TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Program Gizi BerKarsa Latih Kemandirian dan Bentuk Karakter Siswa di Sukoharjo

Kepala Dinas Pndidikan Kabupaten Sukoharjo menyaksikan para siswa SDN 01 Pranan menyantap paket MBG

WARTAJOGLO, Sukoharjo - Upaya membangun generasi berkarakter tak selalu harus dimulai dari ruang kelas dengan teori panjang. 

Di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, sebuah pendekatan berbeda mulai diuji coba melalui Program Gizi BerKarsa (Gizi Berbasis Karakter dan Ketahanan Pangan Sekolah).

Program ini dikembangkan sebagai penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan pembelajaran karakter yang menempatkan siswa dan sekolah sebagai subjek aktif.

Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo pun mendukung implementasi program ini kepada para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan, Havid Danang Purnomo Widodo, SH., MH, menilai Gizi BerKarsa sebagai inovasi strategis karena tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga membangun karakter, tanggung jawab, dan budaya positif di sekolah.

“Kami mendorong agar program ini benar-benar hidup sebagai praktik pendidikan sehari-hari melalui peran kepala sekolah, guru, dan pengawas,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan Program Gizi BerKarsa di SDN 01 Pranan pada Sabtu 10 Januari 2026.

Gizi BerKarsa mengintegrasikan praktik pascakonsumsi makanan, seperti mencuci tempat makan sendiri, memilah sisa makanan, dan mengolah limbah organik. 

Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin, siswa dilatih kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dan hasil dari pelaksanaan program ini bisa dilihat pada kemandirian para siswa SDN 01 Pranan. 

Di mana mereka dengan tertib mengantri untuk mengambil jatah Makan Bergizi Gratis (MBG), dan setelah itu dengan sadar langsung mencuci tempat makan mereka sendiri.

Tak cuma mencuci tempat makan, mereka juga memilah sampah dari makanan itu dan membuangnya di tempat yang sesuai.

"Kegiatan pembentukan karakter sebenarnya sudah kami lakukan sejak lama. Namun untuk pencucian tempat makan ini, memang baru sekitar satu minggu, dan anak-anak sudah bisa menjalankan dengan baik," ujar Binar Kustanti, selaku Kepala SDN 01 Pranan.

Di lapangan, program ini dijalankan melalui kolaborasi sekolah dengan SPPG Godog. 

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu kami berkolaborasi agar MBG menjadi stimulan kegiatan positif yang berdampak langsung pada pembentukan karakter siswa,” ujar Sutardi, pengelola SPPG Godog.

Uji coba awal program ini didanai melalui swadaya masyarakat yang dikoordinir oleh Yayasan SMART Madani Indonesia (Y@SMI). 

Ketua Y@SMI, Dr. Sri Kalono, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup dibicarakan, tetapi harus diwujudkan melalui praktik nyata di sekolah.

Pilot Program Gizi BerKarsa dilaksanakan di TK Godog 1, SD Godog I, SD Pranan 1, dan SMP Negeri 3 Polokarto. 

Rangkaian kegiatan meliputi pemasangan sarana cuci tempat makan, pelatihan pembuatan sabun cair ramah lingkungan dan pupuk organik, serta simulasi cuci tempat makan oleh siswa.

Pendampingan akan terus dilakukan agar praktik ini berkembang menjadi budaya positif dan dapat direplikasi sebagai model pendidikan karakter berbasis sekolah. //Sik

Type above and press Enter to search.