TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Inovasi Karpet Edukatif Karya Mahasiswa UMS Dukung Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

Mahasiswa UMS ciptakan karpet edukatif untuk terapi anak berkebutuhan khusus

WARTAJOGLO, Solo - Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus terus mendorong lahirnya berbagai inovasi edukatif di lingkungan perguruan tinggi. 

Salah satunya datang dari Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berhasil mengembangkan media edukasi interaktif berupa karpet edukatif multi-tema berbasis sensor suara dan internet. 

Inovasi ini dirancang untuk mendukung stimulasi, terapi sensorik, sekaligus pembelajaran adaptif bagi anak berkebutuhan khusus.

Tak sekadar alat bermain, karpet edukatif interaktif ini mampu merespons aktivitas anak melalui sensor suara yang aktif ketika anak menginjak area tertentu pada karpet. 

Sistemnya terhubung dengan internet, sehingga tema pembelajaran dapat diubah dengan mudah sesuai kebutuhan pendamping, guru, maupun terapis. 

Fleksibilitas ini menjadikan produk tersebut lebih unggul dibandingkan karpet edukatif konvensional yang umumnya bersifat statis.

Produk inovatif ini dikembangkan oleh Tim RABA UMS, tim lintas disiplin yang terdiri dari mahasiswa Fisioterapi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Teknik Elektro, serta Sistem Informasi. 

Kolaborasi tersebut memungkinkan penggabungan pendekatan kesehatan, edukasi, dan teknologi dalam satu media yang aplikatif serta mudah diterapkan di lapangan.

Ketua Tim RABA, Taqiyyah Nurul ‘Azzah, menjelaskan bahwa riset ini berangkat dari kebutuhan nyata di masyarakat. 

Salah satu anggota tim memiliki kerabat dengan kondisi speech delay, sehingga mendorong tim untuk merancang media terapi yang efektif, terjangkau, inklusif, dan menyenangkan bagi anak.

“Karpet edukatif interaktif ini dilengkapi sensor suara yang merespons aktivitas anak saat menginjak area tertentu. Karena terhubung dengan internet, tema pembelajaran bisa diganti dengan mudah sesuai kebutuhan. Media ini jauh lebih fleksibel dan adaptif,” ujar Taqiyyah saat diwawancarai, Selasa 6 Januari 2026.

Keunggulan utama riset ini terletak pada integrasi keilmuan yang diterapkan secara langsung untuk menjawab persoalan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. 

Proses perancangannya dilakukan dengan pembagian peran yang jelas, mulai dari desain sistem dan pemrograman sensor, perencanaan terapi stimulasi, hingga perancangan konten edukasi. 

Seluruh aspek tersebut dipadukan agar media yang dihasilkan tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

“Inovasi yang kami kembangkan tidak hanya berangkat dari teori, tetapi juga dari kepedulian terhadap kondisi anak berkebutuhan khusus di lapangan,” tambahnya.

Tim RABA juga terus menyempurnakan desain agar karpet edukatif ini mudah digunakan oleh orang tua, guru, maupun terapis. 

Harapannya, media ini dapat mendukung proses intervensi dini secara lebih sederhana tanpa ketergantungan pada alat terapi berbiaya tinggi.

Potensi pengembangan inovasi ini dinilai sangat besar, baik untuk diterapkan di lembaga pendidikan anak usia dini, sekolah inklusif, maupun komunitas pendamping anak berkebutuhan khusus. 

Selain itu, karpet edukatif interaktif ini juga berpeluang dikembangkan lebih lanjut sebagai perangkat edukasi berbasis teknologi yang ramah pengguna dan berkelanjutan.

Berkat inovasi tersebut, Tim RABA UMS berhasil meraih Gold Medal pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 18–21 Desember 2025. 

Tim RABA berkompetisi pada kategori Research on Children with Special Needs dan dinilai unggul dalam aspek inovasi, kebermanfaatan, serta integrasi keilmuan.

Taqiyyah mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut dan menyebut penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan riset agar dapat memberi dampak yang lebih luas.

“Kami berharap media ini dapat menjadi alternatif stimulasi yang inklusif dan aplikatif bagi anak berkebutuhan khusus,” tuturnya.

Ke depan, Tim RABA berencana melanjutkan penelitian melalui pengembangan fitur lanjutan, uji implementasi lapangan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. //Sik

Type above and press Enter to search.