![]() |
| Kepala BPOM Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D (mengacungkan jempol) bersama keluarganya saat bersilaturahmi dengan H Puspo Wardoyo (kanan) di Kalipepeland |
WARTAJOGLO, Solo - Di tengah agenda resmi yang padat, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D, meluangkan waktu khusus untuk singgah di obyek wisata Kalipepeland, Boyolali, pada Kamis 4 Desember 2025.
Bukan sekadar kunjungan biasa, pertemuan ini menjadi momen silaturahmi hangat antara dirinya dan pengusaha kuliner nasional, Puspo Wardoyo, yang juga pengelola obyek wisata tersebut.
Taruna Ikrar dan Puspo Wardoyo sendiri diketahui telah memiliki hubungan sejak lama. Hal ini diakui oleh Taruna saat ditemui usai memberikan kuliah umum mengenai Perkembangan Herbal Medicine di Indonesia, yang digelar Fakultas Kedokteran UNS, Jumat 5 Desember 2025.
“Beliau ini teman, sahabat saya, dan juga pasien saya. Jadi saya datang sebagai sahabat untuk silaturahmi. Dan saya melihat luar biasa usaha beliau, berkembang terus,” ujarnya.
Selain melakukan silaturahmi, ada dugaan bahwa pertemuan itu juga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Sebab Puspo Wardoyo diketahui juga mengelola beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Solo raya.
Taruna Ikrar sendiri hanya tersenyum lebar saat ditanya terkait isi pertemuan dengan Puspo Wardoyo, sembari berucap terima kasih atas dukungan masyarakat selama ini.
Terkait program MBG, Taruna Ikrar menjelaskan mengenai mandat besar BPOM dalam implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.
Tujuh tugas baru diberikan kepada BPOM, mulai dari pengawasan, edukasi, mediasi risiko, rekognisi dapur SPPG, hingga investigasi bila terjadi kasus keracunan.
Bagi Taruna Ikrar, memastikan keamanan pangan bukan hanya pekerjaan birokratis, tetapi misi moral yang menyentuh masa depan anak-anak Indonesia.
Dalam konteks itulah, pertemuannya dengan Puspo Wardoyo diduga memiliki makna lebih mendalam.
Bukan hanya sebatas menyapa sahabat lama, tetapi menjalin sinergi di tengah sebuah program nasional yang mencakup 82,6 juta penerima setiap hari.
Pentingnya standar kebersihan SPPG, manajemen dapur, hingga mitigasi risiko bahan pangan lokal seperti seafood yang memiliki tingkat histamin lebih tinggi, tentu menjadi hal penting yang harus dipenuhi oleh para pengelola SPPG.
Bertemu dengan Pengusaha Kuliner Puspo Wardoyo, Kepala BPOM RI: Beliau Sahabat Saya https://t.co/m8aP7kbCQE
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) December 5, 2025
Dan sejauh ini, SPPG yang dikelola Puspo Wardoyo melalui Yayasan Bangun Gizi Nusantara (YABGN) selalu menerapkan standar itu dengan baik. Sehingga tidak pernah ada permasalahan terkait kualitas makanan serta pelayanan dalam pelaksanaan program MBG.
“Tujuannya adalah memastikan semua produk makanan, minuman yang sampai ke anak-anak kita itu lebih aman, sesuai standar kualitas,” tegas Taruna. //Sik
