memperingati 20 tahun pengakuan UNESCO pada keris

WARTAJOGLO, Solo - Paguyuban Bratasura (Bawarasa Tosan Aji Surakarta) menggelar acara wilujengan, dalam rangka memperingati 20 tahun pengakuan keris oleh UNESCO, pada Selasa 25 November 2025. 

Acara yang digelar di komplek Museum Keris Nusantara, kawasan Sriwedari Kota Solo itu, diikuti oleh para anggota paguyuban tersebut, yang tersebar di berbagai wilayah di Solo raya.

Keris sendiri resmi ditetapkan sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 25 November 2005, setelah melalui sebuah perjuangan panjang dari para pelestari warisan budaya ini.

Daryono, Ketua Paguyuban Bratasura, menekankan bahwa peringatan ini harus menjadi momentum refleksi dan aksi nyata untuk melestarikan pusaka yang telah menyertai peradaban Nusantara selama ribuan tahun.

Ditemui di sela-sela acara wilujengan, Daryono menegaskan bahwa keris memiliki kedudukan yang jauh melampaui sekadar benda pusaka. 

Ia menyebut keris sebagai sebuah mahakarya yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.

"Keris ini tidak bisa dilihat hanya sebagai sebuah pusaka, namun lebih daripada itu sebagai karya seni yang mempunyai nilai estetika tinggi. Coba kalau kita bayangkan dari mulai warangkanya, pendoknya, dapurnya, ya, semuanya ini melibatkan semua pengrajin ekonomi kreatif," ujarnya.

Pria yang juga pegiat pariwisata di Kota Solo ini menegaskan peran keris sebagai lambang identitas nasional dan nilai spiritual. 

"Keris sebagai jati diri bangsa atau identitas, yang bisa dibilang sebagai spirit atau kekuatan dari bangsa ini," tegasnya. 

Dengan pengakuan global atas keris, maka momentum ini menurut daryono harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk mendorong sektor ekonomi kreatif. 

Sebab selain nilai historis dan spiritual, keris juga memiliki nilai investasi yang tinggi. Ia lantas mengajukan usulan yang sangat spesifik dan riil untuk mendukung para pengrajin. 

"Saya berharap para pejabat atau pegawai di lingkungan pemerintahan  dapat berpartisipasi aktif dalam melestarikan keris melalui tindakan nyata. Hendaknya mereka punya satu keris aja, tidak harus yang harganya puluhan juta, yang 5 juta atau 3 jutaan ajalah," pintanya.

Dampak dari kontribusi kecil ini, menurut Daryono, akan sangat besar bagi pengrajin UKM. 

"Kalau hal itu terealisir, pengrajin pendok bisa bayar kontrakan. Pengrajin warangka bisa bayar SPP anaknya. Pengrajin singkep [penutup keris] bisa bayar cicilan rumah. Sehingga, pelestarian keris menjadi motor penggerak ekonomi tumbuh di tingkat akar rumput," ungkapnya.

Daryono mengingatkan bahwa pengakuan UNESCO membawa tugas dan tanggung jawab. Tanpa adanya tindak lanjut yang serius dari pemerintah, masyarakat, dan komunitas, warisan ini bisa hilang karena dilupakan masyarakat.

 Ia juga menyoroti pentingnya dukungan literasi untuk memastikan keberlanjutan keris di masa depan.

"Literasi menjadi sebuah sumber bagaimana keris ini akan kita majukan untuk generasi ke depan," katanya.

Paguyuban Bratasura juga menyerukan agar pemerintah dan komunitas menjalin kolaborasi aksi, terutama dengan museum. 

Museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi juga pusat wisata edukasi dengan variasi koleksi yang terus diperbarui. 

Tujuannya adalah agar masyarakat menjadi repeater atau pengunjung berulang, yang menunjukkan ketertarikan berkelanjutan terhadap budaya keris.

"Intinya, kita harus memulai dari hal-hal yang sifatnya riil dan nyata. Dimulai dari para pegawai se- Solo, se-Jawa Tengah dan nantinya se-Indonesia. Sebab pada kenyataannya banyak pejabat yang teriak-teriak soal pelestarian keris, tapi ternyata tidak memiliki keris," tandasnya.

Peringatan 20 tahun pengakuan UNESCO atas keris oleh Paguyuban Bratasura berlangsung dnegan sederhana. 

Para pengurus paguyuban berkumpul dan menyediakan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur, yang kemudian dimakan bersama-sama. //Bang

Type above and press Enter to search.