TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Ajak UMKM Solo Naik Kelas Lewat KUR, Bank Mandiri Sriwedari Ingatkan Bahaya Pinjol

Bank Mandiri Sriwedari buka akses KUR hingga Rp500 juta untuk dorong UMKM Solo berkembang

WARTAJOGLO, Solo – Dukungan terhadap pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo terus diperkuat. 

Salah satunya datang dari Bank Mandiri Cabang Sriwedari yang mengajak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sarana memperbesar skala usaha dan meningkatkan daya saing.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kerja Sama Permodalan dan Perbankan yang menjadi bagian dari rangkaian UMKM Vaganza garapan Solo Entrepreneurs Community (SOLEC) di Hotel Minoa Solo, Jumat 12 Juni 2026. 

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga perbankan agar semakin memahami akses pembiayaan yang aman, legal, dan terjangkau.

Kepala Bank Mandiri Cabang Sriwedari, Anggrawati, mengatakan bahwa KUR merupakan program yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah untuk membantu pelaku usaha memperoleh akses modal yang lebih mudah.

Menurutnya, permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha sehingga pelaku UMKM perlu memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah melalui perbankan.

"KUR adalah program pemerintah yang memang ditujukan untuk membantu pelaku usaha berkembang. Kami siap mendampingi dan memberikan dukungan agar UMKM bisa semakin maju dan usahanya bertumbuh," ujar Anggrawati.

Sementara itu, Cluster Manager Bank Mandiri Solo Sriwedari, Wahyu Saptono, menjelaskan bahwa fasilitas KUR dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat yang memiliki usaha produktif di berbagai sektor, selama tidak bertentangan dengan norma maupun ketentuan hukum yang berlaku.

Ia menyebutkan, Bank Mandiri melayani pengajuan KUR mulai dari Rp1 juta hingga Rp500 juta sesuai kebutuhan dan kapasitas usaha masing-masing pelaku UMKM.

"Semua bidang usaha bisa mengakses KUR selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Limit yang kami layani mulai dari Rp1 juta sampai Rp500 juta," kata Wahyu.

Menurutnya, kelengkapan administrasi menjadi salah satu syarat penting dalam proses pengajuan kredit. 

Namun demikian, masyarakat tidak perlu ragu untuk berkonsultasi apabila masih terdapat dokumen yang belum lengkap.

"Kalau ada persyaratan yang belum terpenuhi, silakan datang ke kantor cabang. Kita bisa berdiskusi bersama untuk mencari solusi dan melengkapi apa yang masih kurang," ujarnya.

Salah satu hal yang sering ditanyakan calon debitur, lanjut Wahyu, adalah mengenai kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan program pemerintah yang saat ini tengah melakukan integrasi data NPWP dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga mengingatkan pentingnya penggunaan dana KUR secara tepat sasaran. 

Ia menegaskan bahwa KUR merupakan salah satu jenis pembiayaan dengan bunga yang relatif rendah dibandingkan kredit lainnya sehingga harus dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.

"KUR ini merupakan kredit dengan bunga yang sangat ringan. Karena itu, dana yang diperoleh harus digunakan untuk kegiatan yang menghasilkan dan mendukung perkembangan usaha, bukan untuk kebutuhan konsumtif," tegasnya.

Ia menambahkan, penggunaan modal yang tepat akan membantu pelaku UMKM meningkatkan omzet, memperluas usaha, serta memperkuat kondisi keuangan bisnis dalam jangka panjang.

Selain membahas akses permodalan, Bank Mandiri juga mengingatkan para pelaku usaha agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pinjaman online atau pinjol yang marak beredar.

Menurut Wahyu, banyak pelaku usaha yang tertarik menggunakan pinjol karena proses pencairannya cepat dan terlihat mudah. 

Namun di balik kemudahan tersebut sering kali terdapat biaya administrasi dan potongan yang cukup besar sehingga membebani usaha.

"Banyak yang tergiur karena prosesnya cepat dan bunga terlihat rendah. Padahal sering ada biaya-biaya lain yang cukup besar di awal. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan resmi yang legal dan transparan," katanya.

Ia berharap para pelaku usaha tidak mengambil keputusan secara terburu-buru ketika membutuhkan modal usaha dan lebih memilih lembaga keuangan yang berada di bawah pengawasan pemerintah.

Sementara itu, perwakilan SOLEC, Andi, mengatakan bahwa kegiatan kerja sama permodalan dan perbankan sengaja dirancang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai institusi keuangan.

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha mikro yang belum memahami produk-produk perbankan atau bahkan merasa takut berurusan dengan bank karena menganggap prosesnya rumit.

"Kami melihat masih banyak pelaku UMKM yang belum akrab dengan dunia perbankan. Bahkan ada yang lebih memilih pinjol karena menganggap proses di bank sulit. Padahal sebenarnya banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan jika mereka memahami mekanismenya," jelas Andi.

Melalui forum edukasi tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai strategi agar usaha yang dijalankan memenuhi standar penilaian perbankan atau menjadi bankable.

"Kami ingin membantu pelaku usaha memahami apa saja yang perlu dipersiapkan agar usahanya layak mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan. Kalau sudah bankable, peluang berkembang akan semakin besar," tambahnya.

Kegiatan UMKM Vaganza tidak hanya menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra perbankan. Sejumlah institusi keuangan lain juga turut dilibatkan untuk memperluas akses pembiayaan dan peluang kerja sama bagi pelaku usaha.

Di antaranya adalah CIMB Niaga Syariah serta Shinhan Bank dari Korea Selatan yang dijadwalkan mengisi sesi business meeting pada hari berikutnya. 

Kehadiran berbagai lembaga keuangan tersebut diharapkan membuka peluang kemitraan yang lebih luas sekaligus membantu UMKM Solo memperbesar skala usaha mereka. //Kls

Type above and press Enter to search.