TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Bukan Sekedar Lari, PHRI Solo Run Ajak Peserta Menikmati Wisata dan Pengalaman Khas Hotel Berbintang

Sebanyak 200 pelari ikut meramaikan pre event PHRI Solo Run di Hotel Minoa Solo

WARTAJOGLO, Solo - Di tengah menjamurnya event lari di berbagai daerah, PHRI Solo Run 2026 mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda. 

Tidak hanya mengajak peserta berlari, event yang digagas BPC PHRI Surakarta ini menggabungkan olahraga, wisata, kuliner, hingga pengalaman menikmati layanan hotel dalam satu rangkaian kegiatan.

Keunikan itulah yang jadi unggulan dalam event yang akan berlangsung pada 9 Agustus 2026 mendatang.

Dalam acara pre event yang digelar di Hotel Minoa pada Sabtu 13 Juni 2026, Ketua Panitia PHRI Solo Run 2026, Willy Hizkia Mambat, mengatakan bahwa ajang ini sengaja dirancang berbeda dari event lari pada umumnya. 

Selain menjadi bagian dari peringatan HUT ke-57 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), kegiatan ini juga membawa misi memperkuat posisi Solo sebagai kota sport tourism.

"Kalau event lari biasanya fokus pada perlombaan, PHRI Solo Run menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap. Ada olahraga, ada promosi wisata, ada kuliner, dan ada keterlibatan hotel serta restoran yang menjadi kekuatan utama Kota Solo," ujarnya.

Salah satu daya tarik yang tidak banyak ditemui dalam event lari lain adalah hadiah berupa 57 voucher menginap yang akan diundi bagi peserta. 

Angka tersebut sengaja dipilih untuk menandai usia PHRI yang ke-57 tahun.

Dari kiri ke kanan: Wening Damayanti (humas PHRI Surakarta), Joko Sutrisno (Ketua PHRI Surakarta), Willy Hizkia Mambat (Ketua Panitia Pelaksana PHRI Solo Run), Metty Pilanda Indriasari (Wakil Ketua Panitia Pelaksana PHRI Solo Run)

Voucher tersebut berasal dari berbagai hotel anggota PHRI Surakarta, mulai dari hotel berbintang hingga hotel butik yang selama ini menjadi bagian dari wajah industri hospitality Kota Solo.

Tidak hanya itu, peserta juga akan dimanjakan dengan festival kuliner yang melibatkan restoran dan pelaku usaha kuliner anggota PHRI. 

Konsep ini membuat peserta tidak hanya pulang membawa medali dan pengalaman berlari, tetapi juga merasakan kekayaan kuliner yang dimiliki Kota Bengawan.

"Kami ingin peserta datang bukan hanya untuk berlari. Mereka juga bisa menikmati kuliner, mengenal hotel-hotel di Solo, dan merasakan keramahan industri hospitality yang menjadi ciri khas kota ini. Jadi nanti setelah sampai di finish, peserta akan dipersilahkan menikmati beragam hidangan yang disajikan hotel-hotel anggota PHRI. Bahkan di sana nanti juga ada live cooking," kata Willy.

Keunikan lain terletak pada rute yang dirancang melewati sejumlah ikon Kota Solo. Selain memberikan pengalaman berlari yang menarik, jalur tersebut juga menjadi sarana promosi wisata dan budaya.

Panitia bahkan menyiapkan kategori Best Content untuk mendorong peserta membuat foto maupun video kreatif selama mengikuti lomba.

Menurut Willy, konten-konten yang dihasilkan peserta nantinya diharapkan mampu menjadi promosi organik bagi Kota Solo.

"Event ini sifatnya fun run dengan jarak hanya 5 km. Rute yang kami siapkan melewati beberapa ikon kota. Kami ingin peserta ikut bercerita tentang Solo melalui konten yang mereka buat. Jadi dampaknya tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga promosi pariwisata," jelasnya.

Selain kategori juara umum putra dan putri, PHRI Solo Run juga menyediakan kategori khusus anggota PHRI, Best Content, dan Best Costume. 

Berbagai hadiah menarik seperti sepeda listrik, sepeda, kulkas, mesin cuci, hingga puluhan doorprize lainnya telah disiapkan panitia.

Humas PHRI Surakarta, Wening Damayanti, menambahkan bahwa PHRI Solo Run merupakan bentuk kolaborasi antara dunia olahraga dan industri hospitality yang selama ini jarang dipadukan dalam satu event.

"Melalui PHRI Solo Run, kami ingin menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi media untuk membangun gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ini yang menjadi pembeda utama dengan event-event lari lainnya," ujarnya.

Ketua PHRI Surakarta, Joko Sutrisno, berharap PHRI Solo Run dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang tidak hanya dinantikan para pelari, tetapi juga menjadi sarana promosi efektif bagi Kota Solo.

Dengan konsep yang memadukan lari, wisata, kuliner, hospitality, dan promosi budaya, PHRI Solo Run 2026 berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap. 

Sebab yang dijual bukan hanya garis start dan finish, melainkan cerita tentang Kota Solo yang ingin dinikmati setiap peserta di sepanjang perjalanan.

“Kami berharap PHRI Solo Run dapat menjadi agenda yang bukan hanya dinantikan para pelari, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Kota Solo. Setiap peserta yang hadir adalah bagian dari upaya mempromosikan Solo sebagai kota yang ramah, aktif, dan kaya akan potensi pariwisata,” pungkasnya. //Kls

Type above and press Enter to search.