TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Bantu Tingkatkan Produktivitas, Unisri Dorong Dosen Manfaatkan AI untuk Menulis Buku

Wakil Rektor I Unisri, Saiful Bahri sedang menyampaikan materi tentang AI

WARTAJOGLO, Solo - Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kembali mendorong inovasi dalam dunia akademik, melalui penyelenggaraan "Workshop 21 Menit Penulisan Buku Menggunakan AI" yang digelar Unisri Press. 

Dalam kegiatan ini, pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi sorotan utama sebagai teknologi yang mampu mempercepat proses kreatif dan produktivitas para dosen dalam menulis buku.

Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo MPd, menilai bahwa AI telah membuka peluang besar bagi para akademisi untuk lebih produktif. 

Menurutnya, kemampuan AI dalam merangkum, mengorganisasi ide, hingga membantu struktur penulisan dapat mempercepat lahirnya karya ilmiah yang berkualitas. 

Meski begitu, ia tetap menekankan bahwa kualitas tulisan harus dijaga oleh penulisnya sendiri.

“Saya akui para dosen bisa dan pernah menulis buku, tapi menulis buku yang cepat, tepat, benar, dan enak dibaca orang itu butuh kemampuan tersendiri,” ujarnya saat membuka workshop. 

Dengan hadirnya AI, ia yakin proses tersebut dapat menjadi lebih efisien tanpa mengurangi bobot akademik karya.

Prof Dr Sutoyo juga mengingatkan bahwa menulis buku tetap membutuhkan konsistensi dan komitmen. Namun kini, dosen tidak lagi harus bekerja sepenuhnya secara manual. 

“Menurut saya, menulis buku itu tidak sulit, hanya butuh konsistensi dan komitmen. Lagi pula menulis buku tak harus sendiri, bisa secara tim,” katanya.

Workshop yang menghadirkan tiga narasumber internal kampus yakni Saiful Bahri, Menawar Kholil, dan Yudhistiro Pandu Widhiyoko ini, memberikan gambaran praktis bagaimana AI bekerja membantu proses penulisan. 

Mulai dari penyusunan kerangka buku, penyempurnaan bahasa, hingga pengembangan draf bab, semuanya dapat dilakukan lebih cepat dengan dukungan teknologi.

Salah satu narasumber, Yudhistiro Pandu Widhiyoko, menjelaskan bahwa AI sudah menjadi bagian penting dunia penulisan modern. 

Ia menekankan bahwa AI bukan pengganti, melainkan partner kerja yang membantu mempercepat penyelesaian naskah. 

“Menulis dengan bantuan AI bisa dilakukan secara cepat. Namun AI itu hanyalah alat bantu. Yang utama adalah manusianya, penulisnya,” tegasnya.

Yudhistiro juga menantang para dosen agar lebih produktif memanfaatkan teknologi ini. 

“Saya harap, dengan bantuan AI ini para dosen bisa menulis buku dengan cepat dan tepat tanpa meninggalkan bobot atau kualitas. Setidaknya satu tahun bisa menghasilkan satu buku,” ungkapnya.

Dengan berkembangnya peran AI dalam akademik, Unisri berharap muncul lebih banyak buku karya dosen yang tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memperkaya literasi ilmiah nasional. //Sik

Type above and press Enter to search.