TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Menjaga Jejak Seni Budaya Soloraya melalui Pengelolaan Arsip Kolaboratif

Unit Penunjang Akademik Dokumentasi dan Koleksi ISI Surakarta bekerja sama dengan Unit Kearsipan ISI Surakarta menggelar Bincang Arsip #4 bertema “Penyelamatan Warisan Budaya melalui Pengelolaan Arsip Kolaboratif”

WARTAJOGLO, Solo - Kekayaan seni dan budaya Soloraya tak hanya hidup dalam pertunjukan, artefak, atau tradisi lisan, tetapi juga tersimpan dalam arsip seperti dokumen, foto, rekaman, dan berbagai jejak kreatif yang merekam perjalanan budaya. 

Kesadaran inilah yang mengemuka dalam kegiatan Bincang Arsip #4 bertema “Penyelamatan Warisan Budaya melalui Pengelolaan Arsip Kolaboratif” yang diselenggarakan Unit Penunjang Akademik Dokumentasi dan Koleksi ISI Surakarta bekerja sama dengan Unit Kearsipan ISI Surakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada 18 Desember 2024 pukul 09.00–12.00 WIB ini digelar di Ruang Mini Cinema, Laboratorium Multimatra SBSN ISI Surakarta. 

Forum ini menjadi ruang temu lintas institusi yang mempertemukan pengelola arsip, perpustakaan, museum, hingga perguruan tinggi di wilayah Soloraya.

Peserta Bincang Arsip #4 berasal dari berbagai lembaga, antara lain Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Klaten, dan Boyolali, Taman Budaya Jawa Tengah, Museum Samanhudi, Museum Keris, dan Museum Reksopustaka Puro Mangkunegaran. 

Turut hadir pula perwakilan UPA Perpustakaan dan Kearsipan ISI Surakarta, Universitas Sahid, serta Universitas Sebelas Maret.

Kegiatan ini bertujuan membangun pemahaman bersama sekaligus komitmen kolaboratif antarlembaga dalam pengelolaan arsip warisan budaya. 

Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi tantangan dan praktik terbaik pengelolaan arsip seni budaya di masing-masing institusi

Lalu merumuskan model kolaborasi yang efektif mulai dari berbagi sumber daya, keahlian, hingga informasi, serta mendorong terbentuknya jejaring kerja yang berkelanjutan di Soloraya.

Dalam pengantarnya, Dr. Isa Ansari, M.Hum, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISI Surakarta, menegaskan bahwa Soloraya memiliki kekayaan seni budaya yang sangat potensial untuk menjadi warisan budaya nasional. 

Menurutnya, pengelolaan arsip seni budaya tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi antarpihak pengelola menjadi kebutuhan mendesak demi menyelamatkan kekayaan budaya Nusantara dari risiko hilang dan rusak.

Sesi sharing session yang dipandu oleh Lipursari, Arsiparis ISI Surakarta, menjadi bagian paling dinamis dalam kegiatan ini. 

Para peserta saling berbagi pengalaman dan persoalan nyata di lapangan. Perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Klaten dan Sragen mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada proses akuisisi arsip seni budaya yang masih dikelola secara perorangan. 

Dinamika ini kerap diwarnai persoalan kepercayaan, kesadaran, dan pemahaman masyarakat terhadap nilai arsip.

Diskusi berkembang ketika peserta lain memberikan tanggapan dan masukan tentang pentingnya edukasi publik. 

Masyarakat perlu dipahamkan bahwa penyerahan arsip seni budaya kepada lembaga kearsipan daerah atau perguruan tinggi bukan berarti kehilangan hak, melainkan justru menjadi langkah penyelamatan dari kerusakan dan kepunahan. 

Upaya bersama untuk terus menggaungkan gerakan sadar arsip dinilai sebagai kunci membangun kepercayaan publik.

Para peserta sepakat bahwa potensi warisan seni budaya di Soloraya sangat besar dan memerlukan pengelolaan yang sinergis. 

Kolaborasi antara pemerintah daerah, museum, perpustakaan, dan perguruan tinggi diyakini akan menjadi kekuatan utama dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan arsip seni budaya.

Melalui Bincang Arsip, pengelolaan arsip tidak lagi dipahami sebagai kerja administratif semata, tetapi sebagai upaya aktif dalam meningkatkan literasi budaya masyarakat. 

Arsip seni budaya perlu “dihidupkan” melalui berbagai aktivasi agar dapat diakses, dipelajari, dan dimaknai oleh publik luas.

Ke depan, kegiatan Bincang Arsip diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan. 

Bukan hanya untuk memperkuat penelusuran dan penyelamatan arsip seni budaya, tetapi juga untuk membangun kesepahaman, jejaring, dan sinergi lintas lembaga demi merawat ingatan budaya Soloraya untuk generasi mendatang. //Lis

Type above and press Enter to search.