TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Resmi Dibangun, Ponpes DQS Al Azhar Insan Cendekia Siap Cetak Generasi Unggul

Prosesi peletakan batu pertama pondok pesantren DQS Al Azhar Insan Cendekia

WARTAJOGLO, Karanganyar - Sebuah langkah besar untuk menyiapkan generasi masa depan resmi dimulai di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. 

Tepat Sabtu 13 Juni 2026, Yayasan Daarul Qur'an Surakarta (DQS) menggelar peletakan batu pertama pembangunan Pesantren dan Madrasah Aliyah DQS Al Azhar Insan Cendekia.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Yayasan Daarul Qur'an Surakarta HM Adib Ajiputra, MM bersama Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Amin Suyitno, serta sejumlah tokoh dan undangan yang hadir.

Adib menjelaskan, pembangunan pesantren tersebut berawal dari niat mulia H Isnanto dan keluarga yang telah dirintis sejak sekitar tiga tahun lalu. 

Niat mendirikan lembaga pendidikan itu bahkan turut didoakan di Masjidil Haram, Multazam, dan Raudhah saat menunaikan ibadah haji.

“Alhamdulillah, hari ini kita meletakkan bukan sekadar batu pertama sebuah gedung, tetapi batu pertama untuk masa depan umat,” ujar Adib dalam sambutannya.

Menurut Adib, DQS Al Azhar Insan Cendekia hadir dengan konsep yang memadukan keunggulan pendidikan Islam ala Al Azhar Mesir, dengan semangat riset dan sains yang menjadi ciri sekolah-sekolah Insan Cendekia.

“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak harus memilih menjadi ahli agama atau ahli sains. Mereka harus mampu menjadi keduanya,” katanya.

Selain berfungsi sebagai pesantren, kompleks pendidikan tersebut juga akan menjadi Madrasah Aliyah DQS Al Azhar Insan Cendekia. 

Menariknya, meski mengusung konsep pendidikan unggulan, biaya pendidikan dirancang tetap terjangkau sehingga dapat diakses lebih banyak kalangan masyarakat.

“Kualitas harus tinggi, tetapi biaya tidak harus setinggi lembaga-lembaga pendidikan sejenis,” tambah Adib.

Pemilihan Desa Pablengan sebagai lokasi pembangunan juga bukan tanpa alasan. Kawasan yang berada di lereng pegunungan Lawu dengan udara sejuk dan lingkungan yang tenang, dinilai sangat ideal untuk mendukung proses belajar dan pembentukan karakter santri.

Sementara itu, Prof. Amin Suyitno mengapresiasi lahirnya lembaga pendidikan tersebut. Menurutnya, pendidikan yang ideal tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja.

“Pendidikan yang baik tidak hanya membutuhkan sekolah yang bagus, pendidik yang berkualitas, atau pemerintah yang kuat. Yang paling penting adalah kolaborasi seluruh pihak untuk bersama-sama melahirkan generasi unggul,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan MAN Insan Cendekia Pekalongan sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan di DQS Al Azhar Insan Cendekia. 

Sebelumnya, yayasan juga telah menjalin kerja sama dengan MAN 1 Surakarta Program Khusus.

Adib berharap lembaga yang tengah dibangun tersebut kelak mampu menjadi pusat lahirnya generasi berkarakter Qurani, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap menjadi pemimpin masa depan bagi Indonesia dan dunia.

"Semoga Allah berkahi setiap butir pasirnya, setiap tetes keringatnya, dan jadikan pesantren ini mercusuar kebaikan untuk Indonesia dan dunia," tandasnya. //Sik

Type above and press Enter to search.