TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Lama Menunggu, Prodi Desain Interior ISI Solo Akhirnya Sukses Kantongi Akreditasi Unggul

Prodi Desain Interior ISI Solo kantongi akreditasi unggul

WARTAJOGLO, Solo - Program Studi Desain Interior Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta akhirnya berhasil meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). 

Capaian tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan BAN-PT Nomor 319/SK/BAN-PT/Ak/S/III/2026 yang berlaku hingga 3 Maret 2031.

Di balik status prestisius tersebut, terdapat proses panjang dan kerja kolektif yang telah dipersiapkan sejak jauh hari. 

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) ISI Solo, Dr. Agung Purnomo, S.Sn., M.Sn., mengungkapkan bahwa proses menuju akreditasi unggul sudah dimulai sejak awal 2025.

Menurutnya, tahap awal dimulai dari penyusunan berbagai dokumen akreditasi yang menggambarkan kualitas akademik, tata kelola program studi, hingga capaian tridharma perguruan tinggi. 

Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan asesmen lapangan oleh tim asesor BAN-PT pada 6 Februari 2026.

“Proses akreditasi Prodi Desain Interior sudah dimulai sejak awal tahun 2025, kemudian asesmen lapangan dilaksanakan pada 6 Februari 2026,” jelas Agung, Kamis 5 Maret 2026.

Perjalanan menuju akreditasi unggul tidak lepas dari berbagai persyaratan ketat yang harus dipenuhi oleh program studi. Salah satu indikator penting adalah kualitas sumber daya manusia, khususnya kualifikasi dosen.

BAN-PT mensyaratkan minimal 25 persen tenaga pengajar memiliki gelar doktor (S3). Di Prodi Desain Interior ISI Solo, persyaratan tersebut bahkan terlampaui.

Saat ini program studi tersebut memiliki 16 dosen, dengan komposisi 1 orang guru besar, 10 doktor, serta dosen lainnya yang berstatus lektor dan lektor kepala. Struktur akademik tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam penilaian akreditasi.

Menurut Agung, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen jangka panjang institusi dalam meningkatkan kualitas tenaga pengajar dan pengembangan akademik.

“Secara syarat dan ketentuan, Desain Interior memang sudah selayaknya meraih Akreditasi Unggul karena syarat minimal dosen bergelar doktor sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Meski berhasil meraih predikat tertinggi dalam akreditasi, Agung menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir dari perjalanan. 

Justru, status unggul menjadi tantangan baru bagi pengelola program studi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitasnya.

Menurutnya, program studi harus terus meningkatkan layanan akademik, pengembangan kurikulum, serta kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan tridharma perguruan tinggi.

“Status unggul ini menjadi tantangan bagi pengelola prodi agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Keberhasilan Prodi Desain Interior juga menjadi bagian dari upaya besar ISI Solo dalam meningkatkan mutu pendidikan di seluruh program studi.

Saat ini, terdapat enam program studi lain di lingkungan ISI Solo yang juga tengah menunggu hasil akreditasi terbaru dari BAN-PT.

LPMPP sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penjaminan mutu, akreditasi program studi, serta audit akademik terus mendorong berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas institusi.

“Kami di LPMPP terus mengusahakan berbagai terobosan agar kualitas prodi dan institusi semakin baik serta memberikan dampak signifikan bagi masyarakat,” tegas Agung.

Di tengah upaya peningkatan kualitas tersebut, minat calon mahasiswa terhadap Prodi Desain Interior ISI Solo tetap tinggi. Pada tahun ini, program studi tersebut menerima 110 calon mahasiswa baru.

Jumlah tersebut terbagi dalam beberapa jalur seleksi, yakni 44 mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 44 mahasiswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta 22 mahasiswa melalui jalur mandiri. //Kls

Type above and press Enter to search.