![]() |
| Prof Winarti (kiri) menerima surat pengangkatan dirinya sebagai Rektor UTP Surakarta untuk masa bakti 2026 - 2030 |
WARTAJOGLO, Solo - Prof. Dr. Winarti, M.S kembali dipercaya memimpin Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta untuk periode 2026–2030.
Namun, alih-alih menyambut amanah itu dengan ungkapan syukur yang lazim terdengar, ia justru memulai langkahnya dengan kalimat yang tak biasa, yakni "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un".
Kalimat itu disampaikan saat Prof Winarti memberikan sambutan, usai menerima penyerahan Surat Keputusan (SK) Jabatan Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta masa bakti 2026-2030.
Penyerahan SK itu sendiri dilakukan oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Pembangunan (YPTTP), Leny Pramesti. pada Selasa 7 April 2026 di Hall Kampus 1 UTP Surakarta.
Usai acara, Prof. Winarti mengungkapkan alasan di balik ucapan tersebut. Baginya, jabatan bukanlah sebuah kemenangan untuk dirayakan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan institusi.
"Lha iya lha, masa dapat jabatan terus Alhamdulillah? Karena memang sejak awal saya tidak membayangkan kalau sampai lanjut ke periode kedua. Ini adalah tugas, dan bagi saya tugas itu sebetulnya tidak ringan," ujarnya saat dikonfirmasi mengenai ucapannya tersebut.
Ia menyadari bahwa tantangan empat tahun ke depan akan jauh lebih kompleks. Menurutnya, ada dua faktor utama yang membayangi dunia pendidikan tinggi saat ini yakni ketatnya persaingan antar-perguruan tinggi di wilayah sekitar dan kebijakan pemerintah yang bersifat dinamis.
"Tuntutan pemerintah dan kebijakan yang selalu berubah-ubah itu menuntut kita untuk terus beradaptasi dengan cepat. Itulah mengapa saya merasa amanah ini sangat berat," tambahnya.
Meski merasa memikul beban yang berat, Prof. Winarti mengaku optimistis. Keyakinan itu muncul bukan karena kemampuan pribadinya semata, melainkan karena soliditas internal yang dimiliki UTP Surakarta. Ia memuji ekosistem kerja di kampus tersebut yang dinilainya sangat suportif.
"Saya percaya di UTP itu atmosfernya baik, terutama atmosfer akademik dan SDM-nya yang sangat mendukung. Kami di sini saling menghargai. Siapa pun yang menjadi rektor, semua satu kata, mendukung dan bekerja bersama untuk membesarkan UTP," tuturnya dengan nada yakin.
Dalam sambutannya, Prof. Winarti juga sempat menyinggung capaian periode pertama, mulai dari pembenahan sistem ijazah yang kini langsung diterima lulusan saat wisuda, hingga implementasi Sentralisasi Administrasi dan Desentralisasi Akademik (SADA).
Ucap "Innalillahi" Saat Diangkat Lagi Jadi Rektor, Prof Winarti Ungkap Tantangan Berat UTP Surakarta di Depan https://t.co/HDHgvRRbXs
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) April 7, 2026
Ke depan, ia menargetkan stabilitas operasional kampus dengan mematok angka minimal 1.000 mahasiswa baru setiap tahunnya.
Baginya, keseimbangan antara jumlah mahasiswa yang masuk dan yang lulus adalah kunci agar anggaran universitas tetap sehat tanpa harus "menarik beban" dari periode sebelumnya. //Sik
