![]() |
| Rektor ISI Surakarta Dr Bondet Wrahatnala menandatangani surat pengangkatan dekan baru di Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) |
WARTAJOGLO, Solo - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta resmi memiliki jajaran pimpinan baru di beberapa fakultas untuk masa bakti 2025–2029.
Ini setelah Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., melantik Dr. Aris Setiawan, S.Sn., M.Sn. sebagai Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) serta Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. sebagai Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendapa GPH Joyokusumo ISI Surakarta, Senin 22 Desember 2025.
Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat struktural ISI Surakarta, para Wakil Rektor I, II, dan III, Kepala Biro, Kepala Bagian, Kepala Subbagian, serta dosen di lingkungan ISI Surakarta.
Dalam sambutannya, Rektor ISI Surakarta menegaskan bahwa pelantikan dekan bukan sekadar pergantian jabatan struktural, melainkan bagian penting dari kesinambungan kepemimpinan akademik.
“Pelantikan ini bukan hanya pergantian jabatan, tetapi merupakan bagian dari proses estafet kepemimpinan akademik yang strategis untuk menjaga keberlanjutan, mutu, dan relevansi ISI Surakarta sebagai perguruan tinggi seni yang unggul, inovatif, dan berdampak,” ujar Rektor.
Bondet juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para dekan yang baru dilantik. Ia menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru ini mampu membawa fakultas semakin adaptif terhadap tantangan zaman.
“Atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Aris Setiawan sebagai Dekan Fakultas Seni Pertunjukan dan Dr. Handriyotopo sebagai Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain periode 2025–2029. Dengan kapasitas keilmuan, pengalaman akademik, serta integritas yang dimiliki, saya yakin mampu mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, kepemimpinan yang visioner, dan semangat kolaboratif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Dunia pendidikan tinggi seni dituntut terus bertransformasi seiring dinamika global dan kebutuhan masyarakat.
“Tantangan ke depan meliputi transformasi pendidikan tinggi, penguatan riset dan penciptaan seni, hilirisasi karya, tata kelola BLU, hingga penguatan jejaring nasional dan internasional,” tegas Rektor.
Dalam arahannya, Rektor ISI Surakarta juga menekankan pentingnya gaya kepemimpinan yang inklusif dan berakar pada nilai-nilai luhur seni.
Lantik Dekan FSP dan FSRD, Rektor ISI Surakarta Tegaskan Estafet Kepemimpinan Seni yang Visioner https://t.co/rf4UKGJRqa
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) December 23, 2025
Menurutnya, fakultas harus menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi kreativitas, dialog, dan mutu akademik.
“Saya berharap para dekan baru mampu membangun kepemimpinan yang inklusif, dialogis, dan berbasis nilai-nilai luhur seni—kepekaan, kreativitas, integritas, serta keberpihakan pada mutu akademik yang sehat, produktif, dan berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. //Sik
