![]() |
| Raul Anggawasistha, selaku Kepala Departemen Sosial, Pemuda, dan Kemanusiaan FKAM (SPK FKAM) |
WARTAJOGLO, Sukoharjo - Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera telah memanggil jiwa-jiwa kemanusiaan untuk bergerak. Salah satunya adalah Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) yang berbasis di Solo.
Ditemui di Grha FKAM, Pabelan, Sukoharjo pada Kamis 4 Desember 2025, Raul Anggawasistha, selaku Kepala Departemen Sosial, Pemuda, dan Kemanusiaan FKAM (SPK FKAM), membeberkan detail aksi cepat tanggap yang mereka lakukan, menegaskan komitmen mereka untuk hadir di tengah kesulitan.
"Kami memiliki peran penting, yaitu di SAR FKAM," ujar Raul mengawali penjelasannya.
Menyikapi musibah yang terjadi, FKAM langsung menjalin sinergi dengan berbagai pihak. Raul mengungkapkan bahwa tim FKAM telah melakukan BKO dengan Basarnas Semarang.
"Alhamdulillah, kemarin kita ber-BKO dengan Basarnas Semarang. Kita diberangkatkan tiga personel," jelasnya.
Tiga personel ini merupakan tim awal yang bertugas melaksanakan Search and Rescue (SAR), pencarian, evakuasi, dan asesmen di lokasi terdampak.
Tim awal ini bahkan harus menghadapi tantangan perjalanan yang luar biasa. Menurut Raul, perjalanan menuju lokasi bencana bisa memakan waktu minimal lima hari di tengah kondisi saat ini.
Ke depan, tim utama FKAM dari Solo Raya akan mengirimkan tambahan lima personel SAR untuk melengkapi tim yang sudah berada di lapangan.
FKAM juga tidak bekerja sendirian. Mereka berencana memberdayakan SDM lokal dan menggandeng berbagai komunitas di wilayah Solo Raya yang memiliki potensi SAR untuk bergabung dalam misi kemanusiaan ini.
Setelah tim asesmen mengirimkan data valid dari lapangan, fokus selanjutnya adalah penyaluran bantuan. Rencananya, FKAM akan melakukan pengiriman logistik secara bertahap.
"Setelah kita mendapatkan informasi-informasi yang valid dari sana, kita akan menyusun rencana pemberangkatan dan membawa logistik sesuai keperluan," kata Raul.
Bantuan yang telah terkumpul meliputi sembako serta pakaian layak pakai. Khusus untuk pakaian, dipastikan memiliki kualitas yang baik, bukan sekadar pakaian bekas biasa.
Mengingat sulitnya akses, FKAM telah menyiapkan dua opsi pengiriman. Jika kondisi belum memungkinkan, tim akan mengirimkan bantuan secara mandiri via udara pada pekan depan, tepatnya hari Jumat. Sementara itu, logistik dengan volume besar akan diangkut menggunakan jalur laut.
Dalam operasi kali ini, FKAM memiliki fokus prioritas yang spesifik. Selain melakukan upaya SAR umum, mereka mengutamakan wilayah yang benar-benar terisolir.
"Kita paling utama memprioritaskan yang sedang viral, yaitu Ustaz Dede. Yang mana dia saat ini berterisolir di salah satu hutan, berarti tidak ada akses sama sekali bantuan yang bisa masuk," ujar Raul.
Selain fokus pada evakuasi dan bantuan darurat, FKAM juga memikirkan fase recovery atau pemulihan jangka panjang, khususnya untuk warga yang kehilangan tempat tinggal.
"Salah satunya bagaimana nanti masyarakat yang membutuhkan semacam kayak tempat tinggal sementara," jelas Raul.
Bukan Sekadar Bantuan, Ini yang Dilakukan Tim SAR FKAM di Tengah Bencana Sumatera https://t.co/RmRNNhDgJk
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) December 6, 2025
Bahkan, FKAM memiliki komitmen kuat untuk membantu warga yang terpaksa mengungsi untuk kembali ke rumah mereka saat kondisi sudah aman.
"Kita akan membawa masyarakat itu sampai ke tempat tinggalnya sesuai kebutuhan yang dimiliki," pungkasnya, //Kls
